Ajarkan Tanggung Jawab Anak dengan Kegiatan Sederhana Ini

RUANGNEGERI.com – Setiap sikap tanggung jawab anak selalu menunjukkan sisi dari dalam diri mereka yang bisa digali menjadi sebuah potensi besar.

Sikap tersebut akan membentuk kepribadian yang membuatnya menjadi seorang anak yang berbeda dari anak yang lain. Bisa dikatakan bahwa sikap itu menjelma dalam bentuk ciri khas atau karakter tertentu dalam diri anak.

Perilaku tanggung jawab akan terbentuk dalam sebuah proses yang berkelanjutan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Perilaku tanggung jawab tersebut berasal dari dalam hati dan kemauan sendiri untuk melakukan sebuah kewajiban yang dimilikinya (Sukiman, 2016).

Anak yang sudah dilatih untuk memahami kewajiban apa saja yang harus diselesaikannya tentu akan terlihat lebih bisa mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.

Segala konsekuensi yang timbul sebagai akibat dari perbuatan yang mereka lakukan akan diterima oleh anak dengan mudah.

Anak yang terbiasa menerima konsekuensi atas perbuatannya tentu akan tumbuh menjadi seseorang dengan kepribadian yang luar biasa.

BACA JUGA: Seberapa Penting IQ, EQ dan SQ di Usia Dini?

Perilaku Tanggung Jawab yang Dimiliki Anak

Tanggung jawab adalah menjalankan semua tugas dan kewajiban yang dimilikinya dengan sungguh-sungguh. Selain itu, dengan tanggung jawab juga berarti anak akan memiliki kesiapan menanggung segala resiko atas akibat dari apa yang sudah diperbuatnya sendiri

Andini & Ramiati (2020) dalam penelitian berjudul Penggunaan Metode Bermain Peran Guna Meningkatkan Karakter Tanggung Jawab Anak, menyebutkan bahwa tanggung jawab anak termasuk ke dalam salah satu hal penting sebagai jalan masuk kepribadian dan juga menjadi karakter yang penting. Sehingga harus dibiasakan sejak dini.

Sebuah tanggung jawab bagi anak dipandang sebagai sesuatu yang tidak mudah. Untuk membentuk rasa tanggung jawab pada anak diperlukan sebuah lingkungan yang terasa nyaman dan aman yang disertai dengan pembiasaan dan ketekunan.

Perilaku tanggung jawab, sebagaimana diungkapkan oleh Elfi Yuliani Rochmah (2016) melalui tulisan berjudul Mengembangkan Karakter Tanggung Jawab Pada Pembelajar (Perspektif Psikologi Barat dan Psikologi Islam), merupakan karakteristik manusia yang sudah memiliki budaya dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Anak yang sudah dibiasakan untuk mengembangkan hati nurani sejak dini, maka dirinya akan merasa bersalah pada saat berbuat sesuatu yang merugikan orang lain.

Rasa tanggung jawab tersebut akan tumbuh dan berkembang seiring dengan terbangunnya aspek-aspek perkembangan fisik dari psikososial.

Karakter tanggung jawab anak sangat penting dibangun sejak dini. Anak yang tumbuh penuh dengan rasa tanggung jawab akan membawa dampak positif yang begitu besar pada kehidupannya di masa depan.

Dampak tersebut akan menciptakan manfaat besar yang sangat menonjolkan karakter dari jiwa besar yang dimilikinya. Seorang anak dengan rasa tanggung jawab yang tinggi tentu bisa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya masing-masing.

Mana hal yang seharusnya berada di tempat A, mana hal yang seharusnya di tempat B dan sebagainya, dapat dipahami dengan baik oleh anak.

Perilaku tanggung jawab yang dimiliki anak dapat dilihat dari aktivitasnya sehari-hari. Hal itu dapat diamati ketika anak bersungguh-sungguh dalam segala hal.

Solihin (2016) menyebutkan beberapa di antaranya adalah berusaha melakukan yang terbaik, rela berkorban, disiplin, dapat dipercaya orang lain, taat pada aturan, jujur dalam bertindak dan berani menanggung resiko.

Perilaku tersebut akan membentuk suatu kesatuan yang menciptakan seorang anak yang berkarakter. Tidak ada ceritanya seorang anak yang tumbuh dengan penuh tekanan akan menjadi seseorang dengan penuh tanggung jawab.

Sebab, itu tidak pernah disarankan untuk memberikan tekanan pada anak agar bisa bersikap penuh tanggung jawab. Sikap tersebut akan tumbuh dengan sendirinya jika diberi stimulan yang tepat.

BACA JUGA: Usia Berapa Si Kecil Mengalami Fase Trust dan Mistrust? Ini Ulasannya 

Kegiatan Sederhana untuk Membentuk Tanggung Jawab Anak

Tanggung jawab anak dapat dibentuk dengan mudah melalui kegiatan apa pun yang sesuai dengan perkembangannya. Setiap kegiatan yang diberikan akan merangsang perkembangan karakter anak dari berbagai sudut pandang.

Di satu sisi, mungkin anak akan terlihat kesusahan jika diberi sebuah tanggung jawab. Namun di sisi lain, anak tentu akan lebih terlihat dewasa dengan tanggung jawab yang diberikan tersebut.

Agar rasa tanggung jawab pada anak tumbuh dengan baik, beberapa aktivitas bisa diterapkan. Kegiatan untuk menanamkan, menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran sikap tanggung jawab anak bisa diperoleh melalui pendidikan dan penyuluhan dengan metode pengajaran.

Selain itu, spek spiritualitas, yakni peneladanan dan penanaman takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga menjadi hal yang sangat penting.

Marselius Sampe Tondok (2012) dalam artikel berjudul Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab Pada Anak, menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan untuk menumbuhkan tanggung jawab pada anak bersifat bertahap. Maksud dari bertahap adalah kegiatan tersebut dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana, selanjutnya baru meningkat ke hal-hal yang lebih kompleks.

Pemberian kegiatan latihan tanggung jawab tersebut dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan yang dimiliki oleh anak. Karena itulah tingkat kemampuan anak harus diketahui dengan tepat.

Mengetahui tingkat kemampuan anak sangat penting agar aktivitas yang diberikan untuk melatih tanggung jawab tersebut bisa tersampaikan dengan baik tanpa mengganggu perkembangannya.

Hal-hal sederhana bisa diberikan untuk memudahkan anak dalam mencoba sesuatu. Beberapa aktivitas sederhana untuk melatih tanggung jawab anak ini bisa dimulai dari kegiatan untuk mengurus dirinya sendiri, seperti menggosok gigi.

Setelah menggosok gigi menjadi sebuah kebiasaan anak, maka anak bisa diajari hal-hal yang lebih mendetail mengurus barang kepunyaannya sendiri seperti menaruh alas kaki pada tempatnya, membereskan tempat tidurnya dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Yuk Ketahui Tahapan Initiative dan Guilt Pada Anak Usia 3-5 Tahun

Ada beberapa kegiatan sederhana yang bisa dilakukan untuk membentuk rasa tanggung jawab pada diri anak. Kegiatan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Merapikan alat bermain yang dimilikinya
  • Menyiapkan buku pelajaran sekolah
  • Membersihkan kamar
  • Tidur dan bangun sesuai dengan waktu yang ditentukan
  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Membaca cerita dengan tema tanggung jawab
  • Menempatkan alas kaki pada tempatnya
  • Mengatur uang saku yang diberikan
  • Mengembalikan piring dan gelas di dapur

Setiap kegiatan yang dipilih untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak haruslah berdasarkan dengan tingkat kemampuan dan perkembangan anak.

Apabila aktivitas yang dipilih tidak sesuai dengan anak, maka hal tersebut justru akan mengganggu perkembangan anak.

Pilihlah kegiatan sesederhana mungkin sehingga anak tidak akan menyadari dirinya sedang dilatih untuk tanggung jawab. Ini adalah cara termudah untuk membentuk rasa tanggung jawab yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *