Anak Cerdas Berbakat: Bagaimana Solusi Pendidikan dari Keluarga?

RUANGNEGERI.com – Kesadaran orang tua akan sistem pendidikan dan pengajaran anak mengalami peningkatan. Pusat pendidikan anak cerdas dan berbakat pun kini banyak hadir untuk memfasilitasi para orang tua.

Demi membentuk karakter dan kecerdasan anak unggul, orang tua bahkan rela merogoh kocek lebih dalam. Berbagai hal dilakukan demi memaksimalkan upaya tersebut.

Mengenal Anak Cerdas dan Berbakat

Setiap orang tua tentu bangga dan senang memiliki anak berbakat. Sayangnya, mendidik anak cerdas dan berbakat bukanlah perkara mudah. Pasalnya, anak berbakat cenderung kritis dan ingin tahu akan berbagai hal.

Jika orang tua tak siap mental, mereka bakal kewalahan menghadapi tingkah laku sang anak. Ketika tumbuh dewasa, anak rentan tumbuh sebagai pribadi yang sulit diatur. Keadaan semakin sulit ketika orang tua semakin jarang berinteraksi langsung dengan anak.

Pendidikan anak cerdas dan berbakat sangat tergantung pada keluarga, lingkungan serta sekolah. Joseph S. Renzulli (2011) dalam tulisan berjudul Giftedness? Reexamining A Definition, memperkenalkan model multi-factor atau konsepsi tiga cincin keberbakatan.

Ia menjelaskan hubungan antara sekolah, lingkungan, dan keluarga dalam memaksimalkan tumbuh kembang anak berbakat. Giftedness atau kecerdasan istimewa hanya terbentuk kalau ketiganya saling mendukung.

Dalam artikel berjudul Sekilas Mengenai Pendidikan Anak Berbakat, Ranuwijaya (2011) menjelaskan tentang pentingnya peran orang tua untuk mengenali gejala anak berbakat.

Lingkungan dan orang tua harus tahu karakteristik, positif, dan negatif yang ditunjukkan oleh seorang anak. Hal ini akan sangat membantu orang tua dalam memilih sistem pendidikan utama maupun pendukung yang tepat.

Saat berusia balita, orang tua justru memiliki andil besar dalam mengasuh dan mendidik anak. Kehadirannya akan mampu menjadi penguat kecerdasan dan bakat anak. Ketika memasuki usia sekolah, orang tua dan pihak sekolah pun harus menjalin komunikasi yang baik.

Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mendukung pengajaran di sekolah. Keterlibatannya dapat ditunjukkan dengan memberikan simultan dan pelayanan yang sejalan.

Tidak begitu saja melepaskan urusan pendidikan hanya kepada sekolah.

Untuk mengenali anak berbakat, sebenarnya tak sulit. Orang tua bisa memulainya dari lingkup terkecil, yakni rumah. Memperhatikan tahap tumbuh kembang anak di masa golden age akan sangat membantu.

Misalnya saja, orang tua bisa melihat minat anak saat bermain atau belajar. Di usia 0 – 3 tahun, anak berbakat cenderung menunjukkan pola bermain atau belajar di atas usia mereka.

Selain itu, anak istimewa cenderung tanggap dalam berbagai hal. Beberapa sumber mengatakan adanya ciri-ciri khusus yang diperlihatkan oleh anak berbakat.

Umumnya, mereka mengalami gagap saat berbicara dan kreativitas berpikir.

Gagap bicara berbeda dengan keterlambatan bicara, sebab gejalanya cukup berbeda. Bagi anak berbakat, kesulitan merangkai kata ditemukan karena aspek kognitif berkembang lebih cepat dari pada kemampuan berbahasa.

BACA JUGA: Seberapa Penting IQ, EQ dan SQ di Usia Dini?

Konsep dan Teori Cerdas Berbakat

Anak Cerdas Berbakat: Bagaimana Solusi Pendidikan dari Keluarga? - Anak Bermain
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Konsep anak cerdas dan berbakat sendiri tak selalu mengacu pada prestasi akademik semata. Meskipun IQ atau intelligence quotient menjadi salah satu acuan, bukan berarti anak istimewa harus selalu berprestasi di sekolah.

Kemungkinan besar anak berbakat menonjol di bidang yang lain justru terbuka lebar. Oleh sebab itu, cari tahu bakat dan minat anak sedini mungkin, termasuk mengasah kemampuan motoriknya.

Model pembelajaran bagi anak berbakat dikemukakan oleh David G. Armstrong dan Tom Savage (1987) melalui buku berjudul Effective Teaching in Elementary Social Studies.

Keduanya memperkenalkan enrich dan acceleration untuk pendidikan anak berbakat. Enrich atau pengayaan mengindikasikan kebebasan anak dalam menggali pelajaran atau bidang yang disenangi.

Selain itu, diperlukan sarana untuk memfasilitasi anak dalam mempelajari hal lain yang berhubungan dengan bidang tersebut.

Sementara acceleration atau percepatan lebih diandalkan dalam sistem pendidikan di sekolah saat ini. Program percepatan kelas atau masuk sekolah pada usia dini menjadi contoh percepatan paling nyata.

Pihak sekolah memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk anak berkreasi dan mengasah kemampuan mereka. Beberapa sekolah diketahui telah menetapkan sistem kredit untuk mendukung percepatan.

Pola Pendidikan Anak Berbakat

Dari seluruh metode dan sistem pembelajaran untuk anak cerdas dan berbakat, keterlibatan orang tua disebut-sebut sebagai kunci utama.

Agar pendidikan anak istimewa lebih optimal, orang tua bisa melakukan beberapa hal di usia tumbuh kembangnya, seperti:

1. Pendengar Aktif

Orang tua dalam hal ini perlu memposisikan diri sebagai pendengar yang aktif. Sediakan waktu untuk mendengar setiap cerita yang mereka bicarakan. Beri tanggapan yang pas untuk memancing anak tetap aktif berbicara.

Di usia balita, usahakan berbicara menggunakan bahasa baku kepada anak.

Dengan begitu, maka kemampuan berbahasa mereka jauh lebih baik di kemudian hari. Saat mendengarkan anak bercerita, pastikan orangtua menjalin kontak mata. Perhatikan gestur dan mimik yang dibuat oleh anak.

Pola tersebut membuat anak bakal merasa lebih percaya diri dan bersemangat untuk belajar. Mereka merasa orang tua menghargai cerita serta upaya mereka untuk menarik perhatian.

2. Fasilitas Bakat dan Minat

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa secara umum, anak tak terlahir dengan bakat dan minat yang pasti. Ketika menginjak usia balita, anak pun akan mengalami kesulitan menentukan bakat serta minatnya.

Sebagai orang tua, upaya yang bisa dilakukan adalah memfasilitasi anak untuk mengenali dirinya sendiri.

Sebagai contoh, beri akses luas kepada anak untuk membaca buku yang digemarinya. Minat terhadap buku dan membaca memberi dampak positif bagi anak.

Hal ini akan terasa ketika anak memasuki usia sekolah, sebab kemampuan berbahasa dan berpikir kritisnya telah terasah sejak dini.

Jika anak berminat di bidang musik, ajak mereka menonton penampilan musikal atau konser tertentu. Langkah ini merupakan bentuk pendidikan anak berbakat di usia dini.

3. Sekolah Sesuai Potensi

Bantu anak memilih sekolah yang sesuai dengan potensi dan bakat mereka. Di awal, orang tua mungkin merasa kesulitan menemukan sekolah yang cocok.

Percayalah, usaha tersebut akan berdampak positif bagi tumbuh kembang anak. Sekolah dan kurikulum seringkali menjadi musuh bebuyutan anak berbakat.

Tingkah laku anak yang cenderung berbeda akan ditafsirkan salah oleh para guru. Tak jarang guru akan menganggap anak nakal dan bodoh, padahal sebaliknya.

Selain itu, mereka pun sering dilabeli underachiever atau pencapaian di bawah rata-rata seharusnya. Namun pada kenyataannya, potensi mereka tak terasah dan terfasilitasi dengan baik.

BACA JUGA: Jangan Salah! Ini Perbedaan Kecerdasan Intrapersonal dan Interpersonal

4. Keharmonisan Keluarga

Model pendidikan apapun yang diterapkan untuk anak cerdas tak berarti apapun, bila hubungan keluarga tak harmonis. Upayakan untuk menjaga keharmonisan antar anggota keluarga. Ini sangat berarti bagi perkembangan emosional anak.

Selain itu, keluarga harmonis akan menghindarkan anak dari konflik berkepanjangan dengan orang tua. Jangan terlalu sering memarahi anak tanpa alasan yang mendasar, sebab hal itu justru akan melukai mentalnya.

Pola pengasuhan dan pendidikan di atas bisa diterapkan oleh para orang tua yang memiliki anak berbakat. Gifted children atau anak istimewa tentu anugerah tersendiri bagi para orang tua. Tugas orang tua hanyalah mengawasi, mendidik, membimbing serta mengasuh dengan tepat.

Setidaknya, lakukan upaya yang tak melukai fisik maupun psikis mereka. Pengasuhan yang salah di masa balita akan berdampak pada retardasi mental anak saat tumbuh dewasa.

Hal ini pula yang membuat banyak orang tua dengan anak berbakat lebih berhati-hati dalam memilah dan memilih pendidikan pendukung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *