Arab Saudi Secara Bertahap Kembali pada ‘New Normal’

RUANGNEGERI.com – Kehidupan normal di Arab Saudi mulai kembali dibuka pada hari Ahad (21/06/2020). Setelah negaranya memberlakukan karantina nasional selama 91 hari penuh, demi membendung penyebaran virus corona baru di seluruh kerajaan.

Media Saudi juga melaporkan bahwa mulai Ahad pagi, Arab Saudi telah mengakhiri jam malam sepenuhnya di semua wilayah kerajaan nasional dan mencabut pembatasan bisnis di negaranya.

Semua kegiatan komersial dan ekonomi akan dikembalikan di semua kota dan wilayah Saudi. Meskipun demikian, individu dan perusahaan harus tetap mempertimbangkan protokol kesehatan.

Yaitu, mengharuskan setiap orang berkomitmen untuk menjaga jarak sosial, memakai masker untuk menutupi hidung dan mulut serta melarang pertemuan lebih dari 50 orang.

Langkah-langkah tersebut harus dinilai dan ditinjau secara berkala oleh Kementerian Kesehatan Saudi (MOH).

Otoritas setempat mengatakan bahwa Kerajaan akan kembali ke keadaan normal berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan.

Dimulainya kembali semua kegiatan ekonomi dan komersial harus dilakukan dengan komitmen penuh dengan tetap memperhatikan langkah-langkah pencegahan dan penyebaran virus.

Warga Arab juga didesak untuk mengunduh aplikasi Tawakkalna dan Tabaud (Jarak) di setiap gawai mereka. Untuk tetap mengikuti semua petunjuk kesehatan, arahan dan perkembangan tentang penyebaran Covid-19.

Para pejabat terus menekankan perlunya semua warganya dan para pengusaha untuk memikul tanggung jawab mereka dengan mematuhi tindakan pencegahan dan penyebaran.

Selain itu juga mau berkomitmen pada semua instruksi yang dikeluarkan oleh otoritas kebijakan di Kerajaan.

“Siapa pun yang melanggar keputusan dan instruksi akan didenda sesuai dengan hukuman yang berlaku untuk individu dan fasilitas” kata sumber resmi kementerian.

Semua prosedur yang disebutkan harus mematuhi pada evaluasi dan tinjauan berkala oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Sebelumnya, kementerian dalam negeri mengatakan bahwa pembatasan akan mereda. Di mana beberapa kegiatan ekonomi dan komersial akan dilanjutkan untuk kembali ke ‘new normal’ sesuai dengan persetujuan Raja Salman bin Abdul Aziz.

BACA JUGA: Covid-19 Makin Mengganas, Begini Kondisi Penerbangan AS

Penerbangan Internasional Saudi Belum Dibuka

Kembalinya kehidupan normal Saudi ternyata belum berlaku bagi penerbangan dan seluruh aktivitas perjalanan melalui jalur keluar-masuk laut maupun juga jalur darat menuju ke Saudi.

Semua rute internasional menuju dan dari Arab Saudi akan terus ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Banyaknya rumor terkait dibukanya kembali penerbangan. Saudia Airlines milik Kerajaan menanggapi bila penerbangan diharapkan dapat dilanjutkan secara bertahap dan jadwal akan diumumkan melalui saluran resmi.

Adanya pengecualian bagi penerbangan yang membawa warga Arab Saudi yang terdampar di luar negeri, akan diizinkan memasuki Kerajaan dari luar negeri.

Sementara, penerbangan domestik di Kerajaan melalui maskapai nasionalnya telah dibuka pada 31 Mei lalu, setelah ditangguhkan selama lebih dari dua bulan.

Tidak dibukanya rute internasional juga berdampak kepada Umrah, Haji dan visa kunjungan yang selama ini menjadi dominan pengunjung bagi Arab Saudi.

Haji, Umrah dan semua kunjungan ke tempat-tempat suci tetap ditangguhkan. Pada bulan Maret, Arab Saudi telah meminta umat muslim untuk menunda rencana haji dan menangguhkan haji umrah sampai pemberitahuan lebih lanjut. Karena keputusannya akan ditinjau secara berkala mengikuti perkembangan baru.

Beberapa negara, termasuk Malaysia dan Indonesia, memutuskan untuk tidak mengizinkan warga negara mereka untuk hadir.

Sekitar 2,5 juta jamaah yang biasanya melakukan perjalanan ke kota Mekah dan Madinah untuk ziarah tahunan nampaknya masih harus menahan diri.

BACA JUGA: Industri Utama AS Terancam Bangkrut, Ini Kebijakan dari Pemerintahan Trump

Seluruh Masjid Telah Dibuka Kembali

Ribuan jamaah mulai Ahad pagi telah berbondong-bondong ke masjid-masjid di kota suci, Mekah pada hari pertama pembukaan kembali setelah penutupan selama tiga bulan.

Jamaah sudah melakukan salat Subuh di dalam masjid di tengah protokol kesehatan. Beberapa di antaranya adalah menggunakan sajadah pribadi, menjaga jarak 1 meter antara jamaah, melakukan wudhu di rumah serta mengenakan masker wajah pelindung.

Para jamaah juga disarankan untuk menghindari jabat tangan, menggunakan aplikasi pada ponsel mereka untuk membaca Al-Quran atau menggunakan salinan pribadi dari kitab suci mereka.

Cabang Kementerian Urusan Islam di Mekah telah menyiapkan hampir 1.560 masjid di kota Mekah untuk dibuka kembali. Tentunya dengan melakukan tindakan pencegahan dan memastikan sterilisasi habis-habisan di tempat-tempat ibadah.

Mereka juga menerima puluhan relawan yang akan bekerja untuk menerapkan tindakan pencegahan di dalam masjid kota.

Untuk masjid di seluruh kerajaan, kecuali di Mekah, telah diizinkan untuk shalat berjamaah dan dibuka lebih dulu sejak akhir bulan Mei lalu. Hal itu menjadi bagian dari rencana bertahap untuk menuju ‘new normal’.

Meskipun demikian, kasus Covid-19 di Saudi bukan berarti hilang sepenuhnya. Jumlah orang yang terinfeksi justru diberitakan masih meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah relaksasi gerakan dan pembatasan perjalanan pada 28 Mei lalu.

Pihak kerajaan mengumumkan ada 3.941 kasus baru Covid-19 hingga hari Sabtu. Masih ada 154.233 orang di Arab Saudi yang positif corona. Dari 54.086 kasus, 1.955 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Departemen Kesehatan mengumumkan 3.153 pemulihan baru, dengan jumlah total menjadi 98.917 sementara 46 kematian baru telah dilaporkan, meningkatkan jumlah kematian menjadi 1.230.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *