Semua yang Perlu Kamu Tahu tentang Central Bank Digital Currency!

  • Whatsapp
uang pada central bank digital currency
Photo by Ibrahim Boran on Unsplash

Penyebutan Central Bank Digital Currency (CBDC) mengacu pada mata uang fiat dalam bentuk virtual. CBDC merupakan catatan dalam bentuk elektronik atau token digital dari mata uang fiat resmi dari suatu negara. Otoritas keuangan atau bank sentral suatu negara memiliki kewenangan untuk mengeluarkan dan mengatur CBDC.

Sehingga bentuk mata uang ini mendapatkan dukungan dan kepercayaan penuh pemerintah suatu negara. CBDC dapat menyederhanakan kebijakan moneter dan fiskal dan mendorong inklusi keuangan dalam sistem ekonomi suatu negara. Perkembangan blockchain dan aset crypto turut membuat bank sentral untuk mengakselerasi proses pengembangan CBDC.

Bacaan Lainnya

Bank sentral di Indonesia menganggap bahwa Central Bank Digital Currency Indonesia tidak memiliki perbedaan signifikan dengan penggunaan uang kartal, uang yang berada dalam bank, electronic money, dan electronic wallet.

Keberadaan Central Bank Digital Currency Indonesia akan memberikan stimulan kesederhanaan dalam transformasi digital, dan mempermudah pengelolaan distribusi mata uang karena beroperasi secara terdesentralisasi. 

Hingga saat ini telah ada beberapa bank sentral di dunia yang telah melakukan penelitian dan pengimplementasian Central Bank Digital Currency, sebagai berikut:

  • Riksbank milik Pemerintah Swedia, yang telah melakukan penelitian mengenai mata uang digital ini dalam sistem ekonominya sejak 2017 dan telah melakukan publikasi terkait hal tersebut yang menjadi acuan negara-negara lain.
  • Bank of England milik Inggris yang merupakan salah satu bank sentral pionir yang menginisiasi pemikiran mengenai Central Bank Digital Currency.
  • Bank of Canada
  • Uruguay Bank
  • Thailand Central Bank
  • Bank Venezuela, dan
  • Bank Sentral Singapura

Jenis CBDC

Saat ini terdapat dua bentuk CBDC, yaitu mata uang bank digital berjenis wholesale dan retail dengan masing-masing karakteristiknya sebagai berikut:

  • CBDC wholesale

Jenis ini digunakan oleh perbankan dan lembaga keuangan yang ada untuk melakukan transaksi. Jenis CBDC ini sama seperti cadangan bank sentral konvensional. jenis wholesale ini memperbaiki sistem transfer antar bank menjadi lebih efisien.

  • CBDC Ritel

Pada jenis ini melibatkan transfer uang digital yang memiliki dukungan dari pemerintah pusat langsung ke nasabah atau pengguna. CBDC jenis ini menghilangkan risiko perantara atau risiko bahwa lembaga perbankan mungkin menjadi tidak likuid dan melakukan penggelapan dana deposit.

Ada dua kemungkinan varian CBDC ritel dapat diterapkan yang bergantung pada jenis akses yang pemerintah berikan:

• Akses berbasis nilai atau tunai: Sistem ini melibatkan CBDC yang diteruskan ke nasabah melalui dompet digital.

• Akses berbasis token atau akun: Pada akses ini perantara akan bertanggung jawab untuk melakukan verifikasi terhadap identitas nasabah atau pengguna, mengawasi kegiatan ilegal, dan pembayaran antar rekening.

Keunggulan dan Kelemahan Central Bank Digital Currency

Keunggulan CBDC

CBDC mampu membuat penerapan kebijakan moneter pemerintah menjadi lebih sederhana. Mata uang digital ini juga dapat memperkecil upaya yang dilakukan terkait kewenangan pemerintah di bidang keuangan.

Melalui mata uang digital dapat mengurangi risiko pihak ketiga sehingga setiap risiko yang ada dalam sistem merupakan tanggung jawab bank sentral.

CBDC berjenis retail yang berdasarkan nilai riil seperti mata uang fiat dapat menjaga privasi dengan melakukan transaksi memakai nama lain.

Mata uang digital dapat membangun relasi antara nasabah atau pengguna dengan bank sentral secara langsung sehingga mampu menghilangkan kebutuhan infrastruktur yang membutuhkan biaya tinggi. CBDC dapat mencegah kegiatan ilegal karena tersedia dalam format digital dan tidak memerlukan nomor seri untuk melakukan pelacakan terhadapnya. Hal ini juga memudahkan bank untuk melacak aset kripto dalam blockchain.

Kelemahan CBDC

Pemerintah melalui bank sentral memegang tanggung jawab untuk setiap aktivitas transaksi investasi maupun perdagangan, sehingga tidak melepas tanggung jawab sepenuhnya.

Pengguna harus mengizinkan terbukanya beberapa hal privasi karena pengelola memiliki tanggung jawab untuk mengumpulkan dan mendistribusikan identitas pengguna secara digital. Sehingga pengelola akan mengetahui data pribadi dari setiap transaksi yang terjadi dari setiap pengguna Terdapat permasalahan regulasi terkait CBDC, yaitu mengenai peran mata uang dan lembaga mana yang akan meregulasinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *