Inilah Dampak Motivasi dalam Perkembangan Anak

RUANGNEGERI.com – Dampak motivasi selalu bisa dirasakan oleh siapapun, entah anak kecil maupun orang dewasa. Pada masa perkembangan si kecil, peran motivasi begitu besar terhadap keberlanjutan hidupnya.

Bagaimana seorang anak memandang sesuatu, juga dipengaruhi oleh motivasi yang ada pada diri anak. Ketika sebuah motivasi ditekankan pada anak, maka dirinya akan terbiasa untuk melihat sesuatu secara positif.

Selain itu, pola asuh yang terus meningkatkan motivasi dalam diri anak sangat berperan penting dalam perkembangan karakter anak.

March H. Bornstein (2002) dalam buku berjudul Handbook of Parenting: Children and Parenting (Vol. 1), mengatakan bahwa anak-anak yang tidak mengenal rasa takut sering kali adalah karena mereka sudah terbiasa dengan aspek-aspek bermanfaat dari pengasuhan yang bersifat responsif orang tua.

Dengan menjalin hubungan hangat dengan orang tua, hal ini dapat menumbuhkan motivasi dalam diri anak untuk berkembang di lingkungan masyarakat kelak.

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa seorang anak yang diharapkan dapat mengambil peran dalam keluarga ataupun lingkungan masyarakat tentulah membutuhkan motivasi melalui berbagai macam dukungan yang diberikan dari orang tua.

Tanpa adanya motivasi dari dalam dirinya, seorang anak akan sulit untuk bisa beradaptasi dengan masyarakat.

Dengan begitu, motivasi mempunyai peran yang begitu sentral untuk segala perkembangan anak. Motivasi ini juga akan bermakna mendalam bagi orang yang sudah dewasa sekalipun.

Baca juga:

Jenis Motivasi Anak

Motivasi merupakan sebuah perasaaan yang hadir dalam diri seseorang dan bekerja dengan baik untuk mendorong seseorang melakukan suatu hal tertentu. Kehadiran motivasi ini selalu berkaitan erat dengan apa yang sudah dialami dalam hidup seseorang, entah dalam masa kecil maupun sudah dewasa.

Dalam buku berjudul Cognitive Psychology and Cognitive Neuroscience, dijelaskan bahwa motivasi terbagi dalam dua jenis, yaitu motivasi berseberangan dan motivasi remaja.

Motivasi berseberangan yakni motivasi yang membawa manusia untuk mempertimbangkan kembali keseimbangan psikis dan fisiknya. Adapun motivasi remaja adalah motivasi yang membuat seseorang melewati kejadian lama yang dulu pernah dialaminya dan berpengaruh pada perkembangan pribadinya.

Kedua jenis motivasi tersebut memerankan peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Motivasi berseberangan memungkinkan seorang anak untuk mempelajari apakah dirinya sanggup atau tidak jika harus melakukan sesuatu. Dalam hal ini, si kecil harus belajar apa yang mampu dilakukannya dan apa yang tidak.

Sedangkan jenis motivasi remaja, akan membuat seorang anak yang sudah tumbuh menjadi dewasa kembali. Ia juga akan mengingat apa yang sudah pernah dialaminya di masa kecil dan memberikan pengaruh besar pada pribadinya.

Sehingga bisa dikatakan bahwa apa yang terjadi di masa kecil, kemungkinan akan memberikan dampak pada kehidupan seseorang di masa dewasanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, setiap manusia anak mempunyai kebutuhan yang dapat diatur untuk menuju aspek kemanusiaan yang lebih berkembang. Setiap anak akan mempelajari dan mengenali apa yang membuat mereka merasa sudah cukup dan tidak cukup.

Dengan keinginan yang dimiliki dalam dirinya, setiap anak akan berusaha untuk memenuhi keinginan tersebut dalam berbagai cara. Mereka akan terdorong melakukan sesuatu demi mencapai keinginannya tersebut. Dorongan inilah yang pada akhirnya disebut sebagai motivasi.

Baca juga:

Dampak Motivasi Terhadap Perkembangan Si Kecil

Motivasi dapat memberikan pengaruh yang kuat pada perkembangan buah hati. Dampak motivasi ini sebenarnya akan dirasakan oleh setiap orang tua yang menerapkannya pada pengasuhan sehari-hari.

Dampak yang ditemukan tentu saja berbeda-beda dalam setiap diri anak. Apa yang diterima oleh anak A, sangat mungkin tidak akan memberikan dampak yang sama pada anak B. Begitu pula sebaliknya.

Namun bila dilihat secara keseluruhan, dorongan dalam bentuk yang positif akan memberikan dampak motivasi yang positif. Sedangkan dorongan dalam bentuk yang negatif akan memberikan dampak motivasi yang negatif pula.

Oleh karena itu, selalu berikanlah motivasi yang tepat. Hal itu bertujuan agar memberikan dampak yang berharga untuk hidup anak.

Shefali Tsabary (2010) dalam bukunya The Conscious Parent, mengatakan bahwa anak-anak yang tidak cukup menikmati hubungan nyata dengan orang tua mereka, mungkin akan tumbuh menjadi remaja yang merasa perlu untuk melakukan tindakan tertentu agar diperhatikan.

Kapan pun anak bertingkah laku menantang, selalu ada motivasi yang mendasarinya. Ini bisa jadi karena mereka dihargai dengan perhatian negatif dari orang tua, atau karena mereka tidak belajar menghormati keinginan orang lain.

Baca juga:

Peran Orang Tua

Apa yang diberikan oleh orang tua akan sangat berpengaruh pada perilaku seorang anak. Motivasi yang datang dari orang tua sangatlah penting karena hal itu akan menjadi bagian penting dalam membentuk sikap anak anak yang baik atau buruk.

Martin Maldonado-Duran, M.D (2002) dalam bukunya Infant and Toddler Mental Health Models of Clinical Intervention With Infants and Their Families, mengatakan bahwa ayah dan ibu adalah sumber utama motivasi, kekuatan suportif, kepercayaan diri, akal serta kreativitas bagi anak.

Ibu khususnya, merupakan sumber kekuatan emosional yang lebih konkret untuk perkembangan bayinya. Orang tua harus memahami bahwa dampak motivasi yang diberikan akan berpengaruh pada anak. Karena itulah sumber utama dari perkembangan seorang anak.

Jika seorang anak terbiasa dididik untuk bekerja keras, maka dia akan termotivasi untuk hidup mandiri. Beda dengan seorang anak yang terbiasa hidup manja, dia hanya akan termotivasti untuk mengekor pada orang tuanya.

Agar dapat memberikan motivasi yang tepat, maka orang tua juga tentulah harus memperhatikan keadaan psikis anak. Ketika anak yang sedang labil ditegur dengan keras, maka anak akan termotivasi untuk melawan.

Jika ingin memberikan hukuman untuk memotivasi anak, orang tua bisa menyesuaikannya dengan perkembangan anak. Pada keadaan psikis tertentu, anak justru tidak akan termotivasi dengan hukuman.

Shara Nurrahmi

Guru dan Penulis, alumnus Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Satu tanggapan untuk “Inilah Dampak Motivasi dalam Perkembangan Anak

  • 31 Januari 2021 pada 11:25 AM
    Permalink

    Tahukah Parent Pinters semua bahwa anak akan lebih mudah meniru apa yang dilihat dibandingkan apa yang didengar. Inilah mengapa contoh orang tua dalam penggunaan gawai sangat penting. Kebutuhan aktivitas kerja, bisnis atau hanya sekadar berhibur terkadang membuat banyak orang tua abai akan hal ini. Anda mengatakan jangan bermain gadget, stop dan matikan ponsel pintar, tetapi orang tua sendiri masih terus menggunakannya. Buatlah waktu satu jam tanpa gawai untuk seluruh anggota keluarga.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *