Rumor Skripsi Sulit dan Kurang Menyenangkan

RUANGNEGERI.com – Memasuki masa tingkat akhir di dunia perkuliahan, mahasiswa akan dihadapkan dengan pembuatan skripsi, atau ada juga yang menyebutnya dengan sebutan tugas akhir.

Sayangnya, rumor kurang menyenangkan terkait pengerjaan skrispi sudah banyak beredar di Indonesia. Entah itu dari susahnya penelitian, skripsinya yang banyak resvisi, tidak adanya kabar dari dosen pembimbing, dan masih banyak lagi rumor kurang baik lainnya yang pada akhirnya menjadi ketakutan sendiri bagi sebagian orang.

Bahkan tidak jarang jika kabar skripsi yang kurang menyenangkan ini sudah didengar sejak menjadi mahasiswa baru. Dimana sebenarnya mereka masih jauh juga untuk waktu menuju ke arah sana.

Para senior atau alumni bahkan tidak sedikit yang langsung menceritakan pengalaman pahitnya dalam mengerjakan skripsi. Mulai dari pemilihan judul, kesulitan referensi dan data, dosen pembimbing, magang serta hal-hal menakutkan lainnya.

Memang tidak salah untuk saling bertukar informasi dan berbagi pengalaman kepada para mahasiswa baru. Hal itu penting diceritakan agar nantinya mahasiswa di bawahnya bisa lebih mempersiapkan.

Tetapi, seringnya mereka justru membagikan pengalamannya yang kurang menyenangkan. Jadinya pengalaman yang dibagikan kurang seimbang.

Padahal, tidak menutup kemungkinan juga jika banyak pengalaman yang menyenangkan ketika masa-masa pengerjaan skripsi. Percaya atau tidak, saat mengerjakan skripsi juga punya cerita yang menyenangkan loh!

Momen bertemu orang baru yang bisa menambah jaringan pertemanan, mendapatkan perhatian dari orang-orang terdekat atau juga menerima bantuan secara sukarela dari orang yang baru dikenal.

Selain itu mungkin saja kamu akan mendapati kejadian lucu ketika observasi dan mengambil data lapangan. Mungkin akan banyak lagi momen menyenangkan lainnya yang malah membuat kita bersyukur dengan adanya pengerjaan skripsi ini.

Baik itu momen yang bikin senang, sedih, sampai bikin kecewa sekalipun. Semua itu nantinya akan menjadi kenangan yang paling dirindukan ketika kita sudah tidak lagi duduk di bangku perkuliahan.

BACA JUGA: Tips Buat Fresh Graduate Agar Tidak Lama Menganggur

Rumor Skripsi itu Benar

Terkadang banyak mahasiswa yang belum memasuki tingkat akhir saja, sudah paranoid atau khawatir berlebihan terlebih dulu dengan dunia skripsi. Mendengar banyak cerita yang kurang menyenangkan itu bisa menjadi salah satu penyebab dari datangnya rasa khawatir.

Jika rasa paranoid itu menjadi acuan semangat untuk mempersiapkan skripsi sedari awal, itu akan jauh lebih baik. Namun ada saja untuk sebagian orang yang justru membuatnya menjadi takut, dan berpengaruh terhadap proses skripsinya nanti.

Padahal, pengerjaan skrispsi tidak semenakutkan itu juga kok.

Rumor yang sudah terlanjur beredar, memang tidak bisa ditepis begitu saja. Karena realitanya, para pejuang skripsi akan dihadapkan langsung dengan beberapa rumor tersebut.

Tentunya pengalaman yang didapati setiap orang berbeda-beda. Namun yang perlu diingat ialah, bahwa semua orang memiliki tingkat ujian dan kesulitannya masing-masing.

Anggap saja sebagai bentuk ujian dari proses pendewasaan diri yang harus dilalui. Selain itu, kamu juga tidak perlu sampai harus membandingkan ujian dari satu orang dengan orang lain. Sebab, kadar dan kondisi setiap orang berbeda-beda.

Begitu juga dalam proses pengerjaan skripsi, yang pada akhirnya segala macam ujian pasti ditemui oleh setiap mahasiswa. Tetapi jenis kesulitannya pun akan berbeda.

Untuk itu, perlunya menamkan pikiran secara positif. Bila sedari awal sudah terbiasa berfikir positif dengan skripsi, nantinya akan berpengaruh baik selama pengerjaannya.

Sebab cara pandang dalam melihat ujian yang dihadapi akan dianggap sebagai rintangan kecil yang mudah dilalui. Sebaliknya, jika bawaannya sering berfikir negatif, akan memandang sebuah ujian sebagai cobaan yang tiada hentinya.

Selain itu, kamu juga perlu memilih mentor dari orang terdekatmu. Mentor tidak melulu harus dari orang yang dituakan seperti dosen maupun senior, tapi bisa juga dari teman-teman terdekatmu.

Cari orang yang sekiranya bisa bijaksana dalam setiap menghadapi persoalan dan baik dalam memberikan saran kepada orang lain. Memilih mentor yang tepat akan menguatkan kamu di setiap langkah pengerjaan skripsimu.

Dan yang tidak kalah pentingnya untuk kamu yang telah paranoid terlebih dulu dengan rumor tersebut, untuk tidak mendengarkan dan membaca cerita-cerita yang kurang menyenangkan itu lagi.

Stop mengikuti cerita yang kurang menyenangkan. Mulai fokus dengan apa yang sedang kamu kerjakan saat ini.

BACA JUGA: Motivasi Interpersonal Plegmatis Bisa Sukses Lewat Keahlian Melobi

Berbagi Aura Positif

Jika sedang bertemu dengan ujian dan kesulitannya ketika mengerjakaan skripsi, maka hadapi dan selesaikan. Hadapilah dengan pikiran positif.

Percayalah, bahwa di mana setiap bertemu dengan kesulitan akan ada kemudahan yang didapat. Ketika menghadapi ujian skripsi pun, jalani dengan percaya diri dan tidak perlu khawatir secara berlebihan.

Memang benar, menyelesaikan skripsi dan ujian akhir tidak semudah untaian kata seperti ini. Akan tetapi ujiannya tetap harus segera diselesaikan, agar bisa menaiki anak tangga selanjutnya. Yang mana tujuan akhirnya di sini ialah mendapatkan gelar dari skripsi yang sudah diselesaikan.

Jadikan rumor yang sudah beredar sebagai bahan persiapan dan pelajaran kamu dari awal. Tujuannya adalah agar tidak mengulangi kesalahan yang sudah pernah dibuat oleh para seniormu sebelumnya.

Bagi kamu sudah melalui masa-masa skripsi, jangan lupa untuk membagikan pengalaman menyenangkanmu kepada mahasiswa juniormu di bawah ya.

Berikan motivasi dan semngat yang bagus agar kamu tidak merasa insecure, khususnya setelah selesai kuliah. Berbagi aura positif itu penting, agar saling menguatkan satu sama lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *