Ajak Si Kecil Mempelajari Konsep Diri dengan Teori Self Smart Garner!

RUANGNEGERI.com – Kecerdasan intrapersonal atau self-smart secara umum dapat dijumpai dari anak yang lebih menyukai bermain sendiri daripada beramai-ramai. Biasanya, tipe kecerdasan seperti ini akan membuat sang anak lebih mandiri dan percaya diri.

Simpulan tersebut diungkapkan oleh Wendy Beth Rosen (2017) melalui buku berjudul Self-Smart: The Little Book with Big Ideas to Help Kids Thrive. Meski demikina, faktor stimulus dan lingkungan sekitar juga tetap mempengaruhinya.

Potensi yang dimiliki anak bisa berkembang dari adanya stimulus lingkungan yang menyentuh. Salah satu jenis kecerdasan yang dimiliki anak adalah kecerdasan intrapersonal. Selain keluarga, lingkungan dan pendidikan juga turut berperan.

Tentunya sekolah dan pihak keluarga menginginkan setiap anak berkembang kecerdasannya. Perlu digarisbawahi dalam hal ini bahwa kecerdasaan seorang anak tidak melulu hanya diukur dalam aspek akademik.

Mengukur kecerdasan dapat dilihat dari segala aspek perkembangan. Kecerdasan yang dimiliki setiap anak berperan untuk memecahkan masalah, bersaing, berkompetisi dan menciptakan ide kreatif.

Baca juga: Anak Cerdas Berbakat: Bagaimana Solusi Pendidikan dari Keluarga?

Self-Smart atau Kecerdasan Intrapersonal a la Gardner

Kecerdasan intrapersonal menurut Gardner, sebagaimana dikutip oleh Thomas Armstrong (2009) dalam buku berjudul Multiple Intelligences in the Classroom, adalah berkaitan dengan pemahaman seorang anak mengenai kondisi perasaannya sendiri.

Seorang anak dengan kecerdasan ini akan lebih mudah memahami perasaan yang sedang dialaminya. Kecerdasan ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami perasaan saja.

Terdapat pengaruh positif dari adanya kecerdasan intrapersonal yang membuat seorang anak lebih bisa paham, mengetahui letak kekurangan dan kelebihannya serta bisa berintropeksi diri.

Kecerdasan intrapersonal ini sangat penting untuk dimiliki setiap anak untuk berkehidupan sehari-hari. Kemampuan internalnya pun bisa terbaca oleh dirinya sendiri, yakni meliputi kegiatan refleksi diri dan berpikir metakognisi. Seorang anak yang memahami dirinya, akan berperilaku sesuai dengan dirinya.

Kecerdasan intrapersonal bagi anak usia 5 tahun berkaitan dengan pengendalian emosi. Terdapat 5 poin penting mengenai perkembangan kecerdasan intrapersonal pada anak usia 5 tahun.

Pertama, anak sudah memahami perbedaan serta persamaan dirinya dengan orang lain yang ada di sekitarnya. Pada masa ini hubungan anak dengan sesama jenis lebih erat karena persamaannya.

Kedua, perkembangan kecerdasan intrapersonal semakin kuat yang ditandai dengan perasaan empati terhadap orang lain dan berusaha bersikap menyenangkan.

Ketiga, rasa tanggung jawab mulai terpupuk dan mulai mempunyai rasa kompetensi. Selain itu, dalam self smart, seorang anak telah memahami kemampuan dirinya dengan tepat.

Keempat, pengendalian diri akan semakin menguat yang ditandai dengan sikap sopan santun. Anak pun sudah mulai bisa mengarahkan dirinya sendiri, bahkan sudah memahami sekiranya yang baik, buruk, dan membahayakan bagi dirinya.

Kelima, anak sudah paham bahwa dunia tidak seindah dan menyenangkan seperti film fantasi. Realitanya terkadang ada beberapa hal yang membuat dirinya takut, seperti halnya sesuatu yang membahayakan dirinya.

Kelima poin tersebut merupakan tanda kecerdasan intrapersonal seorang anak yang semakin menguat. Hal itu tentunya sangatlah diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama kelak dewasa nanti.

Baca juga: Ajarkan Tanggung Jawab Anak dengan Kegiatan Sederhana Ini

Cara Menumbuhkan Self-Smart bagi Anak

Kecerdasan anak terdiri dari berbagai macam, diantaranya self smart. Sebagai orang tua wajib memfasilitasi perkembangan kecerdasan anaknya secara optimal termasuk dalam hal peningkatan kecerdasan intrapersonal.

Berbagai cara yang bisa dilakukan sebagai berikut.

1. Sediakan Tempat yang Nyaman untuk Bermain

Anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal menyukai bermain sendiri. Ruangan yang nyaman perlu diprioritaskan karena berpengaruh terhadap tumbuh kembang sang anak. Desain ruangan disesuaikan dengan kemauan dan keinginannya.

Setiap anak memiliki selera dan standar kenyamanan masing-masing. Ciptakan desain ruangan terbaik untuk anak. Sediakan berbagai mainan kesenangannya yang tentunya dapat mempengaruhi perkembangannya.

Seperti halnya boneka dan mainan peragaan. Di sinilah kecerdasan intrapersonal akan semakin berkembang dengan suasana yang tepat.

2. Seringlah Berbicara dengan Anak tentang Perasaannya

Seorang anak dengan kecerdasan intrapersonal mampu memahami perasaan dirinya. Bahkan, mudah untuk mengungkapkan perasaanya.

Mengetahui hal tersebut, orang tua harus sering-sering mengajak sang anak berbicara selayak temannya. Hal yang dibahas bisa menanyakan pendapat tentang berbagai hal.

Selain bertujuan agar kecerdasannya berkembang, hal ini juga akan mampu menciptakan rasa nyaman dalam sehari-harinya.

3. Melakukan Aktivitas Reflektif

Dapat pula mengajak anak untuk melakukan aktivitas reflektif seperti yoga. Bukan hanya orang dewasa, anak juga bisa merasakan stress akibat beban pelajaran sekolah misalnya. Hal ini tidak boleh diremehkan.

Orang tua perlu mengajak anak untuk merefleksi diri seperti halnya olah raga yoga. Olah raga ini mempunyai banyak manfaat bagi mental anak-anak.

Pertama, berguna memperbaiki suasana hati karena pada dasarnya olahraga ini cukup menyenangkan bagi anak.

Kedua, dapat meningkatkan rasa percaya diri dan berekspresi. Dengan begitu, maka bakat anak bisa terdorong secara lebih optimal. Ketiga, imajinasi semakin terasah beserta empati yang semakin kuat terhadap orang lain.

Daya imajinasi bisa dipicu karena olahraga yoga yang banyak menggunakan nama hewan, tumbuhan dan alam sekitar. Memperagakan gerakan ini sekaligus menjadikan anak membayangkan bentuk dari nama benda yang telah disebutkan.

Hal inilah yang menjadikan daya imajinasi yang semakin berkembang. Selain itu, manfaat dari olahraga ini bisa meningkatkan pengendalian diri pada anak.

Pasalnya, anak akan terpicu konsentrasi, serius dan sabar dalam menahan pose olah raga yoga. Karakter disiplin pun bisa terbentuk untuk mengoptimalkan kecerdasan tersebut.

Baca juga: Seberapa Penting IQ, EQ dan SQ di Usia Dini?

Manfaat Konsep Self-Smart untuk Anak

Kemampuan memahami diri sendiri sangatlah penting agar bisa berkarya secara optimal. Manfaat membangun kecerdasan intrapersonal atau dengan nama lain self smart ini. Di antaranya adalah mampu mengendalikan diri, emosi, tanggung jawab dan harga diri.

Apabila sampai terjadi kegagalan pun, sang anak tidak gampang frustasi karena memiliki kemampuan introspeksi diri menuju lebih baik.

Dengan kecerdasan intrapersonal, maka anak secara perlahan akan bisa memahami bakatnya, bahkan telah memikirkan tujuan ke depannya.

Dr. Kathy Koch (2007) dalam buku berjudul How Am I Smart?: A Parent’s Guide to Multiple Intelligences, menjelaskan bahwa dengan mengajarkan self-smart, maka anak akan bisa memiliki pandangan realistis mengenai kelebihan dan kekurangan diri.

Dengan begitu, maka ia akan mampu mengetahui potensi yang bisa dikembangkannya. Hal ini sangat memungkinkan anak untuk mengembangkan hobi dan minatnya tersendiri.

Pemikirannya pun lebih mandiri karena paham apa yang tidak boleh dilakukan dan hal yang harus dilakukan. Selain itu, keinginan untuk berusaha atau daya juang anak pun akan tinggi.

Berbagai manfaat yang diungkap dari kecerdasan intrapersonal ini sangat penting bagi kehidupan dan kesuksesan di masa mendatang. Bahkan, anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal tinggi akan sering memikirkan masalah yang akan dituntaskannya.

Kesuksesan seorang anak tidak diperoleh secara instan. Pencapaian kesuksesan berasal dari proses yang dilalui pada masa perkembangan tahap demi tahap.

Membentuk pribadi anak yang tangguh, salah satunya dengan mengembangkan kecerdasan intrapersonal. Anak akan bisa mengontrol dirinya sendiri dari segi emosi maupun kedisiplinan.

Shara Nurrahmi

Guru dan Penulis, alumnus Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *