Asap Kebakaran Hutan Kalifornia Merambah Hingga Eropa

RUANGNEGERI.com – Dampak kebakaran lahan dan hutan di Kalifornia, Amerika Serikat tidak hanya dirasakan penduduk di sekitar Pantai Barat saja. Asap dari kebakaran tersebut telah mencapai Eropa Utara.

Melansir dari CNN (16/09/2020), kebakaran yang dimulai pada pertengahan Agustus ini terjadi di wilayah Kalifornia dan Kolorado. Ini merupakan kebakaran lahan terburuk sejak tahun 2003.

“Skala dan magnitude kebakaran kali ini berada di level yang jauh lebih tinggi dari kebakaran manapun” selama 18 tahun terakhir. Demikian disampaikan Mark Perrington, ilmuwan senior dari Copernicus Atmosphere Monitoring Service atau CAMS.

Kebakaran tersebut terjadi merata di beberapa wilayah dan berefek pada hampir semua negara bagian. Ibukota negara, Washington, juga tidak luput dari kebakaran lahan serius.

Hal yang sama juga dialami beberapa negara bagian lain di AS. Situasi itu semakin diperparah dengan kondisi cuaca yang panas, kering dan berangin kencang.

Para ilmuwan CAMS menyebutkan bahwa kebakaran kali ini adalah “puluhan hingga ratusan kali lebih intens” selama periode 2003-2019.

Asap memenuhi udara di seluruh Amerika Utara sebelum akhirnya sampai di Eropa Utara. Terlihat dari pantauan satelit, asap tebal melayang hingga 8.000 km (5.000 mil) melintasi Samudera Atlantik.

Indikator ketebalan asap adalah aerosol optical depth (AOD). Saat ini level AOD di seluruh bagian barat AS berada di angka tujuh atau lebih. Sementara “level satu saja sudah berpotensi memperburuk kondisi udara,” pungkas Perrington.

Kenyataan bahwa asap tebal di atmosfer bahkan mencapai benua lain, menunjukkan “betapa berbahayanya durasi dan besaran kebakaran kali ini,” lanjutnya.

Masih berdasarkan pantauan satelit CAMS, asap tebal tersebut masih akan menetap di Eropa dalam beberapa hari mendatang. Namun sudah mulai berbalik ke AS dan Kanada.

Menurut Lembaga Gabungan Pusat Kebakaran Nasional AS, hingga Rabu kemarin, terdapat 87 titik api di 11 negara bagian. Kabut asap menyulitkan personel damkar untuk menjinakkan api di lokasi kejadian.

Hingga Rabu kemarin, sedikitnya 10 orang meninggal dunia dan 22 lainnya hilang di Oregon. Selain itu, tercatat 25 orang meninggal di Kalifornia akibat kondisi ini sejak bulan Agustus lalu.

Kebanyakan korban adalah anak-anak dan manula. Dengan rentang usia antara 16-70 tahun. Korban terbanyak terdapat di Butte County.

Kebakaran lahan dan hutan juga menyumbang 21,7 megaton karbon ke udara Kalifornia. Sementara Oregon memiliki 7,3 megaton karbon di atmosfernya, dan Washington sebanyak 1,7 megaton. Hal itu menjadikan udara di wilayah Pantai Barat AS memiliki kualitas terburuk di dunia saat ini.

BACA JUGA: Aktivitas Manusia Membuat Usia Hutan Menjadi Lebih Singkat

Fakta Kebakaran Hutan di AS

Total dampak kebakaran lahan telah mencapai luas 4,7 juta hektar. Lembaga Gabungan Pusat Kebakaran AS menyatakan pihaknya akan “terus bekerja tanpa mengenal waktu.” Seperti disampaikan Walikota Sacramento Darrell Steinberg.

Situasi masih tidak bisa diprediksi di Pantai Barat dan Kalifornia. Korban yang dilarikan ke rumah sakit terus bertambah. Paling tidak 10 orang lagi tewas di Oregon. Ditambah properti dan lahan pribadi yang ikut dirambah api.

Bukan hanya sibuk menyelamatkan manusia, para pemadam kebakaran juga sibuk menyelamatkan hewan-hewan. Kuda, anjing, kucing bahkan unggas ditinggalkan begitu saja. Sementara pemilik mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Ini pertama kalinya kami butuh mobil medis,” ujar Kapten Timothy Fox dari Kepolisian Oregon. Mobil ini akan berpatroli untuk melihat dan memberikan pertolongan pertama pada korban di tempat kejadian.

BACA JUGA: Cacat Logika Omnibus Law RUU Cipta Keja dari Aspek Lingkungan

Penyebab Kebakaran

Melansir dari laman BBC.co.uk, Lahan dan hutan di AS yang terbakar dipicu oleh terbakarnya semak belukar. Semak-semak yang kering memang mudah sekali terbakar. Hal yang sama juga sering menjadi penyebab kebakaran di negara lain. Sebut saja Australia.

Penyebab kebakaran lahan dan semak belukar bisa beragam. Cuaca yang sangat panas dan kering adalah salah satunya. Makin tinggi suhu di daerah tersebut, makin mudah semak belukar terbakar.

Penyebab lainnya adalah kesalahan manusia. Entah itu karena kesengajaan atau ketidaksengajaan. Faktor ketidaksengajaan misalnya api unggun yang tidak mati dengan sempurna. Atau korek api yang dilemparkan ke semak belukar.

Faktor kesengajaan biasanya berhubungan dengan pembukaan lahan untuk perkebunan, perumahan maupun sektor usaha lainnya. Hal itu juga marak terjadi di Indonesia.

Semak belukar dapat terbakar dalam beberapa menit. Apinya bisa cepat pula padam. Tapi asapya bertahan berhari-hari. Cuaca ekstrim dan angin kencang dapat membuat area bakaran meluas. Hingga ke lahan dan hutan di sekitarnya.

Periode berbahaya akan kebakaran ini berbeda-beda di tiap wilayah. Tergantung iklim dan cuaca. Untuk Kalifornia dan wilayah sekitarnya yang hangat, puncak musim panas  adalah waktu yang harus diwaspadai.

Di beberapa negara seperti Australia, musim panas dan musim gugur. Sedangkan di negara tropis hampir sepanjang tahun bisa saja terjadi kebakaran lahan dan semak.

Kebakaran lahan dan hutan dapat menyebabkan banyak masalah. Mulai dari kehilangan flora dan fauna, terbakarnya lahan pribadi, hingga kabut asap yang merusak paru-paru. Kebakaran di AS ini bahkan telah menyebar hingga mengenai rumah-rumah dan properti pribadi.

Ada beberapa cara untuk mencegah hal itu terjadi. Salah satunya adalah menyingkirkan sampah kering dan ranting-ranting dari sekitar rumah. Sebab, benda-benda ini sangat mudah terbakar.

Selain itu juga disarankan untuk menutup jendela dan lubang-lubang di rumah. Hal itu akan bisa mencegah masuknya percikan api dan ranting terbakar yang tertiup angin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *