Intensitas Hujan Tinggi, Australia Diterjang Banjir Bandang

RUANGNEGERI.com – Hujan lebat mengakibatkan banjir bandang di Pantai Timur Australia pada hari Sabtu sore, 20 Maret 2021 waktu setempat. Banjir tersebut mengakibatkan tornado kecil, tutupnya akses jalan dan pemutusan aliran listrik.

Melansir Reuters (20/03/2021), pemerintah setempat terpaksa harus mengevakuasi warga yang terdampak. Di Sydney, salah satu kota terbesar di Australia yang dihuni sekitar sepertiga dari total penduduk Australia yang berjumlah 25 juta jiwa, pihak berwenang meminta warga setempat untuk tetap tinggal di rumah.

Namun bagi warga yang tinggal di area dataran rendah diminta untuk meninggalkan rumah mereka. Hal itu membuat ratusan orang berbondong-bondong pergi ke pusat evakuasi di bagian utara kota Sydney.

Sebelumnya, pemerintah setempat telah memberikan peringatan kepada warganya tentang bahaya banjir selama beberapa hari mendatang.

“Saya benci mengatakan hal ini kembali kepada semua warga negara bagian kami, namun ini tidak akan menjadi pekan yang mudah untuk kami,” kata Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales (NSW) Gladys Berejiklian dalam konferensi pers.

“Hujan mungkin tidak akan berhenti hingga hari Kamis atau Jumat,” imbuhnya. 

Rumah-rumah penduduk dan pusat bisnis rusak diterjang oleh banjir bandang. Hewan khas Australia, kangguru, juga ikut terbawa arus. Sejauh ini belum ada korban jiwa yang dilaporkan.

Baca juga: Pemerintah Australia Paksa Google dan Facebook Membayar Konten Berita

Distribusi Vaksin Covid-19 Tertunda

Pemerintah Australia telah merencanakan untuk meningkatkan distribusi vaksin Covid-19 selama peluncuran Fase 1b pada hari Senin besok. Distribusi vaksin diperkirakan akan diberikan kepada sebanyak 6,1 juta jiwa penduduk Australia.

Penduduk yang akan menerima vaksin pada Fase 1b adalah tenaga kesehatan yang belum menerima vaksinasi, penduduk lanjut usia di atas 70 tahun, penduduk Aborigin serta penduduk di Selat Torres yang berusia di atas 55 tahun.

Selain itu, orang dewasa yang memiliki riwayat medis dan kritis serta pekerja yang memiliki pekerjaan berisiko tinggi juga akan masuk di Fase 1b.

Namun, cuaca ekstrem dan banjir bandang yang kini tengah melanda negara bagian NSW memaksa peluncuran vaksin Covid-19 ditunda. Penundaan ini karena sulitnya mendistribusikan vaksin ke daerah yang terkena dampak paling parah.

“Vaksin sedang dikirim ke seluruh negara bagian dan akan tersedia di sebagian besar lokasi pada akhir pekan,” kata juru bicara Pemerintah Federal.

“Karena kondisi cuaca ekstrem dan banjir di sebagian besar wilayah di NSW, pengiriman vaksin tertunda di Sydney dan beberapa daerah di NSW. Departemen Kesehatan bekerja secara langsung dengan para dokter terkait masalah ini dan kami meminta kesabaran dan pengertian dari masyarakat atas penundaan yang tidak terduga ini,” lanjutnya.

Baca juga: Kembalinya Macron dan Le Pen di Bursa Calon Presiden Prancis 2022

Pemandangan yang Memilukan

Agata Imielska dari Badan Meteorologi mengatakan Pantai Utara Tengah menerima curah hujan yang telah “memecahkan rekor untuk bulan Maret dengan (curah hujan) 100 sampai 200 mm,” ungkapnya mengutip The Sydney Morning Herald (20/03/2021).

Bendungan di sekitar Sydney telah diperkirakan akan meluap selama akhir pekan. Kota-kota lainnya di sepanjang Pantai Utara NSW seperti di Port Macquarie dan Taree juga terkena banjir.

“Pemandangan yang sangat memilukan,” ujar Perdana Menteri Scott Morisson.

Bencana banjir bandang ini juga menyebabkan satu kanguru terseret arus banjir dan hampir tenggelam. Melansir ABC News (19/03/2021), peristiwa tersebut berhasil terekam kamera seorang perempuan bernama Jenny Farrell di daerah Pantai Utara Tengah.

Farell menyaksikan kanguru tersebut nyaris tenggelam di Lansdowne, sebelah barat Crowdy Head. Dalam video berdurasi 46 detik itu menunjukkan bahwa kanguru berhasil mempertahankan kepalanya berada di atas air untuk tetap bernafas.

Hewan tersebut selamat dengan berenang mendekati permukaan daratan dan berhasil memanjat keluar ke tempat yang aman.

Baca juga: Tiongkok Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Ambisius untuk Mengurangi Ketergantungan Kepada AS

Angin Kencang Disertai Hujan Lebat 

Banjir yang melanda Australia dikabarkan disebabkan oleh angin tornado kecil yang disertai dengan curah hujan lebat. Serbuan angin kencang tersebut melemparkan sebuah trampolin ke arah rumah warga. Pohon-pohon banyak yang tumbang, atap atap rumah warga juga banyak yang rusak.

Namun demikian, ahli meteorologi David Wilkie mengatakan sejauh ini baru bisa menangkap putaran angin kencang. Belum bisa dipastikan bahwa secara teknis disebut tornado atau angin kencang biasa.

“Sulit untuk mengatakan hal itu dengan tepat. Apakah itu mencapai ambang batas yang bisa disebut tornado memang masih dapat diperdebatkan. Melihat dari kerusakannya, jelas memang ada angin kencang yang melewati area tersebut,” terangnya.

Layanan darurat dipanggil ke Chester Hill pada Sabtu pagi waktu setempat setelah adanya laporan kerusakan akibat badai meluas di seluruh area.

Ada lebih dari 30 rumah rusak dan banyak di antaranya yang runtuh sebagian serta listrik mati di sebagian besar wilayah.

“Petugas penyelamat sedang bekerja untuk menyingkirkan pepohonan, atap dan melalukan penilaian dampak,” ungkap regu penyelamat Negara Bagian NSW melalui akun resmi twitter.

“Badai telah melanda Sydney barat. Lebih dari 30 rumah rusak dan saat ini sedang di evaluasi oleh 20 orang pemadam kebakaran setempat. Listrik dan lalu lintas terdampak,” lanjutnya. 

Nur Fauziyah Pradita

Alumnus Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, menaruh minat pada isu-isu internasional dan pembangunan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *