Bagaimana Kabar Tiga Menteri yang Terserang Covid-19?

RUANGNEGERI.com – Wabah pandemi Covid-19 masih jauh dari kata selesai. Di Indonesia sendiri, alih-alih wabah ini pupus, kasus positif baru justru semakin menggila. Hingga berita ini dibuat, jumlah kasus sudah mencapai angka 200 ribu lebih.

Rata-rata setiap hari ada penambahan sekitar 3.500 lebih kasus. Sementara total orang yang meninggal akibat virus ini telah mencapai angka 10 ribu lebih. 

Klaster atau sumber penyebaran yang berasal dari sebuah kelompok yang sama, terus bermunculan. Penyerangannya tanpa pandang bulu.

Berbagai klaster baru mulai dari pasar tradisional, tempat kerja (pabrik dan kantor) pesantren, hingga klaster pemerintahan. Orang-orang tersohor hingga beberapa menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak luput dari serangan virus ini. 

Celah infeksi itu masih ada, meski jajaran pemerintah begitu giat meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Cuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak sudah diperintahkan dan dilaksanakan, namun kenyataan tetap masih ada tiga menteri Jokowi yang akhirnya harus menjalani karantina sebab terinfeksi virus Corona itu. 

Ketiganya yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, disusul kemudian Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan terakhir adalah nama Menteri Agama Fachrul Razi. 

BACA JUGA: Adakah Opsi Melakukan Draconian Measures Bagi Pemerintah Indonesia?

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi menteri pemerintahan Jokowi yang diketahui positif terinfeksi virus Corona.

Melansir dari Detik.com (14/03/2020), melalui sebuah konferensi pers, di Kementerian Sekretariat Negara, Budi Karya Sumadi diketahui positif. Ia menjadi menteri pertama dengan nomor 76 yang terkena Covid-19 di awal-awal wabah tersebut memasuki wilayah Indonesia. 

Berdasarkan keterangan dari pihak RSPAD tersebut, awalnya Menteri Budi mengeluh sakit dan dirawat di sebuah rumah sakit swasta. Namun dalam perkembangannya, kondisinya semakin memburuk. Dia mengalami kesulitan dalam bernapas dan akhirnya harus dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. 

Pihak medis di RSPAD langsung memberikan perawatan intensif, dengan memasangkan sejumlah alat-alat medik untuk membantu pernapasan Menteri Budi. Hasil lab pun keluar dan menyebutkan Menteri Budi positif terinfeksi Covid-19. 

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno memberikan keterangan bagaimana Budi Karya Sumadi bisa terinfeksi virus Corona. “Beliau selama ini sangat aktif dalam menangani wabah pandemi, dan tugas tersebut membuat beliau harus aktif dalam melakukan kunjungan ke beberapa tempat dan bertemu dengan banyak orang,” ungkap Pratikno. 

Beberapa pihak memperkirakan jika Menteri Budi Karya Sumadi terpapar virus Covid-19 disebabkan karena sebelumnya turut menyambut awak kapal pesiar Diamond Princess.

Sebelumnya, kapal pesiar yang berlabuh di Yokohama, Jepang itu juga menjadi episentrum dari penyebaran virus Corona. Namun Menteri Pratikno enggan mengkonfirmasi kabar tersebut.

Perkembangan kondisi Menteri Budi Karya berikutnya berangsur membaik dan mulai terlihat aktif lagi. Namun sekitar 15 hari berada di rumah setelah pulang dari rumah sakit, Menteri Budi kembali menjalani isolasi karena saat mengikuti tes dirinya terindikasi positif Corona lagi. 

Meski dua kali positif Corona, namun Menteri Budi bisa sembuh dan kali ini benar-benar memaksimalkan proses penyembuhan untuk waktu yang lebih lama. Ia pun kini sudah kembali bertugas seperti sedia kala. 

Ada yang hal yang menarik dari kasus yang menimpa Menteri Budi. Sebelum dikabarkan positif, dirinya begitu percaya diri menyebut warga Indonesia kebal akan wabah virus Covid-19.

Orang Indonesia disebutnya gemar mengkonsumsi nasi kucing, sehingga tahan virus. Saat itu, memang Indonesia masih belum diketahui akan kasus Covid-19.

BACA JUGA: Kebijakan New Normal dan Herd Immunity

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

Nama Edhy Prabowo menjadi menteri kedua pemerintahan Jokowi yang terinfeksi virus. Berbeda dengan Menteri Budi, kabar Menteri Edhy positif Covid-19 tidak diberitahukan secara resmi oleh pejabat negara.

Datangnya kabar Menteri Edhy positif malah berasal dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Danial Johan. Komisi IV merupakan rekan kerja terdekat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

Tidak ada begitu banyak informasi mengenai proses perawatan Edhy Prabowo saat terinfeksi virus Covid-19. Kabar lebih lengkap disampaikan oleh Juru Bicara Khusus Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat sang menteri sudah dinyatakan sembuh dan beraktifitas kembali.  

Dasco mengatakan jika Menteri Edhy mendapatkan perawatan intensif dan menjalani isolasi ketat di unit Gawat Darurat (ICU) RSPAD Gatot Subroto. 

“Benar jika saudara Edhy Prabowo terinfeksi Covid-19. Namun beliau merasa kondisinya sudah berangsur membaik, dan bisa makan enak. Alhamdulillah hasil tes swab beliau pun dinyatakan negatif,” kata Dasco menjelaskan. 

Kabar terakhir, Menteri Edhy masih belum kembali beraktifitas seperti sedia kala. Pada saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI tanggal 22 September lalu, Menteri Edhy juga berhalangan hadir. 

BACA JUGA: Menelaah Urgensi Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Menteri Agama Fachrul Razi

Kabar terakhir dari jajaran menteri pemerintahan Jokowi yang diketahui terinfeksi Covid-19 adalah Menteri Agama Fachrul Razi.

Melansir dari Tempo.co (23/09/2020), informasi Menteri Fachrul positif Covid-19 diumumkan oleh Kevin Haikal yang menjadi staf khususnya.  “17 September kemarin Menag menjalani tes swab dan hasil yang keluar menyatakan positif.” 

Meski terinfeksi Covid-19, pihaknya menjelaskan bahwa kondisi Menteri Fachrul dalam kondisi yang baik dengan tidak menunjukkan gejala-gejala yang mengkhawatirkan. Meski demikian, isolasi mandiri secara ketat terus dijalani oleh menteri kelahiran Banda Aceh tahun 1947 tersebut. 

Diketahui, Menag Fachrul sempat melakukan sejumlah kunjungan ke beberapa daerah. Salah satunya adalah mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) selama dua hari, yakni pada tanggal 16 sampai dengan 17 September lalu. Saat itu, Menteri Fachrul memang banyak berinteraksi dengan banyak orang. 

Hasil dari perawatan dan isolasi mandiri yang cukup ketat oleh Menteri Fachrul itupun rupanya membuahkan hasil. Kondisi terakhir Menteri Fachrul berangsur-angsur membaik. Dokter pun mengkonfirmasi demikian. 

“Beberapa jam yang lalu beliau makan telur rebus sambil menonton televisi dan mengikuti perkembangan informasi melalui beberapa media,” lanjut Kevin. 

Kepada Kevin, Menteri Fachrul menitipkan ucapan terima kasih atas perhatian dari masyarakat dan juga doa demi kesembuhan dirinya.

Tak lupa, Menteri Fachrul juga meminta agar proses tracing atau pelacakan terhadap orang-orang yang pernah berinteraksi dengan dirinya terus dilakukan. 

Orang-orang terdekat termasuk keluarga dari Menteri Fachrul pun telah menjalani tes swab dan hasilnya diketahui negatif. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *