Simak! 8 Resiko Crypto ini yang Harus Kamu Perhatikan!

  • Whatsapp
Resiko Crypto yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi
https://pixabay.com/images/id-2656028/

Berbeda dengan mata uang fiat (mata uang fisik) yang mendapatkan dukungan dari bank, pemerintah, dan lembaga keuangan suatu negara, crypto tidak memiliki dukungan dari lembaga otoritas apapun sehingga risiko crypto sangat spekulatif.

Transaksi Cryptocurrency ada sebagai entri digital pada blockchain. Crypto adalah sistem yang terpercaya dan aman karena sistem buku besar publik.

Bacaan Lainnya

Teknologi blockchain dapat memberikan dan menjaminkan keamanan crypto, tetapi dengan karakteristik crypto yang terdesentralisasi dan memiliki sifat yang anonim maka hal tersebut dapat menimbulkan resiko crypto tertentu.

Resiko Crypto

1. Tingkat Volatilitas

Tingkat volatilitas dalam suatu aset merupakan satu dari beberapa indikator fundamental untuk menilai kesehatan atau potensi suatu aset keuangan. Daripada aset keuangan lain, salah satu resiko crypto terbesar ialah tingkat volatilitasnya yang tinggi.

Salah satunya pada coin Dogecoin yang nilainya meningkat lebih dari 20.000 persen pada awal tahun 2021, namun kemudian Mei 2021, Dogecoin mengalami pengurangan nilai sebesar hampir lebih dari satu per tiga dari nilai sebelumnya.

Hal tersebut sebagai akibat dari adanya perkiraan-perkiraan terhadap nasib crypto kedepannya yang membuat harganya sangat fluktuatif. Spekulasi memicu pasar crypto, dengan beberapa investor dengan cepat membeli dan menjual kepemilikan mereka segera setelah ada tanda penurunan harga.

Suatu sentimen publik atau berita mengenai crypto saja dengan mudah dapat menyebabkan harganya turun atau naik dengan cepat.

2. Keamanan

Crypto yang berada di wallet dan diperdagangkan melalui pertukaran mata uang digital. Crypto menjadi magnet baru bagi penjahat cyber karena sifat anonimitas pada teknologi crypto yang menjadikannya sebagai risiko crypto lainnya.

Untuk mendapatkan akses ke crypto wallet dan platform penyedia layanan transaksi crypto kebanyakan modus yang menjadi metode penjahat adalah metode phishing.

3. Resiko Transaksi Peer-to-Peer

Salah satu jenis crypto marketplace yang memberi kesempatan untuk menjembatani antara pembeli dan penjual crypto secara langsung adalah marketplace dengan sistem peer-to-peer (P2P).

Pada transaksi P2P, setiap transaksi crypto akan berlangsung secara langsung antara kedua pihak. Selain itu, selalu ada resiko crypto lain berupa fraud. Salah satunya, pembeli yang menolak melakukan pembayaran terhadap crypto yang ia terima atau penjual menolak mengirim token crypto.

Menemukan platform P2P yang menyediakan layanan pengamanan aset digital adalah cara terbaik untuk menghindari resiko crypto ini.

Crypto akan tetap berada pada platform selama transaksi menggunakan layanan ini. Aset akan terkirim ke pembeli segera setelah pembeli menyelesaikan proses pembayaran dan penjual mengonfirmasi penerimaan. Ini menjamin bahwa kedua belah pihak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika perselisihan muncul, perwakilan marketplace akan menyelesaikannya.

4. Private Keys

Crypto terbangun di atas sistem kriptografi yang menggunakan pasangan kunci untuk mengotentikasi transaksi. Salah satunya adalah kunci publik yang tersedia untuk umum, dan yang lainnya adalah kunci pribadi yang rahasia dan berguna untuk identifikasi dan otentikasi.

Kunci pribadi terbuat secara otomatis saat membuka dompet kripto dan memberikan kepemilikan dana kepada pengguna di dompet itu. Resiko crypto berupa hilangnya kunci dompet pribadi berarti kehilangan kendali atau akses ke mata uang kripto apa pun di dompet itu.

Faktanya, sekitar 20% dari semua Bitcoin yang hilang penyebabnya adalah hilangnya atau rusaknya kunci pribadi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencadangkan kunci pribadi Anda secara teratur.

Sebaiknya di komputer yang aman dan terisolasi. Juga, jangan pernah menyimpan kunci pribadi secara online, terutama jika tidak dalam format terenkripsi.

5. Platform Perdagangan yang tidak Teregulasi

Kurangnya pengawasan peraturan telah meningkatkan resiko crypto seperti penipuan dan manipulasi pasar dalam perdagangan crypto. Beberapa bursa perdagangan memiliki biaya perdagangan yang sangat tinggi dan tidak ada kebijakan untuk mencegah perdagangan yang manipulatif atau mencurigakan. Sementara bursa yang sepenuhnya tidak memiliki regulasi dapat menerapkan praktik tidak sehat.

6. Regulasi yang Membatasi

Ada inkonsistensi yang signifikan di antara berbagai regulator sehubungan dengan status hukum mata uang digital. Regulator juga khawatir bahwa bitcoin dan mata uang kripto lainnya dapat menjadi medium bagi penjahat dan organisasi teroris. Di masa mendatang, negara-negara tertentu dapat membatasi hak untuk memperoleh, memiliki, menahan, menjual, atau menggunakan mata uang digital yang dapat menjadikan hal tersebut sebagai resiko crypto.

7. Konversi Mata Uang

Kebijakan dalam penyetoran atau penarikan mata uang fiat ke dalam atau keluar dari platform perdagangan dapat memengaruhi kemampuan investor tertentu untuk mengonversi.

Misalnya, ketika dua platform perdagangan terbesar di China menghentikan pinjaman dan penarikan margin ini memicu resiko crypto berupa penurunan harga dan volume perdagangan.

8. Pajak

Untuk investor dalam crypto, perlu paham bahwa ada ketidakpastian substansial sehubungan dengan perlakuan pajak atas investasi dalam mata uang digital. Bagi Investor, berdasarkan negara asal mereka, mungkin memerlukan saran pajak khusus secara teratur untuk memastikan perlakuan pajak atas investasi mereka dalam mata uang digital yang turut menjadi salah satu resiko crypto.


Sebagai investor, Anda setidaknya dapat yakin bahwa pasar berjangka yang ada di bursa telah memiliki regulasi. Jika Anda memiliki perselisihan, Anda akan memiliki audiensi regulasi. Jika Anda melangkah keluar dari dunia ini menuju dunia crypto yang tidak memiliki regulasi dan terdesentralisasi. Mungkin Anda bersedia mengambil resiko itu. Jika Anda, maka penting untuk sepenuhnya memahami apa yang Anda hadapi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.