Ketahui Penyebab Naik dan Turunnya Harga Emas

RUANGNEGERI.com – Menyimpan emas sudah lama dilakukan oleh banyak orang sebagai salah satu bentuk investasi yang aman. Bagi sebagian orang yang ingin mulai mencoba berinvestasi, emas masih menjadi pilihan kuat dalam menyimpan uang secara jangka panjang.

Bukan menjadi rahasia lagi, jika emas berbentuk logam mulia memiliki nilai aset yang tinggi. Walaupun dalam jangka pendek, harga emas tetap mengalami naik turun. Seperti dalam beberapa pekan lalu, grafik harga emas saat ini sedang tidak stabil, bahkan nilainya cenderung mengalami penurunan.

Rupanya harga emas yang sedang turun itu tengah dirasakan di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia. Harga emas dunia sekarang (Selasa, 15 Desember 2020), tercatat 1.850 Dollar Amerika Serikat (Rp 26,2 juta) untuk 1 troy ons (31,1 gram), setelah sebelumnya sempat jatuh hingga AS $ 11,2 per troy ons.

Salah satu sebab penurunan harga emas pada medio bulan November lalu banyak disinyalir adalah karena tertekan optimisme dunia, yakni tentang uji coba vaksin Pfizer. Uji coba vaksin Covid-19 yang kabarnya ampuh mengatasi virus Corona ini, telah berhasil melawan kekhawatiran atas meningkatnya infeksi virus dan spekulasi dukungan ekonomi lebih lanjut.

Edward Meir, seorang analis dari ED&F Man Capital Markets, mengungkapkan bahwa peluncuran perkembangan vaksin yang positif mengurangi daya tarik emas sebagai tempat berlindung yang aman. Meski tampaknya masih dalam kisaran perdagangan, kenaikan besar kiranya akan berakhir untuk saat ini.

Setelah hasil akhir dari uji coba, vaksin tersebut sudah menunjukkan tingkat keberhasilan 95 persen efektif melawan virus corona dengan data keamanan dua bulan.

Keberhasilan vaksin tersebut banyak diyakini dapat membuat hidup kembali normal. Sebab, perekonomian akan bangkit dan roda bisnis dapat kembali berputar.

Seorang investor kenamaan asal Amerika Serikat, Warren Buffett, baru-baru ini bahkan memiliki perhatian tinggi terhadap emas. Keputusannya untuk memborong emas bulan lalu dalam jumlah besar nampak mengagetkan banyak pihak, karena sebelumnya ia tidak menaruh perhatian tinggi terhadap logam mulia ini.

Terkait pergerakan nilai emas, harga dalam jangka pendek memiliki segala pertimbangan yang bisa menjelaskan fluktuasi yang sedang terjadi. Namun untuk jangka panjang dan jumlah besar, emas akan menjadi barometer dari kondisi ekonomi suatu negara.

Dengan kata lain, perekonomian suatu negara dalam jangka panjang akan banyak ditentukan oleh seberapa besar cadangan emas yang dimilikinya.

Baca juga:

Penyebab Naik dan Turunnya Harga Emas

Kabar keluarnya vaksin untuk Covid-19 telah memicu pergerakan harga emas dunia. Selain itu, terdapat beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan naik turunnya harga emas.

Pertama, faktor perubahan kurs nilai mata uang Amerika Serikat, yaitu Dollar yang berperan besar terhadap pergerakan nilai emas.

Seperti diketahui, jika nilai mata uang yang ada di dunia saat ini lebih berkiblat pada nilai mata uang negeri Paman Sam tersebut. Jadi ketika Dollar AS mengalami kenaikan, berarti mata uang negara-negara lain, termasuk Indonesia, mengalami kelemahan. Hal itu yang akan menyebabkan harga emas melonjak naik.

Begitu juga sebaliknya, jika nilai mata uang Dollar mengalami penurunan, maka harga emas ikut mengalami penurunan.

Kedua, faktor suku bunga. Setiap negara memiliki batas patokan suku bunganya masing-masing, suku bunga Indonesia dan Amerika tentunya berbeda.

Misalnya, ketika suku bunga di AS mengalami penurunan, maka harga emas ini akan mengalami kenaikan. Sebab, para investor akan lebih menyukai investasi emas dari pada menyimpan uangnya di deposito bank dengan bunganya yang tinggi.

Menurut Frento T. Suharto (2014) dalam buku berjudul Menambang Kekayaan dari Bisnis Emas Tanpa Mengeruk Alam, menyebutkan bahwa kebijakan pemotongan suku bunga, terutama oleh The Fed (Bank Sentral AS) akan menyebabkan turunnya tingkat pengembalian seluruh investasi Dolar.

Hal itu akan mendorong investor mengalihkan dananya ke emas. Dengan begitu, maka harga emas akan meningkat tajam.

Ketiga, faktor jumlah penawaran dan permintaan. Hukum supply dan demand atau permintaan dan penawaran juga berlaku terhadap emas dalam mempengaruhi naik atau turun harganya.

Sama seperti dengan harga barang lainnya. Dimana ketika jumlah permintaan semakin tinggi, maka harga barang ikut semakin tinggi juga. Sebaliknya, jika jumlah permintaannya turun, maka harga juga akan turun.

Hal ini berlaku juga untuk harga emas. Ketika banyak permintaan atau peminat terhadap emas semakin tinggi, maka harga emas akan naik. Begitu juga sebaliknya, ketika jumlah peminat emas turun, harga emas akan turun.

Keempat, faktor ketidakpastian kondisi global. Pada kondisi global ini yang sedang terjadi, seperti isu politik, ekonomi, krisis, resesi, atau perang sekalipun semuanya dapat memicu pergerakan harga emas.

Misalnya ketika permasalahan politik muncul, para investor finansial dengan cepat mengamankan investasi mereka. Biasanya, emas yang telah dikenal lama dengan sebutan safe-heaven-investment atau investasi paling aman, akan dipilihnya dibandingkan dengan instrument investasi lainnya.

Jika tertarik dengan investasi emas, mulailah dari sekarang. Dalam jangka panjang, investasi emas termasuk dalam kategori sektor yang sangat menguntungkan.

Firdhausy Amelia

Alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Khaldun Bogor.

Satu tanggapan untuk “Ketahui Penyebab Naik dan Turunnya Harga Emas

  • 18 Januari 2021 pada 4:37 AM
    Permalink

    Sebelum membeli, cek harga emas hari ini di situs resmi Butik Emas Antam, Pegadaian,?marketplace, maupun toko emas terpercaya. Di sana, biasanya terdapat informasi harga emas per gram, setengah gram, lima gram, dua gram, hingga 100 gram. Bandingkan harganya dan cek berita ekonomi terkini khususnya tentang emas karena, harga emas dalam negeri dipengaruhi oleh harga emas dunia.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *