Apa itu Blockchain? Yuk Kenali Sebelum Berinvestasi di Aset Kripto

  • Whatsapp
Mengenal apa itu blockchain. Blockchain adalah teknologi yang berkaitan dengan crypto.
freepik.com/rawpixel.com

RUANGNEGERI.com – Sejarah blockchain pada awalnya teknologi ini dibuat oleh sepasang teknisi ahli di bidang teknologi, Stuart Haber and W. Scott Stornetta pada tahun 1991 menciptakan sistem awal blockchain, kemudian seseorang anonim bernama Satoshi Nakamoto menerapkan sistem tersebut bersamaan dengan Bitcoin. Awalnya sistem ini untuk sebagai sistem yang terdesentralisasi, permanen, dan dapat diakses publik untuk mencatat pembuatan dan distribusi Bitcoin.

Pengertian blockchain secara literal atau secara gramatikal adalah terdiri dari dua kata, yakni block (kelompok atau grup) dan chain (rantai atau jaringan). Penyebutan ini menunjukkan cara kerja dari blockchain menggunakan sistem komputer guna menciptakan block yang saling terhubung dalam melakukan suatu transaksi.

Bacaan Lainnya

Mengenal Blockchain

Blockchain adalah database yang tersebar pada berbagai jaringan komputer yang saling terhubung. Sebagai database digital, sistem ini menyimpan setiap data dalam bentuk data atau digital.

Perbedaan mendasar antara blockchain dengan database pada umumnya adalah bagaimana data tersebut terstruktur. Sistem ini mengumpulkan informasi bersamaan dalam sebuah kelompok block yang memiliki kapasitas penyimpanan tertentu.

Kemudian jika block tersebut terisi oleh informasi maka block akan tertutup dan tersambung pada block lainnya yang membentuk rantai kumpulan informasi. Setiap block baru akan menambahkan setiap adanya informasi baru yang terkumpul

Sistem blockchain bertujuan untuk menyimpan dan mendistribusikan informasi atau data digital yang pihak lain tidak dapat menyunting secara sembarangan. Sederhananya, blockchain seperti sebuah buku yang berisi data atau informasi yang tidak mengijinkan sembarang orang untuk mengubah, menghapus, atau menghancurkan. Hal ini membuat teknologi ini juga bernama sebagai distributed ledger technology (DLT).

Bentuk investasi berupa aset kripto seperti bitcoin, ethereum, ripple, dan aset kripto lainnya memanfaatkan teknologi blockchain. Bitcoin dan blockchain sendiri memiliki keterkaitan erat, yaitu bahwa bitcoin beroperasi berdasarkan sistem teknologi ini. Oleh karena itu blockchain punya peran penting dalam sistem kripto untuk mencatat setiap transaksi dengan aman dan terdesentralisasi.

Baca Juga:

Cara Kerja Blockchain

Setiap terjadi suatu transaksi maka akan mengisi block-block yang ada dan mencatat detail dari informasi transaksi tersebut. Block-block ini tersebar dan terhubung antara block satu dan block lainnya pada seluruh sistem blockchain.

Block membentuk rantai rangkaian informasi sebagai aset termutasi dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Hal ini membuat setiap block mencatat dan mengonfirmasi informasi yang sama dalam waktu yang bersamaan. Rantai block ini mencegah terjadinya pengubahan, penghapusan, atau penghancuran informasi yang ada pada setiap block.

Setiap menambah block baru maka akan menguatkan dan memberikan validasi pada block-block sebelumnya dan keseluruhan sistem blockchain. Hal ini mencegah kerusakan informasi pada setiap block dengan memberikan informasi yang permanen. Sehingga menghilangkan kemungkinan terjadinya gangguan dari pihak-pihak yang bermaksud untuk merusak informasi.

Keunggulan dan Kelemahan Blockchain

Keunggulan

Akurasi sistem

Sistem komputer beroperasi secara otomatis tanpa intervensi manusia akan memproses dan menyetujui transaksi pada jaringan. Hal ini dapat mengurangi tingkat human error dan meningkatkan akurasi pencatatan data atau informasi.

Mengurangi Biaya

Pada proses transaksi biasanya akan timbul biaya tambahan seperti biaya bank atau biaya lainnya. Teknologi ini mampu mengurangi atau bahkan menghilangkan biaya tambahan tersebut.

Sistem yang Terdesentralisasi

Teknologi ini tidak menyimpan informasi secara sentral, tetapi dengan mendistribusikannya secara lintas jaringan. Hal ini membuat informasi dalam teknologi ini menjadi sulit untuk diotak-atik.

Mengefisiensikan Transaksi

Transaksi yang melalui otoritas sentral membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan. Sedangkan melalui blockchain, hal ini dapat selesai dalam waktu kurang dari 10 menit. Hal ini sangat berguna bagi transaksi lintas border.

Transaksi secara Privat

Teknologi ini memberikan akses pada user untuk mengakses detail transaksi, tetapi mereka tidak dapat mengakses informasi tentang user yang melakukan transaksi tersebut. Hal inil membuat teknologi ini menyediakan kerahasiaan bagi transaksi user.

Kelemahan

Biaya yang Tinggi

Meskipun melalui teknologi ini dapat menghemat biaya transaksi saat user menggunakannya, tetapi dalam proses kustomisasi teknologi ini baru hanya beberapa orang saja yang dapat mengerjakannya atau masih kurangnya sumber daya manusia di bidang ini, khususnya di Indonesia.

Hal ini karena sistem ini masih tergolong baru, sehingga tenaga ahli di bidang ini masih belum banyak jumlah sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidang ini Hal ini membuat proses penggunaan teknologi ini menjadi sangat mahal bagi perusahaan yang ingin menggunakannya.

Membutuhkan Energi Besar

Meskipun teknologi ini dapat menghemat user dalam biaya transaksi, tetapi teknologi inisendiri tidak murah. Sebagai contoh dalam transaksi bitcoin menggunakan teknologi ini membutuhkan energi sebesar 204TWH yang setara dengan konsumsi energi negara Thailand.

Aktivitas Ilegal

Meskipun kerahasiaan dalam jaringan ini dapat melindungi user, tetapi hal ini juga memberikan celah bagi aktivitas ilegal seperti kejahatan untuk menggunakan sistem ini dalam melakukan transaksi ilegal.

Regulasi

Tidak jelasnya dan tidak adanya regulasi mengenai teknologi blockchain ini membuat teknologi ini berada dalam area abu-abu dan dapat terancam untuk memblokir atau melarang blockchain oleh negara-negara tertentu jika merasa ada yang merugikan.


Artikel ini bersifat informatif dari data yang dikumpulkan dan bukan merupakan nasihat atau saran keuangan. Disarankan untuk melakukan riset dan analisis lebih lanjut secara pribadi sesuai dengan profil risiko investasi masing-masing.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *