Uji Coba Rudal Baru Korea Utara, Apakah Mengancam AS dan Sekutunya?  

RUANGNEGERI.com – Korea Utara menguji rudal baru dan kapal selam yang telah dimodifikasi. Kapal selam Romeo-Mod dan rudal Pukguksong diuji coba di Sinpo, Pantai Timur Korea Utara.

Melansir dari CNBC.com (05/09/2020), menyebutkan bahwa laporan dari CSIS, sebuah lembaga kajian strategis Amerika Serikat, menunjukkan citra satelit dari galangan kapal Korut.

Kapal selam Sinpo-C adalah dari kelas Romeo. Rancangan Uni Sovyet dan telah berusia 60 tahun. Kapal yang diuji coba akhir September 2020 ini adalah modifikasi langsung dari kelas Romeo. Merupakan satu-satunya kelas kapal selam rudal balistik (SSB) bertenaga konvensional di dunia.

Mengutip dari Navalnews.com (02/10/2020), Sinpo-C dengan desain awal membawa satu rudal balistik. Sedangkan yang telah dimodifikasi Korut dapat membawa tiga rudal sekaligus. Kapal ini pertama kali terungkap di tanggal 23 Juli 2019 dan telah diuji sebanyak tiga kali.

Walau begitu, modifikasi tersebut masih menyisakan masalah. Kapal selam tersebut mungkin akan jadi lebih berbahaya, namun tidak terlalu signifikan.

Kapal selam dengan rudal balistik eksperimental ini hanya bisa membawa satu rudal. Jika Sinpo-C harus membawa tiga rudal sekaligus, akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar dan tenaganya. Secara langsung akan mempengaruhi kemampuan selamnya juga.

Ankit Panda, peneliti senior pada Carnegie Endowment for International Peace, berpendapat bahwa kapal tersebut tidak akan bisa menjelajah terlalu jauh.

“Korea Utara tidak akan bisa mempertahankannya jika harus menjelajah hingga ke Laut Jepang,” ujarnya.

Hal ini berkaitan dengan suplai energi bagi kapal tersebut, sehingga Sinpo-C kemungkinan hanya “akan tetap di laut teritorial yang mereka klaim.”

BACA JUGA: Denuklirisasi Korea Utara Tetap Menjadi Fokus AS dan Korea Selatan

Kekuatan Rudal

Walau kapal selamnya mungkin bukan ancaman berarti, namun rudal yang disiapkan cukup mumpuni meski tidak bisa dikatakan sebagai platform terbaik sebagai peluncur rudal.

Rudal Pukguksong-3 memang baru diuji satu kali. Beberapa pengamat menduga bulan Oktober adalah saat tes kedua dimulai.

Dalam uji coba perdananya tahun lalu, tepatnya tanggal 2 Oktober 2019, rudal ini tidak bisa diremehkan. Rudal yang diberi nama KN-26 Pukguksong-3 ini sanggup melaju sejauh 450 km atau 280 mil.

Mungkin tidak terlalu jauh, namun dengan ketinggiannya yang mencapai 910 km (565 mil), paling tidak jangkauannya mencapai 1.900 km (1.200 mil).

Nama Pukguksong jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris bermakna Polaris. Sepertinya Korea Utara sedang mengejek AS dengan rudal Polaris-3 ini. Pukguksong-3, seperti juga Polaris-3, bagi AS adalah wakil kekuatan Angkatan Laut Korut.

Walau tidak terlalu masif dan mengancam, namun peluncuran ini dianggap yang paling provokatif. Pasalnya, Korut telah melakukan dialog tentang nuklir dan program misil dengan AS sejak 2018.

Walau tidak setuju dengan bujukan AS agar menghentikan program nuklir dan misilnya, namun Korut sudah menangguhkan uji coba rudal dan nuklir sejak 2017.

Dengan uji coba ini, Kim Jong Un nampaknya mematahkan pernyataan Presiden Trump bahwa usaha diplomasinya sejak 2017 telah berhasil.

Secara politik, hal ini tentulah akan berpengaruh juga pada pemilu presiden AS pada bulan November nanti. Meski begitu, nampaknya Presiden AS ke-45 ini tidak terlalu memusingkannya.

Vipin Narang, seorang pakar non-proliferasi di Massachusetts Institute of Technology, meyakini bahwa “Trump tidak akan peduli,” ungkapnya melalui akun Twitter-nya.

BACA JUGA: AS Ingin Sanksi PBB ke Iran Dilanjutkan Meski Tidak Didukung Negara Lain

Seberapa Kuat Kiliter Korea Utara?

Korea Utara memiliki armada kapal selam yang besar. Sekitar 20 unit kapal adalah dari kelas Romeo dari total 83 unit kapal selam mereka. Kapal-kapal tersebut didesain oleh Rusia dan sebagian dirakit di Tiongkok. Sementara sisanya dirakit di dalam negeri.

Melansir dari The Global Fire Power (2020), militer Korea Utara menduduki peringkat 25 dari 138 negara. Cukup bagus dengan indeks 0,3718.

Pyong Yang dikabarkan memiliki 1.880.000 personel tentara. Dengan 1.280.000 personel aktif dan 600.000 sisanya cadangan.

Walau tertinggal cukup jauh dari saudaranya, Korea Selatan yang duduk di posisi 6 dunia untuk kekuatan militer, namun kekuatan Angkatan Lautnya tidak bisa diremehkan.

Korut sendiri menempati ranking 1 untuk kategori kapal selam dan kapal patroli. Menempatkannya pada peringkat 1 dari 138 negara untuk Angkatan Laut.

Kapal selam terbanyak dari kelas Sang O dikabarkan hingga 40 unit. Kapal ini memiliki dua tipe, Sang O-1 yang memiliki panjang 34 meter dan Sang O-2 yang panjangnya 39 meter.

Total armada angkatan lautnya adalah 984 unit. Selain itu, Korut juga memiliki 416 unit kapal patroli. Sisanya adalah kapal perang lain seperti korvet, frigat, kapal latih dan lain-lain.

Pasukannya terbagi dalam dua skuadron di pantai timur dan barat. Beroperasi dalam zona ekslusif 50 kilometer. Dengan posisi geografis yang terbagi itu, membuatnya sulit untuk saling membantu seandainya terjadi perang dengan Korea Selatan.

Sebagian besar armadanya juga berusia tua dan mulai ketinggalan zaman. Sehingga jarak tempuhnya juga relatif terbatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *