Pahami Manfaat Metode Montessori untuk Perkembangan Anak

RUANGNEGERI.com – Untuk dapat memaksimalkan perkembangan dalam setiap usia anak, diperlukan metode mendidik anak yang tepat. Menemukan metode yang paling sesuai dengan kebutuhan anak bukanlah sesuatu yang sulit. Saat ini sudah ada banyak metode yang bisa dipilih.

Kehadiran banyak metode dalam mengasuh anak akan memberikan hasil yang lebih maksimal sesuai dengan keinginan. Bahkan orang tua bisa menggunakan lebih dari satu metode untuk memaksimalkan hasil yang diperoleh.

Daniel J. Siegel & Tina Payne Bryson (2014) dalam bukunya No-drama Discipline: The Whole-Brain Way To Calm The Chaos and Nurture Your Child’s Developing Mind, mengatakan bahwa para orang tua perlu menyesuaikan harapan dengan menyadari bahwa anak-anak membutuhkan lebih banyak waktu untuk perkembangannya.

Selain itu, orang tua juga harus menyadari bahwa anak-anak mampu melakukan lebih dari yang diminta. Dengan begitu, maka orang tua dapat ‘menantang’ anak untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab atas pilihan mereka sendiri.

Hal itu bisa dijadikan sebagai landasan bahwa orang tua juga harus bisa mendampingi setiap perkembangan anak sesuai dengan tahapannya. Kehadirannya diharapkan mampu untuk memperhatikan kebutuhan, keinginan dan pengalaman yang sudah ada demi membuat keputusan yang baik.

Pemilihan metode yang tepat menjadi kunci dalam pendampingan perkembangan anak. Untuk itulah, orang tua perlu memahami apa saja metode yang ada agar bisa menggunakannya dengan tepat.

BACA JUGA: Seberapa Besar Pengaruh Pengasuhan Ibu terhadap Keadaan Psikis Anak?

Mengenal Metode Montessori

Metode yang dipakai untuk mendidik anak ada banyak macamnya. Salah satu dari metode tersebut adalah metode montessori. Metode ini merupakan salah satu metode pendidikan yang sudah mulai dikenal oleh banyak kalangan.

Metode montessori yang dimaksudkan adalah sebuah metode pendidikan yang dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori. Lulusan sekolah kedokteran di tahun 1869 ini merupakan salah satu dokter wanita pertama di Italia. Karena profesinya sebagai dokter, Montessori lebih banyak waktu untuk bertemu dengan anak-anak.

Sejak saat itu, ia mulai menunjukkan ketertarikannya pada dunia pendidikan. Untuk mengembangkan ketertarikannya pada dunia pendidikan, wanita kelahiran tahun 1870 itu menciptakan sebuah metode yang berasal dari penelitiannya.

Objek penelitiannya adalah untuk melihat perkembangan intelektual anak yang memiliki keterbelakangan mental. Metode ini telah banyak diterapkan dalam dunia pendidikan.

Stephanie Petrie & Sue Owen (2005) dalam bukunya Authentic Relationships in Group Care for Infants and Toddlers, mengatakan bahwa Maria Montessori merupakan salah satu pendidik anak usia dini yang hebat dan memiliki pengaruh besar. Montessori bahkan menjadi salah satu filosofi khusus yang banyak dipakai di dunia pendidikan.

Ciri utama dari metode ini adalah menekankan pada aktivitas pengarahan diri anak dan guru dalam memainkan perannya sebagai fasilitator atau pendamping.

Yakni memberikan pemahaman mengenai pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar dengan tingkat perkembangan anak.

BACA JUGA: Pengasuh Non-Parental, Apa Plus Minusnya?

Manfaat Metode Montessori

March H. Bornstein (2002) dalam bukunya Handbook of Parenting: Children and Parenting, menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah teori dikemukakan untuk menggambarkan perkembangan dari berbagai perspektif sistem.

Hal itu merupakan produk dari interaksi dinamis antara anak sebagai keseluruhan yang kompleks dan berbagai aspek lingkungan. Teori yang dikemukakan ini menyediakan kerangka kerja yang dapat membuat konsep dan mempelajari kompleksitas dengan baik.

Menurutnya, Montessori merupakan teori yang sudah terstruktur dengan optimal. Hal ini merupakan sebuah metode yang juga melibatkan guru dan murid seperti pada metode lainnya.

Orang tua adalah guru pemikiran pertama bagi anak. Yakni menggunakan momen menantang untuk melibatkan anak dalam melihat dunia batin bersama.

Saat anak-anak mengembangkan keterampilan, mereka akan bisa belajar menyeimbangkan pentingnya kehidupan batin dengan kehidupan orang lain.

Metode ini sangat populer dan terbukti banyak memberikan manfaat bagi perkembangan anak usia dini. Berikut beberapa manfaat yang didapatkan melalui metode Montessori:

Pertama, anak menjadi individu unik. Metode montessori memberikan pemahaman bahwa setiap anak merupakan individu yang unik sehingga memiliki cara belajar yang tidak sama antara satu dengan yang lainnya.

Setiap perbedaan tersebut akan membuat guru merencanakan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak.

Kedua, anak menjadi individu aktif. Metode ini membuat guru menciptakan lingkungan belajar yang membuat anak memiliki kebebasan untuk mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang ada.

Dampaknya adalah membuat anak menjadi lebih aktif dan lebih kritis untuk bisa memahami seputar pengetahuan atau pelajaran.

Ketiga, anak belajar memperbaiki kesalahan. Anak yang terus tumbuh akan semakin dapat memahami permasalahan apapun yang terjadi. Hal ini juga akan berpengaruh pada pemikirannya.

Sebab, anak sudah terbiasa menjadi seseorang yang kritis, maka anak akan mengetahui saat dirinya membuat kesalahan dan akan berusaha memperbaikinya. Kesalahan ini akan menjadi bahan pelajaran untuk permasalahan yang akan datang.

Keempat, mengembangkan kemampuan sosial dan emosional anak. Anak yang terbiasa belajar dengan metode ini cenderung memiliki kemampuan sosial-emosional yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang belajar dengan metode tradisional.

Metode Montessori mengajarkan anak untuk berkolaborasi dengan teman sejawatnya. Model tersebut sangatlah penting bagi anak agar mereka lebih bisa mengembangkan potensinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *