P.V. Sindhu Putuskan Absen di Sisa Tahun 2020

RUANGNEGERI.com – Bintang bulutangkis India, P.V. Sindhu, memutuskan tidak akan turun ke lapangan di sisa 2020 ini. Dia bahkan tak terbang ke Odense untuk bertanding di Denmark Open yang tengah berlangsung dari 13-18 Oktober.

Juara dunia nomor tunggal putri ini mengaku rindu bermain bulutangkis. Meski begitu, ia tetap menjalani latihan di pelatnas India di Hyderabad sejak Agustus lalu.

Melansir dari Reuters (16/10/2020), ia mengaku perlu waktu kembali bermain lagi. “Saya butuh satu atau dua minggu untuk comeback namun kondisi saya baik-baik saja. Saya menunggu turnamen dimulai,” tutur pemain nomor 7 dunia tersebut.

Peraih perak Rio 2016 ini baru akan turun tahun depan di Asia Open I, yang bakal digelar pada 12-17 Januari dan Asia Open II, 19-24 Januari mendatang.

Terakhir, Sindhu berlaga di Kejuaraan All England Open pada Maret 2020. Namun naas, dia harus menelan pil pahit usai dipaksa angkat koper oleh pemain Jepang, Nozomi Okuhara pada babak perempat final dalam rubber game 21-12, 15-21, 13-21.

Usai mencapai podium tertinggi Kejuaraan Dunia di Basel tahun 2019 lalu, Sindhu tampak kesulitan untuk kembali ke performanya.

Setelahnya, pelatih asal Korea Selatan Kim Ji Hyun yang disebut-sebut berjasa dalam mengantarkannya membawa pulang emas pertama kejuaraan dunia, meninggalkan kursi kepelatihan timnas India sebelum kontraknya selesai.

Hengkangnya Kim dari perbulutangkisan negeri Bollywood itu sempat menjadi isu hangat, terutama saat dia menuding Sindhu sebagai pemain yang “tak punya hati.”

BACA JUGA: Gita Wirjawan dan Butet Bicara Soal Keuangan Atlet Setelah Pensiun

Kekalahan Beruntun

Dalam 10 turnamen berikutnya, termasuk All England 2020, alih-alih juara, tak satu pun semifinal berhasil dijajaki oleh pemain kelahiran tahun 1995 tersebut.

Sindhu tercatat menelan tiga kali kekalahan di babak perempat final, empat kali di babak kedua, sementara sisanya ia tersingkir di babak pembuka.

Setelah 7 bulan tanpa turnamen dimainkan oleh BWF, dia menuturkan atmosfer pertandingan mendatang akan berbeda dan menantang lantaran kemampuan semua atlet pasti meningkat.

Ia juga menyinggung soal harapan emas di Olimpiade tahun depan yang menurutnya “tidak mudah”. Pasalnya, persaingan pemain top 10 tunggal putri dunia terbilang merata.

Saat ini, dalam klasemen peringkat Kualifikasi Race to Tokyo, Sindhu menempati posisi ketujuh. Agar dapat mengantongi tiket ke Tojyo, atlet tunggal perlu berada di top 16 hingga masa kualifikasi selesai.

Bila Sindhu sukses memenangkan laga final di Tokyo nanti, tentunya akan mencetak sejarah sebagai penyumbang emas Olimpiade pertama bagi India di sektor bulutangkis.

P.V Sindhu memiliki julukan “The Chinese Killer,” lantaran pemain 25 tahun ini tak pernah kalah kepada pemain China pada gelaran Kejuaraan Dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *