Covid-19 Makin Mengganas, Begini Kondisi Penerbangan AS

RUANGNEGERI.com – Industri penerbangan di Amerika Serikat telah memangkas jadwal penerbangan secara besar-besaran sejak Mei 2020 lalu. Rute penerbangan internasional dipangkas hingga 75 persen.

Terhitung hingga awal Mei, American Airlines menyatakan bahwa total kerugian mencapai hingga menapai AS $ 2,2 miliar. Kerugian tersebut telah dirasakan sejak bulan Maret lalu. Jumlah pemesanan penumpang bahkan menurun hingga menyentuh 90 persen.

Beberapa tiket penumpang yang telah terjual terpaksa diundur hingga jangka waktu belum ditentukan. Pihak maskapai menyarankan pembelian tiket pesawat lebih aman untuk penerbangan bulan Desember 2021.

Sejumlah bandara di AS berubah seperti tempat hantu. “Rasanya seperti melalui tempat hantu yang sangat sepi. Hanya terlihat satu dua orang yang duduk di pesawat”, keluh Trent Augustus, manajer proyek senior perusahaan konsultan dan teknik penerbangan.

Terlihat pula beberapa petugas kebersihan bandara yang bekerja mengenakan masker wajah dan menenteng tas berisi cairan pembersih. Setelah menyentuh tempat dan barang di bandara akan langsung disemprot hand sanitizer. Pramugari dan pilot hanya nampak di area ruang tunggu bandara.

American Airlines mengurangi drastis penerbangan internasional dan akan segera menyimpan armada pesawat tipe Boeing. Rute internasional yang ditunda antara lain penerbangan menuju Eropa, China, Hong Kong, Korea Selatan dan sejumlah rute lainnya.

Penundaan ini diikuti dengan pemberitahuan kepada calon penumpang agar merubah jadwal tanpa dikenakan biaya.

Namun, apabila pandemi belum juga pulih hingga akhir 2020, tidak menutup kemungkinan banyak orang menuntut maskapai melakukan refund atau pengembalian tiket pesawat.

BACA JUGA: Moralitas Beberapa Miliarder AS Saat Pandemi Covid-19

Aturan Perlindungan Konsumen untuk Maskapai Penerbangan

Laman berita CNBC.com (03/06/2020), menyebutkan bahwa Departemen Perhubungan AS telah menerima sedikitnya 25.000 pengaduan dari konsumen pada bulan Februari, Maret hingga April 2020.

Tindakan sejumlah maskapai penerbangan yang menolak pengembalian uang dari jadwal yang dibatalkan kemudian mendorong senator AS untuk mengesahkan Cash Refunds for Coronavirus Cancellations Act of 2020 (CARES). Dengan begitu, konsumen kini berhak meminta kembali tiket yang dibatalkan.

CARES diajukan oleh lima orang Senator dari Partai Demokrat, yakni Edward J. Markey, Elizabeth Warren, Richard Blumenthal, Chris Murphy dan Kamala Harris.

Beberapa poin pentingnya adalah setiap maskapai penerbangan dan operator penjual tiket pihak ketiga memberikan pengembalian. Pengembalian tiket penerbangan diberikan berupa uang tunai bagi orang-orang yang memutuskan untuk tidak bepergian.

Edward J. Markey dalam sebuah siaran pers mengatakan “orang Amerika memerlukan uang tunai di kantong mereka untuk membayar makanan, perumahan, dan resep, bukan kredit sementara untuk perjalanan di masa depan.”

Perjalanan di masa depan usai pandemi dianggap sesuatu yang tidak masuk akal. Terlebih lagi pemerintah federal juga mendanai pembayaran pajak maskapai selama masa Covid-19. Perkiraan jumlah uang tunai pengembalian tiket maskapai penerbangan mencapai minimal $ 10 miliar Dollar.

Usulan CARES ternyata disetujui oleh Presiden Donald Trump. Dana yang diberikan pun tidak tanggung-tanggung, mencapai AS $ 2.3 triliun.

Selain itu juga diberikan dana talangan sebesar $ 25 miliar dalam bentuk pinjaman kepada pengelola maskapai penerbangan.

BACA JUGA: Meski Terkoreksi, Pemulihan Ekonomi Jepang Lebih Baik Dari AS dan Tiongkok

Pilihan Buruk Bagi Maskapai Penerbangan

Nick Calio, CEO Grup Penerbangan Airlines for America, yang mewakili 12 besar maskapai penumpang dan pengangkut kargo Amerika Serikat mengemukakan pendapatnya.

Ia mengatakan kepada Senator mengenai kondisi perdagangan yang terdampak Covid-19 sama-sama mengambil pilihan terburuk.

Maskapai penerbangan AS umumnya enggan me-refund tiket dalam bentuk apapun. Mereka lebih memilih mengganti jadwal atau memberikan voucher perjalanan.

Namun, dengan adanya CARES, pengelola maskapai harus mengubah peraturan yang berlaku saat ini. Yakni setiap penumpang yang dibatalkan maupun yang membatalkan perjalanan, berhak menerima pengembalian uang.

Kondisi yang demikian tentulah akan mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaan. Mulai dari teknisi, pramugari, pilot serta orang-orang yang terkait dengan industri penerbangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *