Ekonomi Sirkular, Salah Satu Cara Menghargai Sampah

  • Whatsapp
Ilustrasi salah satu konsep dari ekonomi sirkular
Ilustrasi salah satu konsep dari ekonomi sirkular, yaitu memilah sampah./Pixabay.com/imordaf

RUANGNEGERI.com – Ekonomi sirkular merupakan salah satu cara untuk menghargai sampah. Namun, tidak banyak orang yang memahami konsep ini. Berikut ini penjelasan mengenai hal tersebut agar supaya masyarakat bisa paham dan mengimplementasikannya untuk lingkungan yang lebih baik.

Sampah bisa menjadi sumber tambahan pendapatan sekaligus sumber penyakit bagi manusia apabila tidak di-manage dengan benar. Oleh arena itu, jika Anda tertarik untuk menjual sampah rumah tangga Anda, jangan lupa untuk mengumpulkannya di tempat yang aman dan bersih sehingga tidak mengundang nyamuk Aedes aegepty untuk menggigit Anda.

Anda bisa mengubah sampah rumah tangga seperti, kardus, plastik, dan kertas menjadi pendapatan. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mengenal dan memahami ekonomi sirkular.

Definisi Ekonomi Sirkular

Anda mungkin baru pertama kali mendengar istilah Ekonomi Sirkular, tetapi Anda pasti sudah mendengar istilah Reuse, Reduce, dan Recycle. Secara sederhana, konsep dari istilah tersebut memiliki arti yang sama, yaitu sebagai penggunaan sistem Reuse, Reduce, Recycle, Recovery, dan Repair untuk mengelola sumber daya sehingga sumber daya tersebut dapat memberikan keuntungan ekonomis yang lebih lama.

Baca Juga: Peran Pesantren dalam Mendorong Perekonomian

Konsep ini pertama kali ditelaah lebih lanjut oleh dua ekonom asal Inggris, yaitu David W. Pearce dan R. Kerry Turner dalam buku mereka yang berjudul Economics of Natural Resources. Keduanya mengkritik sistem ekonomi dunia pada tahun 1989 yang seolah menganggap alam adalah tempat pembuangan sampah.

Ellen McArthur Foundation sebagaimana dikutip dari Katadata.co.id menyebutkan bahwa konsep ekonomi ini memiliki tiga prinsip. Pertama, bertujuan untuk mengurangi limbah dan polusi. Kedua, produk dan material dalam ekonomi sirkular bisa terus berguna, dan ketiga, konsep ini memanfaatkan sumber daya alam yang sifatnya regeneratif.

Dampak Ekonomi

Menurut laporan dari Waste & Resources Action Program (WRAP) dan the Green Alliance, hingga tahun 2030 penerapan konsep Ekonomi Sirkular di Inggris dapat menciptakan 200.000 sampai 500.000 peluang kerja baru dan mengurangi pengangguran 54.000 sampai 102.000 tergantung kebijakan yang diterapkan.

ILO (International Labor Organization) memperkirakan bahwa konsep ekonomi sirkular akan meningkatkan jumlah penyerapan tenaga kerja hingga 50 juta tenaga kerja pada tahun 2030. Riset lain juga membuktikan bahwa penerapan konsep ekonomi ini, terutama di Eropa, dapat meningkatkan pendapatan dengan cara efisiensi bahan baku dan penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga: Indonesia dalam Bayang-bayang Resesi Ekonomi, Ini Strategi Pemerintah

Selain dari sisi ekonomi, penerapan konsep ini juga memiliki dampak lingkungan. World Research Institute (WRI) Indonesia memperkirakan bahwa menerapkan konsep ini pada lima sektor yaitu manufaktur yaitu, semen, aluminium, baja, plastik, dan makanan berarti mengurangi 50 miliar emisi CO2 pada tahun 2050. Jumlah ini setara dengan jumlah emisi dari berbagai macam transportasi saat ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.