Bursa Caketum PBSI 2020-2024, Ketua BPK di Urutan Teratas

RUANGNEGERI.com – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PBSI, Wiranto, kini tengah memasuki akhir masa jabatannya. Ia menahkodai induk bulutangkis Indonesia usai lawannya, Gita Wirjawan mengundurkan diri saat pemaparan visi dan misi.

Untuk kali pertamanya dalam sejarah PBSI, Wiranto jadi ketum pertama yang tidak menyaksikan kiprah para atlet di Olimpiade menyusul hajatan akbar multi sports itu diundur ke 2021 mendatang.

Pada diskusi webinar SIWO PWI Pusat bertajuk “Mencari Figur Tepat Ketua Umum PBSI”, Rabu (30/09/2020) lalu, muncul tujuh nama untuk menahkodai PP PBSI 2020-2024.

Ketujuh nama tersebut antara lain Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri BUMN Erick Tohir, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna, Kapolri Jenderal Idham Aziz, Ketua Pengprov PBSI Banten Ari Wibowo, Pengusaha Gita Wirjawan, hingga Direktur Utama Djarum Foundation Victor Hartono.

BACA JUGA: Gita Wirjawan dan Butet Bicara Soal Keuangan Atlet Setelah Pensiun

Agung Firman Saputra

Jika diurutkan berdasarkan kekuatan dukungan, maka Agung berada dalam posisi teratas. Dilansir dari Jawa Pos (28/09/2020), Ketua BPK tersebut diklaim telah meraup 26 dukungan dari total 34 provinsi.

Agung juga disokong dua legenda hidup, yakni peraih emas Athen 2004 Taufik Hidayat dan Atlanta 1996 Ricky Subagja.

Kedua legenda tersebut beralasan induk organsisasi bulutangkis Indonesia memerlukan sosok yang “bersih”. Ricky menuturkan, reputasinya sebagai Ketua BPK ke depannya bisa menarik minat para sponsor untuk mendukung PBSI.

Senada dengan Ricky, Taufik juga menilai sosok bersih dibutuhkan lantaran Ketua Umum harus berkomitmen membawa PBSI mandiri secara keuangan dan desentralisasi pembinaan di daerah, khususnya di luar pulau Jawa.

“Jadi, tidak ada yang bawa nama klub atau PB, harus bawa Indonesia,” tutur juara enam kali Indonesia Open itu.

BACA JUGA: Langkah Indonesia Usai Mundur dari Thomas Uber 2020

Ari Wibowo

Di urutan kedua, pengusaha properti Ari Wibowo diklaim sudah mengantong dukungan 14 pengurus provinsi. Melansir laman Kompas.com (30/09/2020), Ketua Pengprov PBSI Aceh menilai Ari memiliki komitmen terhadap bulutangkis selama menjadi Ketua Pengprov PBSI Banten.

Mulai dari menyediakan lapangan hingga keberhasilannya menempatkan tujuh atlet binaannya di Pelatnas Cipayung. Nahrawi berharap Ari bisa melakukan hal serupa ke daerah-daerah lain.

Menurutnya, saat ini dukungan dari pusat terhadap daerah “masih sangat minim”. Menyatakan diri siap bersaing dengan calon lain yang memiliki nama besar, Ari tak minder. Ia justru terinspirasi dari Presiden Joko Widodo yang sebelumnya banyak dianggap ‘bukan siapa-siapa’.

“Presiden Jokowi jadi inspirasi saya, dahulu sebelum jadi seperti sekarang ini beliau bukan siapa-siapa dan tidak diperhitungkan,” ujar pemilik klub Adres sebagaimana dilansir Republika.co.id (23/09/2020).

BACA JUGA: Inggris Krisis Keuangan, All England 2021 Kemungkinan Batal Digelar

Moeldoko

Sementara itu, urutan ketiga ditempati Jenderal (Purn) Moeldoko yang mengantongi tiga dukungan pengprov (Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta). Meski begitu, tak tanggung-tanggung, sebanyak 18 legenda berdiri di belakangnya.

Barisan legenda bulutangkis tersebut antara lain, Hariyanto Arbi, Ivana Lie, Liem Swie King, Christian Hadinata, Yuni Kartika, Rudi Hartono, Lius Pongoh, Markis Kido, Liliyana Natsir, hingga Tontowi Ahmad.

Basri Yusuf, Ketua Pengprov Jateng menuturkan Moeldoko diklaim bisa menerapkan system yang tidak tumpeng tindih antara pusat dan daerah.

Mulai dari konsolidasi kepada semua pengurus, menjalankan tugas sesuai job masing-masing, hingga sport manajemen yang baik.

“Sangat positif sekali, 1.000 persen mendukung Pak Moeldoko. Saya sudah tahu betul Pak Moeldoko. Beliau sebagai pimpinan cukup tegas, manajemennya bagus. Dan dia mau turun ke bawah,” kata Basri dikutip Detik Sport (12/09/2020).

Selain itu, Basri menambahkan Moeldoko juga “sangat dekat dengan pemerintah”. Ia yakin, hal tersebut bisa membantu gerbong PBSI di masa mendatang. Menurutnya, bulutangkis harus menjadi olahraga nomor satu.

Sejak didirikan di Bandung, 5 Mei 1951 silam, tercatat 13 orang telah memimpin PP PBSI, yakni: Rochdi Prataatmadja (1951-1952), Sudirman (1952-1963 & 1967-1981), Padmo Sumasto (1965-1967), Ferry Sonneville (1981-1985), Try Soetrisno (1985-1993), Soerjadi (1993-1997), Subagyo Hadi Siswoyo (1997-2001), Chairul Tanjung (2001-2004), Sutiyoso (2004-2008), Djoko Santoso (2008-2012), Gita Wirjawan (2012-2016), dan Wiranto (2016-2020).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *