10 Perbedaan Investasi Saham dan Crypto yang Perlu Kamu Tahu!

  • Whatsapp
Perbedaan Investasi Saham dan Crypto
Photo by Jason Briscoe on Unsplash

Perbedaan Saham dan Crypto

Pada investasi masa kini muncul dua instrumen yang cukup terkenal yaitu saham dan crypto. Perbedaan saham dan crypto dapat terlihat dan teridentifikasi melalui beberapa hal atau indikator berikut:

1. Siapa pun dapat membuat aset crypto, sementara saham hanya bisa dikeluarkan oleh pihak tertentu.

Siapa saja dapat membuat token blockchain seperti crypto (bitcoin, altcoin, stablecoin) sedangkan saham harus terverifikasi oleh lembaga pemerintah dan diaudit. Mereka juga harus mematuhi peraturan tertentu bahkan sebelum mereka dapat memasuki bursa saham.

Bacaan Lainnya

Saham bertujuan untuk beberapa alasan seperti penggalangan dana untuk perusahaan yang membutuhkan uang, sedangkan aset crypto memiliki banyak tujuan seperti untuk kepentingan game dan pemrograman, penggalangan dana, atau untuk secara khusus bagi kepentingan lain.

2. Tingkat volatilitas

Sebagian besar aset crypto memiliki nilai berdasarkan reputasinya, hal ini yang membuat pasar menjadi sangat volatil dengan pasang surut yang ekstrem. Pasar crypto tidak dapat diprediksi, dan rentan terhadap jatuhnya mata uang secara tiba-tiba. Sementara itu, dalam investasi saham cenderung lebih santai menghadapi saham mereka selama masa volatilitas karena mengetahui bahwa hal-hal tersebut nanti pada akhirnya akan membaik.

3. Saham pada umumnya lebih aman dari aktivitas ilegal daripada crypto

Saham biasanya harus melalui audit tahunan agar dapat terus bertahan di pasar bursa. Pada sisi lain, crypto, sangat rentan terhadap penipuan karena sifatnya yang terdesentralisasi dan tidak memiliki aturan khusus.

Begitu pula ketika membeli saham, maka akan terbit atas nama pembeli dengan adanya bukti kepemilikan. aset crypto, tidak menunjukkan kepemilikan nama pembeli ketika terjadi transaksi dan karena sifat mata uang digital, maka lebih mudah untuk diretas.

4. Jangka waktu investasi

Setiap orang pasti menginginkan investasi menguntungkan dengan melakukan investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Kebanyakan orang berinvestasi di crypto untuk jangka pendek atau trading sedangkan saham kebanyakan untuk investasi jangka panjang.

5. Ketidakpastian crypto di masa depan

Pasar bursa saham telah menjadi sebuah institusi tersendiri yang saling mempengaruhi sistem perekonomian sehingga akan selalu terjamin. Hal ini karena perusahaan akan terus membutuhkan dana dari masyarakat untuk melangsungkan bisnisnya.

Crypto sendiri meskipun beberapa perusahaan besar saat ini berinvestasi di crypto, tetapi tidak memberikan jaminan akan bertahan dalam waktu yang lama. Terlebih lagi, beberapa negara mulai melarang penggunaannya sebagai alat pembayaran yang sah yang kemungkinan akan berpengaruh pula di masa depan.

6. Aset yang diperdagangkan

Aset yang melantai dalam bursa saham adalah atau saham perusahaan seperti saham BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk), saham BBCA (PT Bank Central Asia Tbk), saham SIDO (PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.), dan saham lainnya.

Saham yang melantai di pasar saham mewakili ekuitas dalam kata lain, sekaligus menjadi pemilik bagian dari perusahaan itu sendiri. Sedangkan pada pasar bursa crypto memperdagangkan aset crypto secara personal tanpa memperhatikan perusahaan atau orang pencipta token crypto yang terbeli tersebut.

7. Analisis fundamental dalam transaksi

Analisis fundamental pada saham memperhatikan setiap data yang mungkin dapat berdampak pada harga atau nilai dari saham tersebut. Indikator tersebut berasal dari arus kas, return of aset (ROA), dan gearing ratio.

Sedangkan analisis fundamental pada aset kripto menggunakan analisis dengan memperhatikan aspek-aspek seperti dasar fungsi aset kripto yang bersangkutan, jumlah banyaknya pengguna yang menggunakan atau membelinya, dan tim pengembang di balik penciptaan aset kripto tersebut.

8. Transaksi dalam berinvestasi

Dalam transaksi saham, setiap orang yang bermaksud untuk membeli sebuah saham harus bertransaksi membeli minimal 1 lot yang terdiri dari 100 lembar saham. Perantara transaksi saham dapat terjadi dengan menjadi nasabah di bank sekuritas. Hal tersebut tentu menimbulkan biaya bertransaksi yang relatif lebih tinggi daripada kripto.

Hal ini berbeda dengan kripto yang mana trader dapat melakukan transaksi dengan membeli pecahan terkecil dari suatu token kripto. Transaksi tersebut bisa terjadi oleh trader melalui platform exchange kripto dan menyimpan di dalam aplikasi wallet. Hal ini membuat buatan transaksi aset kripto lebih kecil daripada transaksi saham.

9. Jangkauan bursa

Perdagangan dalam bursa saham terbatasi oleh jam kerja tertentu hal ini karena pemerintah atau lembaga keuangan mengendalikan akses ke pasar saham. Selain itu transaksi saham bisa terbatasi dalam bursa di satu negara. Sebaliknya, aset crypto dapat dilakukan transaksi kapan saja dan di mana saja tidak terikat oleh batasan waktu dan teritori suatu negara.

10. Regulasi dan lembaga otoritas

Bursa saham telah berkembang menjadi pasar yang memiliki aturan yang sangat ketat. Terdapat aturan-aturan yang untuk melindungi perusahaan dan investor untuk membantu menjaga bursa saham bermain dengan adil.

Bursa aset crypto sampai saat ini masih relatif lebih bebas dari regulasi. Namun, mulai ada dukungan untuk melakukan regulasi terhadap pasar aset crypto yang lebih besar. Penerapan regulasi bagi pasar aset crypto tersebut hanya membutuhkan waktu.


Artikel ini bersifat informatif dari data yang dikumpulkan dan bukan merupakan nasihat atau saran keuangan. Disarankan untuk melakukan riset dan analisis lebih lanjut secara pribadi sesuai dengan profil risiko investasi masing-masing.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.