Sederet Bisnis Gibran, Calon Walikota Solo

RUANGNEGERI.com – Gibran Rakabuming Raka, atau biasa disapa Gibran akhirnya mengikuti jejak sang bapak, Joko Widodo untuk terjun ke dunia politik.

Ia mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 sebagai kandidat Calon Walikota Solo. Berpasangan dengan Teguh Prakosa yang diusung oleh PDIP dan juga PAN. 

Kabar majunya Gibran ke panggung politik sebagai Calon Walikota, menimbulkan pro dan kontra, serta kekecewaan di hati publik yang selama ini mengagumi sosok Jokowi dan keluarganya. Pasalnya, sudah lama jika keluarga Jokowi dianggap tidak seperti keluarga presiden lain yang turut terjun dalam dunia politik. 

Meski demikian, mereka yang mendukung langkah anak Jokowi itu juga tidak sedikit. Bahkan PAN yang selama ini sering berseberangan, menyatakan diri sebagai partai pengusung. 

Sosok Gibran juga dianggap kurang layak untuk maju sebagai pemimpin. Selain hanya mengandalkan nama sang bapak sebagai Presiden dan mantan Walikota serta Gubernur berprestasi, pengalaman Gibran di dunia politik banyak yang meragukan. 

Memang Gibran baru kali ini terjun dan mengawali karier di dunia politik dengan ambisi yang cukup tinggi, yakni sebagai pemimpin pemerintahan kota.

Namun, sosok kepemimpinan Gibran juga tidak bisa dipandang remeh, khususnya jika berbicara masalah bisnis. Sepak terjang Gibran memimpin perusahaan dalam dunia bisnis layak untuk diperhitungkan.

Hal ini terbukti dari sejumlah lini bisnis yang sukses dibangun oleh suami dari Selvi Ananda Putri tersebut.

Baca juga: Meski Vokal Kritik Pemerintah, Fadli dan Fahri Dapat Bintang Kehormatan dari Jokowi

Bisnis Gibran

Tercatat setidaknya ada 7 brand yang dibangun oleh Gibran dan namanya menjadi terkenal di pasaran. Mulai dari bisnis makanan dan kuliner, lembaga pelatihan, jasa servis elektronik hingga produk apparel atau pakaian. 

Berikut sejumlah lini bisnis yang dimiliki oleh Gibran:

Chili Pari

Chili Pari merupakan sebuah bisnis katering yang menjadi awal mulai kariernya di dunia bisnis. Usaha ini bergerak dalam jasa penyediaan katering untuk beragam acara hingga menyediakan paket pernikahan eksklusif.

Bisnis katering ini didirikan pada Desember 2010 yang kantor pertamanya berada di Jalan Pleret Utama 1, Banyuanyar, Kota Surakarta. 

Produk yang ditawarkan oleh Chili Pari ini meliputi paket katering berupa nasi kotak hingga snack dengan harga mulai dari Rp8.000 hingga Rp17.500. 

Selain berjualan paket makanan, Chili Pari juga menyediakan paket pernikahan seharga puluhan juta. Yang paling murah harganya sekitar Rp56 juta, paket medium Rp70 juta dan paket premium bisa mencapai Rp100 juta. 

Keberadaan bisnis katering Chili Pari ini cukup menyita perhatian publik dengan menerapkan kebijakan unik. Yakni perusahaannya tidak akan menerima order dari pihak pemerintah yang menggunakan uang rakyat. 

Baca juga: Indonesia dalam Bayang-bayang Resesi Ekonomi, Ini Strategi Pemerintah

House of Knowledge

Sebenarnya House of Knowledge bukan semata-mata lini bisnis baru yang dimiliki oleh Gibran, melainkan sebuah lembaga yang termasuk dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Chili Pari.

House of Knowledge merupakan lembaga bimbingan khusus pelatihan, yang salah satunya mengajarkan program Bahasa Inggris. Didirikan pada Mei 2012, awalnya dibangun sebagai tempat para karyawan dari Chili Pari untuk bisa mendapatkan pelatihan Bahasa Inggris. Dalam hal ini yang kebanyakan muridnya merupakan anak-anak dari karyawan Chili Pari. 

Namun seiring perjalanannya, House of Knowledge berkembang menjadi sebuah lembaga pelatihan yang bisa diikuti oleh masyarakat umum.

Ribuan orang kini telah belajar di House of Knowledge. Mereka berasal dari beragam latar belakang pendidikan. Mulai dari murid tingkat dasar hingga mahasiswa, karyawan dan masyarakat umum.

Markobar

Gibran juga mendirikan bisnis kuliner pada tahun 2015 berupa produk martabak yang diberi nama Markobar. Presiden Jokowi sendiri awalnya dikabarkan tidak menyetujui Gibran berjualan Markobar, dan meminta sang anak untuk melanjutkan usaha furniture yang dia rintis sejak lama.

Namun pada akhirnya bisnis Markobar justru memiliki nilai valuasi lebih besar ketimbang bisnis sang ayah sebelumnya.

Gibran mengaku jika Markobar diawali dari sebuah gerobak martabak yang berjualan di pinggir jalan. Kini Markobar telah memiliki puluhan cabang yang tersebar hampir di seluruh kota di Indonesia.

Ia secara blak-blakan mengatakan jika omzetnya tak lagi berkisar di angka ratusan juta. Namun sudah mencapai angka puluhan miliar hanya dari produk martabak yang sebenarnya sudah menjamur di mana-mana.

Baca juga: Sektor Strategis yang Dinilai Cepat Bangkit Pasca New Normal

iColor

Usai berkutat dengan bisnis kuliner, Gibran rupanya mencoba mengembangkan bisnis baru yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Pada bulan Oktober 2016 lalu, ia mendirikan iColor yang menyediakan layanan perbaikan produk-produk buatan Apple

Keunikan layanan perbaikan yang ditawarkan Gibran dengan iColor-nya ini dibandingkan jasa perbaikan lainnya adalah sistem jemput bola. Jadi teknisinya mendatangi para pengguna secara langsung dan melakukan perbaikan.

Tugas Negara

Banyak pihak menilai sosok Gibran adalah orang yang jeli dalam melihat sebuah peluang bisnis. Anggapan ini nampaknya memang benar demikian. Sebab bisnis Gibran selama ini menyasar industri yang tidak banyak dilirik pebisnis pada umumnya, namun sebenarnya memiliki peluang yang sangat besar.

Salah satu contohnya adalah berjualan mantel atau jas hujan. Selama ini jas hujan menjadi hal yang sangat dibutuhkan ketika musim hujan datang, namun belum ada sebuah brand besar yang menguasai pasar ini.

Bersama dengan sang adik, Kaesang, Gibran memproduksi jas hujan yang kemudian dia beri nama Tugas Negara. Dalam memasarkan produk, rupanya ia membidik kaum muda. Selain itu juga gencar berpromosi dengan menggandeng atau mengendorse sejumlah tokoh publik terkenal.

Puncaknya, Gibran berhasil mendapatkan tanda tangan kontrak sebagai penyedia jas hujan untuk perusahaan ojek online, Grab.

Baca juga: Tips Buat Fresh Graduate Agar Tidak Lama Menganggur

Mangkok Ku

Setelah sekian lama berkutat dengan bisnis kuliner, Gibran dan Kaesang rupanya ingin kembali mendirikan sebuah bisnis baru di bidang tersebut. Kali ini, keduanya menggandeng sosok terkenal dalam dunia kuliner, yakni Chef Arnold dengan mendirikan brand Mangkok Ku.

Konsep yang diusung merupakan sebuah resto sederhana yang menyediakan beragam menu rice bowl dengan harga yang relatif terjangkau. Yakni mulai Rp19 ribu hingga Rp50 ribuan. 

Dari sisi manajerial, kedua anak Jokowi itu rupanya juga mendapat dukungan dari Randy Julius Kartadinata, yang merupakan seorang pebisnis sukses.

Ambisi dalam Mangkok Ku ini rupanya sangat besar. Yaitu untuk memposisikan diri sebagai restoran rice bowl nomor 1 di Indonesia dalam konsep resto sederhana.

Goola

Lama mengarungi industri bisnis tanah air, rupanya menjadi bekal yang tidak disia-siakan begitu saja oleh Gibran. Lini bisnis anak Jokowi itu pun semakin luas dengan mendirikan perusahaan start-up baru bernama Goola. 

Masih dalam bidang kuliner, Goola menawarkan produk minuman tradisional Indonesia yang dikemas secara modern. Disebut tradisional karena produk-produknya antara lain Es Goola Aren, Es Doger Jeger dan ada juga Es Kacang Hijau. 

Meski mengusung konsep minuman tradisional, nyatanya perusahaan Gibran ini mampu mendapatkan suntikan dana dari investor. Jumlahnya pun sangat fantastis. 

Melansir Tempo.co (17/08/2019), dana dari investor tersebut mencapai Rp70 miliar. Strategi yang diterapkan dalam brand ini adalah dengan membuat kios bersistem “Grab and Go” di sejumlah titik strategis. 

“Kami ingin menjadikan Goola sebagai icon minuman tradisional asal Indonesia, bersaing di internasional seperti Thai Tea asal Thailand dan bubble tea asal Taiwan,” ungkap Kevin, seorang rekan bisnis Gibran.

Ambisi Goola ini juga cukup besar. Hingga tahun 2020, ditargetkan bisa memiliki 200 gerai yang tersebar di wilayah Asia Tenggara.

Baca juga: Cara Mengatasi Senioritas Agar Betah di Tempat Kerja

Siap Mas

Kolaborasi kakak-beradik dari putra Jokowi ini pun terus berlanjut dengan sejumlah bisnis baru. Agustus 2019, Gibran dan Kaesang kembali meluncurkan produk makanan baru yang mereka beri nama “Siap Mas”.

Lebih lanjut, produk ini merupakan produk minuman dan makan ringan yakni berupa minuman jahe dan susu serta keripik. Keduanya memasarkan produk Siap Mas dengan memanfaatkan keberadaan minimarket.

Produk ini dibanderol dengan harga unik, yakni Rp5.999. Untuk promosi, lebih banyak dilakukan melalui sosial media. Akun-akun media sosialnya memiliki jumlah pengikut yang sangat banyak. 

Bambang Rudiansyah

Wartawan di beberapa media online nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *