Crypto Legal di Indonesia? Cek Faktanya Di Sini!

  • Whatsapp
Aset Kripto dan Crypto Legal di Indonesia

Popularitas crypto menimbulkan banyak pertanyaan mengenai apakah saat ini crypto legal dan apakah bisa crypto legal di Indonesia. Simak beberapa hal yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut!

Mengenal Apa itu Crypto

Aset kripto atau crypto adalah adalah salah satu bentuk aset digital yang jaringan yang didistribusikan pada jaringan komputer secara terdesentralisasi. Struktur desentralisasi ini memungkinkan aset kripto legal untuk beroperasi tanpa kontrol atau intervensi pemerintah dan otoritas khusus.

Bacaan Lainnya

Crypto hari ini telah menarik minat orang-orang di berbagai negara karena meroketnya harga beberapa aset kripto akhir-akhir ini. Aset kripto telah menjadi topik hangat di Indonesia tidak hanya di kalangan investor tetapi juga di kalangan masyarakat umum. termasuk salah satunya mengenai isu crypto legal.

Pada umumnya aset kripto terbagi menjadi dua, yaitu bitcoin dan altcoin.

Altcoin adalah kependekan dari alternative coins yang juga merupakan coin crypto terbaru yang merupakan jenis cryptocurrency di luar Bitcoin. Beberapa jenis utama altcoin termasuk mining-based cryptocurrencies, stablecoins, security tokens, and utility tokens.

Selain Bitcoin, terdapat sembilan aset kripto paling populer sebagai Ethereum, Ripple, dan lainnya. Perusahaan di seluruh industri telah tertarik dan bahkan dalam beberapa kasus mereka sendiri telah berinvestasi dalam aset kripto dan blockchain. Perusahaan Fintech seperti PayPal dan Square juga berinvestasi pada crypto dengan mengizinkan pengguna untuk membeli di platform mereka. Tesla pun saat ini telah menerima pembayaran melalui Bitcoin

Memahami Cara Kerja Crypto

Konsep dasarnya adalah bahwa crypto beroperasi mengandalkan pada jaringan perangkat lunak, dimana banyak sistem komputer yang menjalankan sistem terpisah dari program yang sama. Meskipun semua komputer terhubung, tetapi tidak ada satu komputer sentral yang mengontrol suatu jaringan. Hal inilah bernama jaringan terdesentralisasi.

Jaringan komputer ini memiliki dua fungsi utama, yaitu untuk memproses transaksi dan untuk memelihara database yang mencatat dan menyimpan transaksi tersebut. crypto beroperasi pada teknologi blockchain dimana mengelompokkan transaksi menjadi block-block, yang kemudian terhubung dalam rantai yang saling saling terkoneksi.

Transaksi crypto tercatat secara permanen dalam sistem blockchain yang menjadi landasan operasionalnya. Hal tersebut bertujuan untuk memvalidasi keaslian transaksi dan menjaga agar jaringan tetap beroperasi. Semua transaksi yang terjadi tercatat pada satu buku besar bersama, yang bersifat publik. Sehingga publik dapat mengakses transaksi yang terjadi di blockchain.

Legalitas Crypto di Indonesia

Perkembangan cryptocurrency di Indonesia dimana tidak mengakui segala bentuk crypto saat ini sebagai pembayaran yang legal sehingga crypto tidak dapat menjadi alat pembayaran di Indonesia. Hal ini sesuai dengan regulasi dalam Undang-Undang No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang yang menyatakan hanya rupiah yang dapat menjadi alat pembayaran yang sah.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai otoritas yang berwenang di bidang komoditas menerbitan peraturan cryptocurrency melalui Peraturan Bappebti No. 7/2020.

Potensi cryptocurrency di Indonesia yang tinggi nilai transaksinya tersebut melatarbelakangi terbitnya Peraturan oleh Bappebti tersebut. Terhitung hingga periode Juli 2021 pengguna aset crypto Indonesia mencapai 7,5 juta orang dengan nilai transaksi sebesar Rp.478,5 Triliun.

Sehingga dapat crypto telah legal di Indonesia sebagai barang komoditas atau instrumen investasi yang melantai secara publik. Tetapi crypto ilegal atau tidak dapat menjadi alat pembayaran di Indonesia.

Berbeda dengan Indonesia, El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi melegalkan aset crypto legal berupa bitcoin sebagai mata uang sah sehingga hal ini menjadikan aset crypto legal sebagai alat pembayaran yang sah untuk pertukaran barang dan jasa.

Sementara di Amerika Serikat, meskipun aset crypto tidak menjadi alat pembayaran, tetapi jajak pendapat  baru-baru ini oleh YouGov menunjukkan bahwa 27% penduduk Amerika Serikat mendukung gagasan untuk menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di Amerika Serikat. Survei tersebut menjadikan 4.912 orang dewasa Amerika Serikat sebagai partisipan dan menghasilkan kesimpulan bahwa generasi muda memiliki sikap yang lebih positif dan terbuka terhadap Bitcoin sebagai alat pembayaran.

Baca Juga: 10 Perbedaan Investasi Saham dan Crypto yang Perlu Kamu Tahu!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *