Inilah Tips Investasi Tanah untuk Milenial dan Pemula

RUANGNEGERI.com – Saat ini banyak dari generasi milenial yang rela menabung bertahun-tahun untuk sekedar memenuhi hasrat gaya hidupnya. Generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1981 hingga 1995. Setelahnya ada generasi Z yang lahir antara tahun 1996 hingga 2010.

Tidak sedikit di antara para milenial khususnya, yang bahkan berani mengambil cicilan jangka panjang maupun pendek demi memuaskan kesenangannya. Kegiatan seperti berlibur ke manca negara, membeli gadget keluaran terbaru hingga membeli beragam brand kemewahan lainnya.

Berlibur dan membeli barang-barang terbaru tidaklah serta-merta salah. Namun jika harus berhutang, maka semua itu menjadi tidak terlampau mendesak dilakukan.

Memiliki properti seolah belum menjadi kebutuhannya. Masih banyak dari mereka yang belum tersadar akan pentingnya membeli properti sejak muda. Padahal, harganya terus melambung dari tahun ke tahun. Tanah dan properti sangat bisa menjadi investasi yang menjanjikan di masa depan.

Tidak semua investasi properti berkaitan dengan rumah, ruko, hotel, apartemen. Investasi tanah juga termasuk ke dalam salah satu jenis investasi properti yang menguntungkan.

Tulisan kali ini adalah membahas seputar tips investasi tanah, khususnya bagi para milenial. Memilih investasi tanah menjadi pilihan sangat tepat bagi kalangan muda.

Sebab dengan minimnya dana perawatan, tanah akan semakin memiliki nilai tambah, berpeluang menghasilkan bisnis baru. Jika letak tanahnya strategis, maka harga setiap tahunnya bisa terus naik hingga 25%.

Bahkan tidak menututup kemungkinan, kenaikan harganya akan mencapai 2x lipat dalam beberapa tahun mendatang. Menggiurkan bukan?

Namun di setiap investasi tentu mempunyai resiko dan tanggung jawab yang harus diperhatikan. Jadi, sebelum terjun langsung dalam berinvestasi tanah, kamu perlu memahaminya, agar bisa meminimalisir resiko yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Berikut ini adalah beberapa tips sebelum membeli tanah. Jadi baca sampai selesai ya!

BACA JUGA: Ketahui Penyebab Naik dan Turunnya Harga Emas

Resiko dalam Berinvestasi Tanah

Mendapatkan keuntungan yang besar, tentunya juga membutuhkan modal yang sangat besar. Begitu juga dengan berinvestasi tanah. Tidak bisa dipungkiri bahwa investasi ini membutuhkan modal besar.

Mungkin, hal ini menjadi salah satu penyebab dari minimnya milenial yang berminat membeli tanah untuk investasi. Namun, jika dibalikkan dengan konsumsi gaya hidup milenial, sebenarnya mereka bisa mengalokasikan uang tabungannya ke dalam bentuk investasi.

Pertanyaannya, apakah mereka mau menabung bertahun-tahun untuk membeli tanah? Semuanya kembali pada kemauan dan tingkat kesadarannya.

Memang dalam investasi tanah beresiko dengan mengeluarkan modal besar. Akan tetapi nilainya juga tinggi dan akan terus bertambah. Jarang sekali ada harga tanah yang harganya turun, terlebih di daerah yang sedang berkembang pesat.

Dari segi perawatan, investasi tanah tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Tetapi bukan berarti jika tanah yang sudah lama dibiarkan menganggur, tidak memiliki resiko pajak yang besar.

Selain itu juga rentan dari orang-orang usil yang mungkin secara sengaja menggeser atau bahkan mengambil batas patokan tanahmu. Jadi kamu perlu biaya penjagaan tanah agar selalu memastikan batas tanahmu tetap aman jika memang untuk investasi jangka panjang.

Lain halnya bila kamu memanfaatkan tanah yang sudah kamu beli, otomatis dana perawatan ikut bertambah. Karena rupanya sekedar membeli tanah bisa menjadi peluang bisnis baru bila dimanfaatkan dengan baik.

Jika tanahnya cukup luas, bisa dijadikan untuk areal perkebunan, destinasi wisata, membangun kontrakan atau ruko untuk disewakan, perumahan maupun hal produktif lainnya yang bisa menambah nilai tanah yang sudah kamu beli. Tergantung dari lokasi dan tekstur tanahnya.

Selanjutnya, resiko yang perlu kamu ketahui dari investasi tanah ialah bahwa tidak semua tanah bisa langsung meraih untung besar. Hanya di tempat lokasi strategis dan prospektif yang memiliki peluang harga tinggi.

Selebihnya jangan harap kenaikan harganya bisa mencapai di atas 20 persen per tahun meski kecenderungannya akan tetap naik, tidak turun.

Terakhir, investasi tanah tidak bisa dijadikan sebagai dana darurat yang dapat dicairkan kapanpun. Butuh proses cukup lama untuk menjual tanahnya, bahkan bisa beresiko rugi jika kamu menjualnya dengan terburu-buru.

BACA JUGA: Indonesia Alami Resesi, Benarkah Ekonomi Mulai Bangkit?

Tips dalam Membeli Tanah

Pertama yang harus diperhatikan sebelum membeli tanah ialah lokasi tanah yang akan dibeli. Di daerah mana lokasinya, prospektif jangka panjang atau tidak, sudah sesuai dengan kebutuhanmu apa belum, dan seberapa sering lokasi tersebut dalam terkena bencana.

Saat ini, jual-beli tanah banyak dilakukan secara online, baik dengan atau tanpa perantara. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk bertanya warga sekitar agar informasi yang kamu butuhkan  bertambah.

Selanjutnya tips kedua, kamu perlu mengecek kondisi tanah, seperti bentuk tanah, kerataan dan kepadatan tanah serta ukuran tanahnya.

Layaknya akan membeli sebuah barang, membeli tanah juga membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi sebelum benar-benar memutuskan untuk membelinya.

Bila langkah pertama dan kedua sudah yakin, tips ketiga yaitu melihat legalitas dan kelengkapan surat tanah.

Pada tahap ini, tidak sedikit yang masih tertipu dengan surat-surat palsu maupun ketidakjelasan dari status tanah tersebut. Misalnya saja, tanah tersebut masih berstatus sengketa. Nah, untuk memastikannya, kalau perlu kamu meminta tolong kepada notaris setempat.

Tips keempat, umumnya tanah yang dijual masih bisa dinego, alias masih bisa diturunkan harganya. Sesuaikan harga dengan kondisi tanah yang akan kamu beli.

Untuk menurunkan harganya, dalam negosiasi kamu bisa juga menyebutkan beberapa poin yang mungkin bisa jadi sebagai titik kelemahan. Misalnya lokasi yang kurang strategis, tidak adanya akses jalur kendaraan umum yang memadai, ataupun kelemahan lainnya yang benar-benar sesuai dengan kondisinya.

Jika masih ragu dengan harga yang mungkin kamu nilai terlalu tinggi, kamu bisa saja menanyakan kepada warga sekitar terkait harga pasaran tanah yang umum di daerah itu.

Beberapa poin di atas bisa kamu negosiasikan kepada penjual/perantara. Namun, jika benar-benar serius, lebih disarankan untuk bertemu dan bernegosiasi langsung dengan pemilik tanah tersebut.

Kelima, jika sudah benar-benar saling cocok antar kamu dengan penjual, maka tahapan berikutnya adalah transaksi jual-beli. Tahap ini juga harus dilakukan secara hati-hati.

Baik tunai maupun kredit, sangat disarankan untuk mengundang beberapa orang penting di daerah itu untuk menjadi saksi.

Misalnya saja ketua RT/RW, lurah/kepala desa maupun orang yang dituakan di situ. Jika perlu, notaris atau PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) sekaligus didatangkan. Selamat berinvestasi tanah demi masa depan. Bagaimana, apakah tertarik?

Firdhausy Amelia

Alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Khaldun Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *