Cara Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat demi Masa Depanmu

RUANGNEGERI.com – Memilih program studi (prodi) atau jurusan di kuliah sering kali menimbulkan perasaan dilema bagi yang baru lulus SMA atau sederajat.

Bagaimana tidak, waktu sekitar empat tahun ke depan selama kuliah akan ditentukan sejak pertama kali memilih jurusan. Karier, relasi, pencapaian, gaya hidup sampai dengan kesuksesan masa depannya juga turut dipertaruhkan.

Memang benar, bahwa menentukan pilihan kuliah tidak selalu akan menentukan karier. Banyak banyak orang yang bekerja justru di luar bidang yang didalaminya semasa kuliah. Namun demikian, tidak juga jadi menggampangkan dalam memilih jurusan kuliah bukan?

Belum lagi jika orang tua, keluarga maupun teman ikut nimbrung dalam menentukan pilihan. Keribetan akan semakin bertambah justru karena semakin banyak pertimbangan dan keraguan dalam memilih jurusan yang tepat dan bermanfaat di masa depan.

Hal ini sangat wajar dialami oleh para calon mahasiswa. Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menentukan prodi yang cocok.

Baca juga: Alasan Mengapa Kamu Perlu Ikut Organisasi Kampus

1. Membuat Daftar Impian yang Ingin Dicapai

Langkah awal biasanya kamu masih bingung dan belum tahu arah dan tujuan. Untuk memulainya, kamu bisa membuat daftar impian atau cita-cita yang ingin kamu capai di masa depan.

Sekedar menuliskan semua mimpimu bukan perkara sulit. Cukup dengan mengambil pena dan buku catatanmu bisa mulai membayangkan dirimu di masa yang akan mendatang mau seperti apa.

Melalui daftar impian itu, setidaknya kamu jadi punya sedikit gambaran diri di masa depan. Selain itu, kamu juga jadi memiliki petunjuk untuk menentukan langkah selanjutnya. Karena dengan adanya petunjuk dari catatan impian, kamu dapat mulai mencari jurusan atau prodi yang bisa membantumu dalam meraih mimpi dan cita-cita yang sudah kamu tulis itu.

Misalnya, salah satu impianmu adalah ingin menjadi pengusaha dengan memiliki butik ternama di Indonesia. Untuk mewujudkannya, kamu bisa memilih jurusan tata busana, ekonomi bisnis, desain grafis, atau jurusan lainnya yang mengarah kepada mimpimu.

Jika kamu ingin langsung melanjutkan studi master atau S2, maka kamu tentu harus benar-benar memahami bidang minat apa yang sekiranya kamu kuasai. Sebab, untuk melanjutkan studi diperlukan kemampuan akademik yang mumpuni di bidangnya.

Selain itu, kamu juga perlu mempersiapkan bahasa asing. Meskipun tujuannya adalah melanjutkan studi ke negara-negara bukan berbahasa Inggris, namun umumnya tetap memerlukan persyaratan kemampuan Bahasa Inggris.

Baca juga: 4 Beasiswa Luar Negeri Paling Favorit, Yuk Ketahui Infonya

2. Kenali Potensi dan Minat Diri

Lagkah berikutnya mungkin sudah sering terdengar. Hal ini memang sangat penting dalam menentukan jurusan. Kenalilah potensi yang kamu miliki serta mengetahui minat atau ketertarikan yang kamu sukai.

Setelah membuat daftar impian dan cita-cita, tidak lantas menjadikan kamu sudah mengenali diri secara mendalam. Kamu masih harus membedah diri sendiri secara lebih dalam dengan mengenali kemampuan yang selama ini kamu miliki.

Bukan semata urusan gengsi ataupun sekedar ikut-ikutan tanpa tahu bidang yang sebenarnya kamu pahami. Setiap orang memiliki kemampuan dan keunggulannya di bidang masing-masing.

Ini yang perlu kamu cari tahu agar nantinya segala macam persoalan yang kamu hadapi di perkuliahan tetap bisa kamu atasi dengan baik.

Dalam mengenali potensi diri, kamu juga membutuhkan saran dan penilaian dari orang-orang terdekatmu. Tujuannya agar kamu memiliki sudut pandang lain dari orang yang sudah lama mengenalmu.

Begitu juga dengan mengetahui minat dan kesukaan. Bukan sekedar tahu kesukaan, melainkan seberapa serius dan konsisten kamu dalam menjalani minatmu itu. Jujurlah pada diri sendiri.

Tidak jarang bahwa selama perkuliahan, mahasiswa akan diberatkan oleh tugas, pelatihan, serta menemukan banyak mata kuliah yang di luar ketertarikanmu meskipun jurusannya kamu inginkan. Pertimbangkan minat yang benar-benar bisa kamu hadapi dengan segala konsekuensi dan risiko ke depannya.

Baca juga: 5 Cara Membangun Jaringan Karier saat Kuliah

3. Cari Tahu Jurusan yang Kamu Inginkan

Langkah selanjutnya akan semakin mengerucut. Setelah kamu menuliskan daftar impian, potensi dan minat diri, lingkaran pilihan program studimu jadi semakin mengecil.

Dari sini, setidaknya kamu sudah mempunyai beberapa pilihan jurusan kuliah. Dengan memiliki pilihan tersebut, kamu bisa mulai melakukan riset atau mencari tahu tentang prodi pilihanmu.

Misalnya seperti ada di kampus mana saja yang memiliki jurusanmu itu, daftar mata kuliah yang akan dipelajari, rincian biaya yang dikeluarkan, prospek karier ke depannya serta segala informasi pendukung lainnya.

Semua itu bisa dengan mudah kamu riset melalui smartphone. Bertanya kepada para senior yang mengambil jurusan yang kamu minati akan lebih baik lagi.

Baca juga: Insecure Setelah Lulus Kuliah? Ini Beberapa Tips Mengatasinya

4. Bukan Semata Urusan Finansial

Ini termasuk sebagai salah satu cara agar kamu bisa menentukan program studimu, yakni dengan memilih jurusan kuliah yang di luar kemampuanmu karena finansial.

Memang tidak bisa dipungkiri, banyak yang kuliah dengan tujuan agar mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan berpotensi tinggi dalam mendapatkan upah. Banyak juga yang beranggapan dengan mengeluarkan biaya kuliah tinggi akan ‘balik modal’ seusai kuliah.

Pemikiran seperti ini perlu dihilangkan ketika kamu sedang memilih prodi. Dengan pemikiran tersebut, inti dari mencari ilmu dan mengembangkan intelektual seolah jadi tidak lagi bernilai. Padahal, jika kamu memang benar-benar ahli dan profesional dalam bidang yang kamu tekuni, urusan keuangan akan mengikuti dengan sendirinya.

Peluang beasiswa dari kampus juga tersedia asalkan kamu betul-betul serius dan kamu terbukti unggul di bidangmu. Setelah lulus kelak, orang lain juga tentu saja akan bisa menilai sejauh mana proses belajar yang kamu lakukan selama di kampus.

Empat poin di atas adalah beberapa cara untuk membantumu dalam menentukan pilihan prodi di perguruan tinggi. Semoga bisa membantu menjawab keraguamu.

Firdhausy Amelia

Alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Khaldun Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *