Begini Tips Jika Ingin Mengajar dan Mengasah Skill Selain dari Bangku Kuliah

RUANGNEGERI.com – Mengajar identik dengan guru atau pun mahasiswa yang berasal dari jurusan pendidikan. Namun, hal itu adalah pemahaman yang kurang tepat karena mengajar bisa dilakukan siapa pun meski bukan dari jurusan pendidikan.

Mahasiswa selain dari pendidikan memang hampir tidak ada micro teaching yang memiliki manfaaat untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa untuk mengajar.

Jangan khawatir, sebab kemampuan mengajar itu dapat dilakukan tanpa berbekal sks dari kampus semata. Kamu bisa mengasah kemampuan itu secara perlahan.

Nah, berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan untuk mengasah kemampuan mengajar secara mandiri:

BACA JUGA: Pingin Kuliahmu Tak Sia-Sia? Lakukan Hal-Hal Ini!

1. Mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an)

Bagi kamu yang Muslim, sekolah TPA biasa diikuti oleh anak-anak untuk mengenalkan agama sejak dini. Biasanya, para orang tua memasukkan putra putri mereka untuk mengikuti sekolah ini.

Menjadi guru pengajar TPA tidak harus berasal dari jurusan pendidikan. Jika kamu memiliki pemahaman tentang agama yang cukup, maka sudah menjadi bekal untuk bisa mengajar.

Seperti contoh, di Yogyakarta banyak sekali mahasiswa yang mengajar TPA ketika sore hari, terutama yang tinggal di pesantren biasanya mereka memiliki kesempatan besar untuk mengajar.

Menyukai anak-anak adalah kunci untuk bisa mengajar dengan baik, serta kesabaran adalah prinsip yang harus diterapkan dalam mengajar.

Dari mengajar anak-anak di TPA ini, kamu bisa berlatih untuk membangun skill mengajar. Selain dapat pahala, kamu juga dapat sebagai penyalur ilmu yang bermanfaat tentunya

2. Menjadi Guru Privat

Saat ini menjadi guru privat dapat dilakukan oleh mahasiswa dan tidak harus dari jurusan pendidikan. Sehingga akan memperbesar potensi kamu untuk mengembangkannya.

Selain itu, pastinya kamu juga akan mendapatkan bonus berupa gaji dan pengalaman. Bagi beberapa orang, mengajar untuk pertama kalinya tentu akan dirundungi rasa deg-degan atau ketakutan lainnya. Terutama bagi pengajar privat yang mengajar untuk pertama kali dan belum memiliki pengalaman mengajar.

Namun, hal itu bisa diatasi dengan cara mempersiapkan diri dan meteri belajar dengan baik. Belajar pada malam hari sebelum mengajar adalah hal yang perlu diperhatikan.

Sebab, sebagai pengajar privat kita dituntut untuk bisa mengajari siswa dengan baik dan membuat mereka faham dengan pelajaran di sekolah.

Jika kamu sudah melakukan itu, maka untuk mengajar selanjutnya kamu akan lebih siap dan merasa bahwa mengajar privat itu sangat menyenangkan.

Bukan tidak mungkin, bertemu dengan anak-anak yang memiliki karakter yang berbeda merupakan hiburan tersendiri di tengah penatnya kamu menyelesaikan tugas kuliah.

3. Menjadi Relawan Pengajar

Di beberapa daerah, terutama di pedalaman pastinya pendidikan belum memadai, sebagai mahasiswa kamu bisa mengadakan gerakan mahasiswa mengajar.

Mahasiswa yang berminat menjadi relawan bisa mengikuti program mengajar yang biasanya diselenggarakan oleh lembaga-lembaga kampus maupun organisasi luar kampus yang berkecimpung dalam bidang edukasi.

Cara ini selain menjadi media penyaluran ilmu, tetapi juga mengajarkan keikhlasan dan ketulusan. Gerakan mahasiswa mengajar ini juga bisa dibentuk dengan mengumpulkan teman-teman kuliah kamu untuk ikut bergabung.

Motivasi tentang apa pentingnya berbagi ilmu dan membantu sesama sangatlah penting ditekankan. Setelah itu, kalian bisa mulai menyusun program yang akan dijalankan dengan menggandeng pihak terkait.

BACA JUGA: Punya Karakter Melankolis? Ketahui Cara Mengoptimalkannya

Mahir di Bidang Lain

Saat ini, mahasiswa harus memiliki talenta lebih, tidak hanya pintar dalam bidang ilmunya saja, tetapi juga harus mengerti hal lain.

Menjadi generasi penerus dituntut untuk mengerti semua hal supaya bisa merubah dunia dengan pengetahuan dan keahlian yang dimiliki. Berikut ini adalah cara supaya kamu bisa mahir juga di bidang lain yang bukan jurusan kamu.

1. Membaca Buku Selain yang Dipelajari di Kampus

Pengetahuan bisa dicari dari berbagai sumber baik secara online maupun offline. Membaca buku merupakan salah satu cara supaya kamu bisa berbakat di bidang yang bukan jurusan kamu.

Pilih bidang yang menarik minat kamu supaya tidak terkesan membosankan. Misalnya saja, kamu jurusan teknik tetapi kamu berminat juga di bidang menulis bidang sosial, maka kamu bisa mengembangkan hobi dan bakat tersebut melalui membaca buku sekaligus praktek menulis.

Keahlian kamu menulis akan terasah ketika kamu sering membaca buku. Sebab, dari buku itu melatih pola pikir dalam membuat suatu tulisan.

Selain itu, mengikuti lomba menulis seperti menulis cerpen, puisi, naskah film juga menjadi solusi untuk kamu yang suka dibidang menulis.

2. Menjadi Enterpreneur

Menjadi pengusaha di usia muda merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Kamu juga bisa menjadi pengusaha sambil kuliah. Bisa dimulai dari usaha yang kecil dulu, seperti menjual buku, makanan ringan, jasa terjemahan dan lain-lain ke teman-teman kamu di kampus.

Selain itu, membangun bisnis online shop menjadi pilihan yang bagus untuk dikembangkan sambil kamu menempuh pendidikan karena waktu yang cenderung fleksibel dan tidak mengganggu jadwal kuliah kamu.

3. Design Grafis

Bagi kamu yang hobi otak-atik software pengedit foto atau video bisa menjadi pilihan untuk menjadikan hobi kamu menjadi keahlianmu di bidang lain.

Banyak sekali mahasiswa yang bukan dari jurusan desain, namun ahli dalam mengedit foto dan video. Jika kamu belum begitu mahir dalam bidang design grafis, kamu bisa belajar secara gratis melalui Youtube mulai dari dasar hingga tingkat ahli.

Niat dan keinginan yang kuat menjadi modal awal supaya keahlian tambahan kamu dapat dikembangkan. Memiliki keahlian di bidang ini juga dapat menghasilkan tambahan.

Misalnya saja desain logo. Jasa desain logo suatu produk di Indonesia kini sudah mencapai ratusan ribu rupiah. Perkembangan dunia digital juga semakin banyak memberikan peluang bagi bidang usaha kreatif ini.

BACA JUGA: Insecure Setelah Lulus Kuliah? Ini Beberapa Tips Mengatasinya

Wawancara dengan Mahasiswa yang Hobi Bisnis

Saya berkesempatan melakukan wawancara langsung dengan mahasiswa yang melakukan bisnis di luar apa yang dipelajari di kampus.

Namanya adalah kak Miranti, yang kuliah di salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Dia berasal dari jurusan keagamaan, namun di sela kuliah ia mengelola toko online batik yang sudah memiliki ribuan followers.

Kak Miranti mengawali bisnis bermula dari hidup di jauh dari keluarga dan serba kekurangan. Saat itu, dia hanya kuliah saja tanpa memiliki kesibukan lain.

Akhirnya ia memberanikan diri untuk membuka toko online dengan sistem re-seller karena dia tidak memiliki modal pada saat itu.

Ia juga sempat menjual mie instan ditawar-tawarkan ke mahasiswa yang tinggal di asrama. Dikarenakan banyak yang berhutang, akhirnya berjualan online yang lebih berpeluang dan tidak menjadikannya rugi.

Usaha yang ia bangun memang kini belum terlampau besar. Namun jiwa bisnis yang melekat pada seorang mahasiswa keagamaan ini patut untuk diapresiasi.

Bahkan dari uang yang dihasilkannya, kini sudah bisa untuk membantu orang tuanya untuk membiayai kuliah.

Menurutnya, jangan menjadikan jurusanmu di kampus menjadi alasan untuk berkarya. Tapi berkaryalah dengan kemauan keras yang kamu miliki.

Pendidikan itu sebagai dasar pola pikir kita, namun berani mencoba itu adalah yang harus dimiliki untuk setiap generasi muda tidak hanya mahasiswa tetapi juga anak muda lainnya.

Kuliah tetap menjadi prioritas, tetapi mengasah kemampuan diri untuk terus berkembang sangatlah penting untuk bekal kehidupan setelah lulus nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *