AS Memutuskan untuk Menarik Diri dari WHO

RUANGNEGERI.com – Amerika Serikat secara resmi telah menyampaikan kepada Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, terkait penarikannya dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Melansir dari laman CNBC (07/07/2020), seorang pejabat WHO mengkonfirmasi pemberitahuan tersebut, “kami telah menerima laporan bahwa AS telah mengirimkan pemberitahuan resmi kepada Sekjen PBB bahwa mereka menarik diri dari WHO efektif per 6 Juli 2021.”

Presiden AS, Donald Trump telah berulang kali mengkritik WHO dengan mengklaim bahwa Tiongkok memiliki kendali penuh atas organisasi kesehatan itu. Serta membiarkan dirinya tersesat selama masa-masa awal pandemi Covid-19, virus yang pertama kali muncul di provinsi Wuhan, Tiongkok.

Pada bulan April, Trump pertama kali mengumumkan bahwa dia akan menghentikan pendanaan AS untuk WHO. Kecuali jika WHO melakukan perbaikan substantif dalam waktu 30 hari.

Kemudian pada 29 Mei, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa “kami akan mengakhiri hubungan kami dengan WHO dan mengarahkan dana itu ke badan amal kesehatan masyarakat global lainnya” kata Trump, dikutip dari BBC News.

“Karena mereka gagal melakukan reformasi yang diminta dan sangat dibutuhkan. Kita hari ini akan memutuskan hubungan kita dengan Organisasi Kesehatan Dunia” kata Trump pada akhir Mei.

Dikutip dari laman berita Reuters (08/07/2020), WHO telah membantah pernyataan Trump terkait adanya disinformasi Tiongkok mengenai virus tersebut.

AS adalah kontributor tunggal terbesar badan kesehatan global yang menyumbang sekitar $ 450 juta (£ 324 juta; € 360 juta) pada tahun 2019, sekitar 15% dari total anggarannya. Sementara, Tiongkok menyumbang sekitar $ 40 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Penarikan itu akan mempertanyakan kelayakan finansial WHO dan masa depan dari banyak programnya yang mempromosikan perawatan kesehatan dan menanggulangi penyakit.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 di AS Masih Tinggi, Warganya Dilarang Memasuki Eropa

Proses Pengunduran Diri AS Berlangsung Selama Setahun

Donald Trump telah melakukan berbagai kebijakan khususnya untuk menstimulus sektor industri ketika kasus Covid-19 kembali melonjak di AS.

Hampir 3 juta orang di negara itu telah tertular penyakit Covid-19. Sementara lebih dari 130.000 orang telah meninggal, menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins.

Banyak yang mempertanyakan, apakah presiden memiliki wewenang sepihak di bawah hukum AS untuk menarik diri dari WHO tanpa persetujuan dari Kongres?

Demikian juga dengan Demokrat yang ikut mempertanyakan legalitas langkah tersebut tanpa persetujuan Kongres. Di bawah resolusi Kongres pada tahun 1948, AS dapat menarik tetapi harus memberikan pemberitahuan satu tahun dan harus membayar biaya yang luar biasa.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan bahwa “sekretaris Jenderal sedang dalam proses verifikasi dengan WHO, apakah semua persyaratan untuk penarikan seperti itu dipenuhi atau belum.”

Wakil Presiden, Mike Pence dalam wawancara dengan Fox News ditanya terkait keputusannya, apakah dinilai tepat untuk memutuskan hubungannya dengan WHO.

Pence dengan yakin mengatakan bahwa “ini benar-benar saat yang tepat. Organisasi ini mengecewakan dunia, pasti ada konsekuensinya.”

Pengamat mencatat bahwa karena prosesnya memakan waktu satu tahun untuk diselesaikan, seorang penerus Trump dapat membalikkan keputusan jika dia tidak terpilih kembali dalam pemilihan umum November di AS.

Pemberitahuan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah langkah pertama dalam proses selama setahun yang akan bergantung pada beberapa faktor di luar kendali Trump. Termasuk kerja sama dari Kongres dan pemilihan kembali presiden sendiri pada bulan November 2020, yang keduanya tidak dijamin akan hasil ke depannya.

Calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden menulis di Twitter bila dia akan meminta AS bergabung kembali dengan WHO pada hari pertama masa kepemimpinannya.

“Warga Amerika lebih aman ketika Amerika terlibat dalam memperkuat kesehatan global. Pada hari pertama saya sebagai Presiden, saya akan bergabung kembali bersama WHO” tulis Biden di akun twitternya.

Berdasarkan ketentuan penarikan, AS harus memenuhi kewajiban keuangannya kepada WHO sebelum dapat diselesaikan. Saat ini berutang kepada WHO sekitar $ 200 juta dalam iuran saat ini dan masa lalu.

BACA JUGA: Presiden Trump Rayakan Hari Kemerdekaan di Gunung Bersama Ribuan Warga AS

Keputusan Trump Dinilai Membahayakan

Kekhawatiran akan keputusan yang dibuat oleh Trump ini telah diungkapkan oleh dokter, diplomat dan komunitas kesehatan dunia.

Senator Demokrat, Bob Menendez menulis pendapatnya di akun Twitternya, “Kongres menerima pemberitahuan bahwa POTUS (Kantor Kepresidenan AS) secara resmi menarik AS dari WHO di tengah-tengah pandemi. Ini tidak akan melindungi kehidupan atau kepentingan Amerika, itu justru meninggalkan orang sakit dan sendirian (di panggung internasional)” tulisnya.

WHO adalah badan internasional independen yang bekerja dengan PBB. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa WHO “benar-benar kritis terhadap upaya dunia untuk memenangkan perang melawan Covid-19.”

Asosiasi tenaga kesehatan AS atau AMA (American Medical Association) menyatakan bahwa “penarikan resmi Trump dari WHO menempatkan kesehatan negara kita dalam risiko besar.”

“Kita bergabung dalam pertentangan kuat terhadap keputusan ini, yang merupakan kemunduran besar bagi sains, kesehatan masyarakat, dan upaya koordinasi global yang diperlukan untuk mengalahkan Covid-19,” tambahnya.

Penarikan itu juga dapat membahayakan akses AS ke vaksin Covid-19 yang menyelamatkan nyawa, kata Lindsay Wiley, seorang profesor hukum di Universitas Amerika.

“Mengingat kemampuan manufaktur vaksin kami di AS terbatas, untuk menarik diri dari organisasi pada tahap ini dalam krisis. Ketika kami berada di puncak pengembangan vaksin yang aman dan efektif dan berpikir tentang bagaimana mendistribusikannya, akan menjadi kesalahan yang mengerikan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *