Mariposa: Kupu-kupu yang Sulit Digapai

RUANGNEGERI.com – Resensi kali ini akan membahas novel karya Luluk H.F. yang berjudul Mariposa. Secara sekilas, nama Mariposa mengingatkan kita pada salah satu judul film animasi Barbie dengan judul yang sama, Mariposa.

Mariposa pada film animasi Barbie tersebut merupakan serial dari Barbie Fairytopia. Film tersebut banyak ditayangkan di TV dan digemari anak-anak—terutama perempuan—pada sekitar tahun 2010-an seingat saya.

Jadi, apa hubungannya novel Mariposa yang akan saya resensi dengan film animasi Barbie Mariposa?

Pasti kalian bertanya-tanya, kan? Oke, jadi menurut prolog yang saya kutip di Wattpad Mariposa, dimana awal novel ini familiar, kira-kira seperti ini.

Kamu itu seperti Mariposa. Kalau aku kejar dan coba tangkap, kamu menghindar. Tapi, jika aku biarkan? Apa kamu mau mendekatiku?” –Natasya Kay-Loovi-

Bagiku kamu seperti bunga matahari, sebuah simbol kebahagiaan dan keceriaan. Tanpa bunga matahari seekor mariposa tidak bisa hidup. Aku membutuhkanmu, maka aku akan mendekatimu.” –Iqbal Guanna Freedy-

Prolog yang ditulis di Wattpad tersebut telah menggambarkan isi dari keseluruhan cerita di dalam novel Mariposa. Mariposa bercerita tentang Natasya Kay-Loovi atau Acha, yang merupakan siswi SMA yang jatuh cinta kepada Iqbal Guanna Freedy atau Iqbal.

Mereka berdua merupakan siswa yang termasuk pintar di sekolahnya masing-masing. Mereka berbeda sekolah dan bertemu pada saat camp olimpiade.

Sejak saat itu, Natasya Kay-Loovi yang memiliki nama panggilan Acha tersebut menaruh hati kepada Iqbal Guanna Freedy yang memiliki nama panggilan Iqbal. Namun, selama camp mereka berdua tidak sempat untuk bertukar informasi kontak atau semacamnya.

Pada suatu hari saat Acha sedang ngafe cantik bersama sahabatnya, ia mendapati sosok Iqbal di kafe tersebut. Sahabat Acha, Amanda merupakan seorang yang ternyata satu sekolah dengan Iqbal.

Secara impulsif atau tiba-tiba dan tanpa pikir panjang, Acha menghampiri Iqbal untuk meminta kontak Iqbal yang dapat ia hubungi sewaktu-waktu.

Amanda heran dengan Acha, dia mengerti bahwa Iqbal merupakan laki-laki yangt terkenal cuek dan dingin kepada siapapun. Begitulah awal mula pertemuan Acha dan Iqbal yang merupakan pusat dari tokoh di cerita ini.

Dalam novel ini, Acha digambarkan sebagai gadis SMA yang cantik dan pintar. Tidak hanya cantik, tapi amat sangat cantik hingga laki-laki tidak kuasa untuk memalingkan wajahnya saat melihat Acha. Selain paras yang cantik, Acha juga digambarkan sebagai perempuan yang cerdas.

Hal itu dibuktikan dengan camp olimpiade yang diikuti oleh Acha. Tidak mungkin seseorang yang tidak cerdas dapat mengikuti camp olimpiade. Olimpiade kimia pula. Hal yang termasuk sulit bagi sebagian siswa SMA.

Tokoh Iqbal Guanna Freedy digambarkan oleh penulis sebagai laki-laki yang cuek dan dingin. Iqbal juga digambarkan sebagai siswa yang cerdas. Di balik sikap dinginnya, ternyata Iqbal gemar membantu orang yang kesulitan, seperti pada saat di camp olimpiade.

That’s it.

Penokohan karakter utama di dalam novel Mariposa hanya seperti itu. Menurut saya kurang mendalam dan masih menyentuh permukaan saja. Pendalaman tokoh yang minim tersebut diimbangi oleh Luluk dengan gaya bahasa yang santai.

Saya dapat mengelompokkan novel Mariposa ini sebagai novel teenlit. Novel Mariposa sangat cocok dibaca oleh teenager atau remaja yang menyukai romansa ala-ala SMA.

Novel ini pertama kali diterbitkan oleh Luluk H.F. di platform Wattpad. Wattpad adalah sebuah platform bagi para penulis dan pembaca. Penulis dapat menuliskan apapun di platform tersebut, mulai dari puisi, cerpen, novel, cerita bersambung hingga artikel.

Kebanyakan penulis atau author di aplikasi Wattpad menggunakan aplikasi tersebut untuk membagikan tulisan berupa cerita bersambung. Beberapa cerita bersambung di Wattpad yang memiliki viewers, voters dan comment yang ramai bahkan dilirik oleh percetakan buku dan diterbitkan sebagai novel.

Novel Mariposa merupakan salah satunya. Berawal dari Wattpad, cerita tersebut memiliki penggemar tersendiri yang setia menunggu cerita tersebut selesai. Novel Mariposa di Wattpad, telah dibaca 60 juta kali, berdasarkan klaim di sampul novel Mariposa yang beredar di toko-toko buku di seluruh Indonesia.

Diksi

Diksi atau pilihan kata yang digunakan Luluk H.F. di novel Mariposa sangat ringan dan mudah dicerna. Novel ini memiliki kesan santai dari pilihan-pilihan kata yang digunakan. Menurut saya, sesuai dengan target pasar atau target market dari novel ini yang merupakan kalangan remaja.

Porsi dialog dan narasi di dalam novel ini juga seimbang. Menurut saya, hal itu yang membuat penokohan karakter di dalam novel Mariposa kurang dalam. Hal tersebut karena minimnya narasi yang mendeskripsikan secara dalam atau heart to heart bagaimana karakter dan perwatakan.

Terkesan tidak terlalu kuat atau masih ngambang. Tapi masih dalam kelas bagus untuk novel teenlit. Bukankah rata-rata novel teenlit seperti itu?

Beberapa diksi yang digunakan oleh Luluk merupakan diksi populer yang sering digunakan oleh remaja. Diksi yang sering digunakan oleh target market dapat membangun relasi tidak nyata antara pembaca, penulis, dan novel yang ditulis. Diksi-diksi populer yang digunakan di dalam novel ini yang sering digunakan oleh remaja, antara lain: jomblo, gue, lo, dan sebagainya.

Banyak diksi-diksi yang termasuk ke dalam konteks kelas cakapan atau tuturan di dalam novel Mariposa ini. Sebetulnya, saya sedikit risih dengan penggunaan kata-kata yang tidak baku di novel ini, seperti kata “liat” yang seharusnya “lihat” atau “tau” yang seharusnya ditulis “tahu”.

Tapi, menimbang genre yang diusung oleh novel ini, saya akan memakluminya.

Diksi-diksi tersebut biasa digunakan oleh remaja Indonesia, terutama oleh remaja yang tinggal di kota. Diksi yang digunakan juga merepresentasikan bagaimana kultur remaja masa kini.

Menurut saya, dibandingkan dengan novel-novel teenlit pada tahun 2000-an, novel Mariposa menguatkan pendapat saya bahwa dunia pernovelan masa kini telah berkembang. Dibanding dengan novel teenlit zaman dulu yang alurnya mudah ditebak dan itu-itu saja, Mariposa memiliki nuansa yang berbeda.

Mariposa membentuk karakter tokoh utama sebagai sosok yang cerdas—yang mudah-mudahan dapat dijadikan panutan oleh remaja sekarang.

Nuansa berbeda tersebut berasal dari alur dan latar belakang tokoh. Latar belakang tokoh yang merupakan siswa berprestasi. Novel teenlit kebanyakan terkonstruksi secara sadar atau tidak, kebanyakan tentang salah satu tokoh yang superior bertemu dengan tokoh lain yang inferior.

Atau dalam istilah mudahnya, salah satu tokoh yang memiliki karakter lemah bertemu dengan tokoh dengan karakter kuat. Di novel Mariposa ini, kedua tokoh utama memiliki karakter yang sama-sama superior.

BACA JUGA: Aroma Karsa: Mendeskripsikan Aroma dalam Prosa

Wanita yang Bergerak Duluan

Penulis novel Mariposa, Luluk H. F., mematahkan steorotip kuno bahwa wanita harus menunggu. Dalam novel Mariposa ini, tokoh utama perempuan-lah yang melakukan pergerakan pertama kali. Novel ini memiliki tokoh utama perempuan yang bisa saya katakan badass.

Acha, si tokoh utama perempuan memiliki keberanian untuk menyatakan rasa ketertarikannya terlebih dahulu kepada Iqbal—tokoh utama lak-laki di novel Mariposa ini.

Pergerakan Acha yang agresif dan impulsif tersebut bahkan ditunjukkan sejak awal cerita. Mungkin di kehidupan nyata sosok Acha merupakan sosok yang bisa membuat teman-teman di sekitarnya malu karena keagresifannya dan sikapnya yang kebal malu. Namun, hal tersebut yang membuat cerita Mariposa menjadi hidup.

Iqbal diibaratkan sebagai Mariposa dan Acha yang diibaratkan sebagai bunga matahari atau sunflower. Mariposa merupakan personifikasi dari sikap seseorang yang memiliki gerak yang cepat dan tidak mudah ditangkap.

Seperti itulah Iqbal di mata Acha. Iqbal memiliki sikap dingin dan tidak mudah untuk dipahami. Pendiam, yang bahkan orang lain tidak mengerti arti diamnya Iqbal, termasuk Acha. Sulit bagi Acha untuk mendapatkan Iqbal.

Seperti perempuan pada umumnya, Acha membutuhkan suatu afirmasi atau penegasan dari Iqbal. Ia dengan terang-terangan menyatakan perasaannya kepada Iqbal, namun Iqbal tidak mengindahkannya. Hal itu membuat Acha sempat frustasi dan menyerah untuk mendapatkan hati sang mariposa.

Iqbal, walaupun terlihat sangat cuek dan dingin, dia juga memiliki sisi lembut. Itulah kesan pertama Acha kepada Iqbal sejak pertama bertemu di camp olimpade. Iqbal merupakan sosok yang suka membantu orang lain yang mengalami kesulitan. Iqbal juga memiliki sisi halus yang bahkan tidak Acha ketahui.

Dalam novel Mariposa ini, penulis menggambarkan Acha sebagai gadis yang gigih dan berjuang keras untuk mendapatkan hati Iqbal. Ia berusaha meruntuhkan dinding es yang dimiliki Iqbal yang membuat Acha sulit menggapai hatinya.

Selama Iqbal tidak berubah menjadi sapi terbang, Acha akan tetap berjuang untuk mendapatkan hati sang pujaan hati, Iqbal.

Konflik di novel Mariposa ini tergolong ringan. Tentang masalah perasaan remaja dan kebutuhan akan afirmasi dari pasangan. Penyelesaian konflik yang dilakukan oleh kedua tokoh utama juga sangat elegan menurut saya. I mean, penyelesaiannya tidak menggantung dengan cara maksa, benar-benar selesai.

Luluk memberikan ruang bagi tokoh untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan, mencari penyelesaian dan jalan keluar untuk masalah tersebut, kemudian minta maaf.

Saya harap para remaja memiliki mindset seperti ini, jika ada masalah, selesaikan dengan baik. Jangan menghilang agar dicari, that’s not cool.

Untuk rating keseluruhan dari novel ini saya dapat memberi 4,8 dari 5 bintang. Novel ini menurut saya sangat hidup. Cocok dibaca untuk dede emesh alias remaja.

Konflik dan penyelesaian yang disajikan dalam novel ini manusiawi dan cukup dewasa untuk dilakukan remaja.

Tokoh yang cerdas dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan ambisi juga menurut saya bagus. Saya harap pembaca dapat menjadikannya amanat setelah membaca novel ini.

Novel ini telah diadaptasi menjadi film layar lebar. Film tersebut dapat mempermudah pencitraan pembaca terhadap novel Mariposa ini.

Mariposa walau tenar melalui Wattpad, namun tetap memiliki perbedaan dengan versi cetaknya. Jadi, pembeli novel cetak Mariposa tidak akan rugi. Dijamin!

 

Judul                    : Mariposa

Penulis                 : Luluk H. F.

Penerbit               : Coconut Books

Tahun Terbit        : 2018

Jumlah Halaman : 482 halaman

No. ISBN             : 9786025508615

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *