My Lecturer My Husband: Kisah Cinta Mahasiswa dengan Dosen Killer

RUANGNEGERI.com – Bagaimana rasanya jika kamu dijodohkan dengan salah satu dosen killer di kampusmu? Pasti rasanya stres banget, kan? Itulah gambaran dari perasaaan seorang Inggit, yang diperankan oleh Prilly Latuconsina, di dalam serial film berjudul My Lecturer My Husband.

Serial film garapan Production House ‘MD Entertainment’ ini merupakan adaptasi dari novel dengan judul sama karya Gitlicious. Film ini dibintangi oleh Prilly Latuconsina, Reza Rahardian, dan Kevin Ardillova.

Prilly Latuconsina berperan sebagai Inggit, Reza Rahardian sebagai Arya, dan Kevin Ardillova sebagai Tristan. Serial yang digarap oleh Monty Tiwa ini berjumlah delapan episode yang telah ditayangkan pada season pertama.

Baca juga: The True Beauty: Standar Kecantikan dan Kecantikan Sesungguhnya

Perjodohan Mahasiswa dan Dosen Killer

Cerita diawali dengan pengenalan tokoh dan pengenalan keadaan. Serial ini menceritakan tentang Inggit, mahasiswa asal Jogja yang berkuliah di Jakarta. Ia stres karena banyaknya tugas kuliah yang mengimpitnya.

Inggit stres karena salah satu dosennya tergolong killer, sangat kaku dan disiplin. Dosen tersebut adalah Pak Arya. Pak Arya memberi nilai C pada makalah yang dibuat susah payah oleh Inggit.

Namun, Inggit memiliki teman-teman yang berpikiran positif dan mendukung kehidupannya. Inggit juga memiliki seorang pacar mahasiswa kedokteran bernama Tristan. Kehidupan asmara Tristan dan Inggit baik-baik saja.

Guncangan dalam hubungan Inggit dan Tristan hadir ketika Inggit harus kembali ke Yogyakarta. Ia harus pulang dari Jakarta ke Yogyakarta karena ayahnya sakit.

Ayah Inggit memiliki permintaan terakhir kepada Inggit, yaitu ingin melihatnya segera menikah. Ayahnya ingin melihat momen bahagian Inggit, yaitu menikah.

Inggit kemudian menghubungi Tristan yang sedang berada di Jakarta. Ia ingin Tristan datang ke Yogyakarta untuk menemui ayahnya. Inggit ingin Tristan menemui keluarga Inggit dan menyampaikan bahwa ia serius mengenai hubungannya dengan Inggit.

Namun, Tristan memiliki pemikiran berbeda dengan Inggit. Tristan ingin mengejar mimpinya terlebih dahulu. Dia tidak siap untuk menikah dalam waktu dekat. Menikah merupakan rencana jangka panjang setelah ia berhasil meraih mimpinya.

Ayah Inggit ternyata telah memiliki calon untuk dijodohkan dengan Inggit. Inggit sangat menentang perjodohan tersebut. Namun, karena kondisi ayahnya, Inggit mempertimbangkan pilihan ayahnya.

Baca juga: Dua Garis Biru (2019), Sentilan Sosial dan Kesadaran Pendidikan Seks

Antara Cinta dan Cita

Masalah memuncak saat Tristan dan Inggit memiliki pandangan berbeda. Inggit berorientasi kepada keluarganya sedangkan Tristan lebih banyak berorientasi pada studi dan cita-citanya.

Inggit yang family-oriented ingin memenuhi harapan ayahnya. Ayahnya yang sedang sakit ingin melihat hari bahagia anak satu-satunya tersebut. Ayahnya ingin melihat Inggit menikah.

Inggit menyampaikan amanat tersebut kepada Tristan, kekasihnya. Ia ingin Tristan datang ke Yogyakarta dan menyampaikan keseriusan hubungannya dengan Inggit.

Lain dengan pemikiran Tristan. Saat Inggit meminta hal tersebut, Tristan sedang melalui ujian koas bagi mahasiswa kedokteran. Dia ingin fokus terhadap pendidikan terlebih dahulu. Tidak pernah ia berpikir kekasihnya meminta untuk cepat dinikahi.

Inggit terpaksa mempertimbangkan pilihan ayahnya. Ia memutuskan untuk menemui calon jodoh pilihan ayahnya.

Baca juga: Aroma Karsa: Mendeskripsikan Aroma dalam Prosa

Jodohku Ternyata Dosen Killer-ku

Inggit diminta ayahnya untuk menemui calon yang disiapkan oleh ayahnya tersebut di sebuah kafe. Tanpa disangka, ternyata ia bertemu dengan Pak Arya, dosen killer di kampusnya.

Tak disangka, ternyata jodoh yang telah disiapkan oleh ayah Inggit adalah Pak Arya. Inggit sempat tidak percaya dan menganggap hal tersebut adalah sebuah lelucon. Akhirnya Pak Arya langsung menghubungi ayah Inggit untuk membuktikan bahwa perkataannya bukan omong kosong.

Inggit shock saat mengetahui bahwa calon yang telah disiapkan oleh ayahnya tersebut adalah dosennya. Tidak tanggung-tanggung, dosen killer pula.

Inggit akhirnya menikah dengan Pak Arya. Pernikahan dilakukan secara sederhana. Inggit juga meminta Pak Arya untuk merahasiakan pernikahannya di depan teman-teman kampusnya, terutama di depan Tristan.

Pak Arya dengan besar hati menerima syarat dari Inggit tersebut. Arya yang merupakan dosen muda nan killer tersebut kemudian melakukannya saat berada di Jakarta.

Inggit masih mencintai Tristan. Ia juga mengerti salah satu sahabatnya merupakan pecinta Pak Arya. Jika orang-orang tahu, akan banyak orang yang tersakiti. Dan pada posisi tersebut pada akhirnya Pak Arya yang akan tersakiti.

Baca juga: Rotasi dan Revolusi: Kisah Cinta dari Pikiran ke Pikiran

Premis yang Mirip FTV

Menurut saya, dasar pemikiran atau premis serial ini mirip dengan FTV yang biasa tayang di televisi. Cerita yang terkesan cheesy tanpa sebab-akibat realisitis membuat saya menyimpulkannya demikian.

Menurut saya, pasar yang luas dan besar terhadap tayangan-tayangan FTV yang cheesy membuat serial ini dibuat. Tentunya selain karena booming­-nya novel My Lecturer My Husband. Pemain yang sudah profesional telah membuat serial ini anti gagal.

Menurut saya, pengembangan karakter dan konflik kurang dimaksimalkan oleh penulis dan sutradara. Konflik dapat dibangun karena adanya gap usia antara mahasiswa dan dosen.

Apa yang membuat Pak Arya jatuh cinta pada Inggit juga tidak dijelaskan. Bagi seorang dosen dengan segudang pengetahuan luas dan sikap yang dingin, alasan jatuh cinta pada seseorang tentunya tidak hanya karena fisik semata.

Serial film yang telah menyelesaikan kedelapan episodenya ini dapat ditonton di WeTV atau melalui iFlix.

Delvi Alpha Faliha

Alumnus Sastra Indonesia Universitas Negeri Jember, seorang ekstrover yang canggung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *