Ketahui Pentingnya Disiplin untuk Perkembangan Anak

RUANGNEGERI.com – Entah dewasa atau anak-anak, memahami pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Disiplin menjadi sesuatu yang mutlak dan harus mulai dilatih dalam setiap kehidupan.

Apalagi dalam kehidupan anak yang baru belajar mengenai kehidupan. Dengan menerapkan disiplin, seorang anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa. Tanpa mengenal disiplin sejak usia dini, seorang anak kemungkinan besar akan berakhir dengan pribadi yang bermasalah.

Shefali Tsabary (2010) dalam bukunya The Conscious Parent, menjelaskan bahwa anak-anak perlu mendengarkan suara mereka sendiri dan menyerap suara orang lain dalam kapasitas yang sama.

Menanamkan disiplin pada diri anak sangat berbeda dengan membuat anak berperilaku disiplin. Seorang anak yang sudah mempunyai akar disiplin dari dalam dirinya tidak akan kesulitan untuk bersikap disiplin setiap saat. Bahkan hingga mereka tua kelak.

Namun jika anak hanya berperilaku disiplin bukan karena disiplin sejak awal, maka mereka akan cenderung mudah untuk kembali kepada kebiasaan sehari-hari yang tidak disiplin.

Anak yang diminta bangun pagi karena tidak biasa misalnya, tentu akan berbeda dengan anak yang terbiasa bangun pagi.

Baca juga:

Membiasakan Perilaku Disiplin Anak

Dalam setiap perkembangan anak, orang tua perlu memahami dengan benar bagaimana disiplin akan mempengaruhi kelanjutan hidup anak. Mengingat pentingnya disiplin, orang tua setidaknya sudah harus mulai menanamkan disiplin dalam diri anak sejak kecil.

Untuk menanamkan disiplin dalam diri anak, March H. Bornstein (2002) dalam bukunya Handbook of Parenting: Children and Parenting, menjelaskan bahwa pengajaran disiplin dengan lemah lembut lebih cocok dengan tingkat gairah yang tinggi dalam diri anak.

Selain itu, disiplin lembut memungkinkan anak untuk lebih efektif menerima pesan orang tua. Teknik disiplin yang terlalu keras dapat meningkatkan gairah anak-anak ke tingkat yang dapat mengganggu proses penerimaan pesan orang tua. Strategi ini tidak cukup efektif untuk mempromosikan moralitas pada anak-anak yang tidak kenal takut.

Hal itu adalah karena anak-anak yang tidak kenal takut lebih terbiasa dengan aspek pengasuhan yang responsif dan hubungan dekat dengan orang tua mereka. Pengasuhan yang responsif ini diyakini lebih memotivasi anak untuk mendukung apa yang ingin disampaikan oleh orang tua maupun lingkungan di sekitarnya.

Orang tua dapat berbicara tentang perilaku yang pantas dan tidak pantas, serta tentang konsekuensi yang mungkin terjadi. Hindari untuk memukul atau melukai fisik anak dalam bentuk apapun ketika sedang marah.

Daniel J. Siegel & Tina Payne Bryson (2014) dalam bukunya No-drama Discipline: The Whole-Brain Way To Calm The Chaos and Nurture Your Child’s Developing Mind, menyebutkan bahwa disiplin dengan kekerasan, teriakan, argumen, hukuman maupun kekakuan akan mengaktifkan bagian bawah otak. Yakni bagian reaktif dari otak anak.

Dengan begitu, maka akan semakin memperkuat sirkuit otak dan mempersiapkannya agar mudah diaktifkan. Jika dididik dengan keras, maka potensi konflik antara orang tua dan anak sangatlah besar.

Sedangkan disiplin dengan koneksi yang tenang dan penuh kasih sayang, akan mengaktifkan sirkuit penglihatan yang reflektif, reseptif, mengatur, memperkuat dan mengembangkan bagian atas otak.

Hal itu sangat berguna untuk menciptakan rangsangan wawasan, empati, integrasi dan perbaikan dalam diri anak.

Selain itu, orang tua yang mengajarkan disiplin juga akan jauh lebih dihormati oleh anak-anaknya. Secara efektif adalah dilakukan dengan cara dialog interaktif dan kolaboratif, yakni timbal balik dua arah. Bukan hanya menyampaikannya melalui satu arah atau monolog.

Membiasakan perilaku disiplin juga dapat diterapkan melalui pembiasaan hal-hal sederhana dan terkecil dalam kegiatan sehari-hari anak.

Misalnya saja, orang tua bisa membiasakan anak untuk bangun pagi, mandi, makan dan tidur di jam tertentu. Secara tak sadar, anak-anak akan terus melakukan kebiasaannya dan berhasil menjadi disiplin.

Baca juga:

Pentingnya Disiplin untuk Perkembangan Anak

Disiplin menjadi sesuatu yang sangat penting bagi perkembangan setiap anak. Strategi disiplin akan membantu mengembangkan wawasan pada pribadi anak.

Daripada orang tua hanya sekadar memerintah dan menuntut agar anak memenuhi harapannya, orang tua bisa meminta anak untuk memperhatikan serta memberikan tanggapan terhadap situasi yang sulit.

Ketika anak-anak terlibat dalam proses disiplin, maka mereka akan merasa lebih dihormati dan percaya dengan apa yang disampaikan oleh orang tua.

Jika sudah begitu, anak akan bekerja sama dan bahkan membantu menemukan solusi untuk masalah yang berhubungan dengan disiplin. Orang tua dan anak akan bekerja sebagai satu tim untuk mencari tahu cara terbaik meningkatkan suasana disiplin di keluarga.

Disiplin dalam perkembangan anak dapat dilihat dari bagaimana pengaruh pada kehidupannya. Salah satu hasil terbaik dalam proses pendisiplinan anak adalah mereka akan mendapatkan ide baru untuk memecahkan masalah, yang mungkin belum pernah dibayangkan oleh orang tua.

Orang tua bisa saja akan terkejut jika mengetahui bagaimana anak bersedia menurut pada orang tuanya ketika sudah disiplin. Dengan demikian, maka selain memberikan pengaruh pada perkembangan mental anak, disiplin juga berpengaruh pada perkembangan otak anak.

Shara Nurrahmi

Guru dan Penulis, alumnus Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *