Pengertian Analisis Fundamental dan Teknis dalam Memilih Investasi

RUANGNEGERI.com – Tren investasi di pasar saham dan keuangan kini semakin banyak diminati, bukan hanya oleh pemilik modal besar namun juga mahasiswa dan para milenial yang umumnya berinvestasi mulai dari jumlah kecil.

Meskipun wujud barangnya tidak tampak, membeli produk investasi juga tidak sembarangan. Setidaknya, perlu melakukan beberapa analisis agar Anda tidak berinvestasi pada produk atau perusahaan yang salah.

Secara umum terdapat dua metode analisis investasi yang perlu diperhatikan, yakni analisis fundamental dan analisis teknis. Berikut ulasan singkat istilah-istilah dari kedua metode analisis investasi tersebut.

Baca juga: Harga Rumah Kian Mahal, Ini Tips Milenial Bisa Punya Rumah

Definisi Analisis Fundamental dan Teknis

Analisis fundamental adalah analisis yang menguji kondisi kelayakan perusahaan dan kondisi ekonomi secara keseluruhan. Kondisi kelayakan tersebut meliputi kondisi manajemen perusahaan, efektivitas, keuangan hingga tingkat persaingan perusahaan tersebut di dalam industri.

Hal tersebut penting untuk diperhatikan, terutama untuk investor jangka panjang. Apalagi jika Anda telah mengeluarkan dana cukup besar untuk investasi. Tentunya Anda ingin berinvestasi di perusahaan yang telah berdiri mapan dan stabil bukan?

Sedangkan analisis teknis investasi adalah analisis yang menggunakan data rekam jejak harga efek sebuah perusahaan untuk memperkirakan (forecasting) harga efek perusahaan tersebut di masa yang akan datang.

Analisis teknis ini cocok untuk para investor yang hanya ingin berinvestasi dalam jangka pendek. Sebab, harga efek terus berubah setiap hari bahkan setiap beberapa jam sekali. Jadi, Anda perlu memahami analisis teknis secara mendalam jika ingin berinvestasi pada produk yang tepat.

Baca juga: Investasi yang Cocok Bagi Milenial, Ini 5 Pilihannya

Indikator Fundamental

Setelah mengetahui definisinya, terdapat beberapa indikator penting dalam analisis fundamental yang digunakan untuk menganalisis keuangan pada umumnya. Beberapa data tersebut bisa diperoleh dari laporan tahunan atau laporan keuangan perusahaan tersebut.

Berikut ini indikator-indikator dalam analisis fundamental:

1. Earnings per Share 

Earnings per Share (EPS) adalah jumlah keuntungan bersih perusahaan pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah surat berharga perusahaan tersebut yang beredar di pasar. Data EPS bisa diperoleh di laporan tahunan (annual report) atau bagian laporan laba rugi (income statement) laporan keuangan perusahaan tersebut.

2. Price per Earning Ratio (P/E Ratio)

Price per Earning Ratio adalah rasio perbandingan antara harga efek sebuah perusahaan dengan pendapatan bersih perusahaan tersebut. Untuk menghitung rasio ini, Anda perlu mengetahui nilai EPS dan harga rata-rata efek perusahaan terlebih dahulu.

3. Price per Earning to Growth

Price per Earning to Growth adalah rasio perbandingan antara P/E ratio sebuah perusahaan pada tahun acuan dengan perubahan pendapatan bersih perusahaan tersebut dari tahun ke tahun.

Sesuai dengan namanya, untuk menganalisis data ini Anda perlu mengetahui nilai P/E ratio perusahaan dan data EPS perusahaan tersebut dari dua tahun yang berbeda.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Cyptocurrency yang Perlu Diketahui

4. Dividend Yield

Dividend yield adalah rasio perbandingan antara jumlah dividen yang dibagikan sebuah perusahaan pada setiap lembar efek dengan harga efek perusahaan tersebut di pasar modal. Anda perlu ingat bahwasanya dividen tidak sama dengan EPS.

Tidak semua EPS dibagikan menjadi dividen oleh perusahaan. Bahkan, beberapa perusahaan tidak membagikan sama sekali kepada investor. Hal ini karena ada sebagian atau keseluruhan dari keuntungan yang masuk kembali ke aset perusahaan untuk diputar lagi pada periode akuntansi selanjutnya.

5. Return to Equity (ROE)

Data ROE bisa diperoleh dari laporan keuangan atau ikhtisar keuangan pada laporan keuangan perusahaan. Data ini mencerminkan efektivitas perusahaan dalam hal mengolah barang modal (termasuk dana investasi) menjadi keuntungan.

Semakin besar ROE maka menunjukkan bahwa perusahaan tersebut semakin efisien. Meskipun demikian, tetap harus mengetahui pada industri bidang apa yang Anda inginkan. Sebab, karakteristik ROE pada setiap industri berbeda beda.

Baca juga: Hal Penting yang Perlu Diperhatikan oleh Calon Investor Milenial

Analisis Teknis Investasi

Berikut ini adalah istilah-istilah umum yang perlu diketahui untuk mengetahui analisis teknis sebuah perusahaan.

1. Relative Strength Index

Relative Strength Index adalah indeks atau matriks yang menggunakan data harga terkini dari sebuah efek untuk mengevaluasi apakah efek tersebut overbought (terlalu banyak dibeli sehingga membuat investor jenuh) atau oversold (terlalu banyak terjual).

2. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Cara paling sederhana untuk menganalisis harga efek sebuah perusahaan adalah dengan mengumpulkan data rata-rata harga efek perusahaan tersebut dalam periode waktu tertentu. Metode ini disebut dengan metode Moving Average.

MACD adalah metode lanjutan dari Moving Average. Tujuan dari indikator ini ialah untuk membantu para investor menentukan kapan akan membeli ataupun menjual efek.

3. Crossover

Dalam menganalisis teknis dari efek yang diinginkan, Anda harus memerhatikan titik crossover atau titik persimpangan ini. Adanya titik ini bisa mengindikasikan sinyal khusus dalam tren harga efek yang diinginkan. Sinyal tersebut seperti perubahan mendata tren harga dan lain-lain.

Baca juga: Raih Keuntungan Investasi Emas Sejak Kuliah, Begini Caranya

4. Divergence

Divergence adalah kondisi di mana harga bergerak ke arah yang berlawanan dengan pergerakan kurva indikator seperti kurva MACD. Adanya divergence bisa jadi mengindikasikan sinyal-sinyal tertentu seperti perubahan tren harga baik ke arah positif maupun negatif.

5. Oscillator

Oscillator adalah alat yang digunakan oleh para traders untuk melihat apakah harga sebuah efek terbilang oversold, overbought atau tidak. Harga sebuah efek dibilang oversold ketika pergerakan kurva harga tersebut mendekati batas bawah oscillator dan terbilang overbought jika sebaliknya.

Berbeda dengan analisis fundamental, data analisis teknis hanya bisa Anda kumpulkan dan hitung sendiri menggunakan aplikasi yang tersedia.

Dalam investasi di sektor apa pun, analisis dengan menggunakan dua analisis tersebut secara komprehensif dapat membantu Anda dalam memilih perusahaan maupun produk investasi keuangan lainnya. Bekal pengetahuan terkait dua analisis tersebut juga sangat membantu Anda mendapatkan keuntungan sekaligus menghindarkan risiko investasi yang tidak perlu.

Farichatul Chusna

Alumnus Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, penggemar Kpop dan budaya Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *