Integrasikan Otak Kanan dan Kiri Agar Perkembangan Anak Dapat Maksimal

RUANGNEGERI.com – Integrasi otak kanan dan kiri harus dapat dipahami dengan benar oleh setiap orang tua. Hal ini dikarenakan setiap tahapan perkembangan anak tak lepas dari kombinasi otak kanan dan kiri.

Otak kiri akan bekerja dengan sesuatu yang berkaitan dalam hal logis, literal, linguistik dan linier. Sedangkan otak kanan sebaliknya, yaitu bersifat holistik dan non-verbal, gambar, emosi hingga ingatan pribadi.

Dengan keseimbangan antara otak kanan dan kiri, maka anak akan tumbuh menjadi seseorang yang bisa berpikir secara lebih rasional ketika dewasa nantinya.

Perkembangan pada setiap otak, akan memberikan pengaruh yang besar pada keadaan fisik dan psikis seorang anak. Bahkan tak jarang pula berbagai kerusakan pada otak dapat menimbulkan berbagai macam fungsi mental.

Hal itu sejalan apa yang disebutkan di dalam buku Cognitive Psychology and Cognitive Neuroscience, yang menerangkan bahwa berbagai jenis kerusakan otak seperti trauma, lesi, dan tumor akan memengaruhi perilaku dan menyebabkan perubahan pada beberapa fungsi mental.

Kondisi yang demikian dapat memberi kita lebih banyak informasi. Selain itu juga sebagai bahan untuk membangun model simulasi yang membantu kita memahami proses dalam otak atau pikiran.

Setiap anak yang sedang berkembang harus dijaga agar terhindar dari berbagai jenis kerusakan otak. Jika otak sudah tak lagi berjalan normal, maka keadaan mentalnya pun secara otomatis juga tidak akan normal.

BACA JUGA: Penerimaan Orang Tua, Kunci Segala Metode Pengasuhan

Perkembangan Otak Pada Setiap Anak

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap anak selalu mengalami perkembangan yang berbeda-beda. Begitu juga dengan otak. Keadaan otak antara anak satu dengan anak lainnya tidaklah sama.

Namun, secara keseluruhan otak mengalami perkembangan yang sama sesuai dengan masa tahapannya. March H. Bornstein (2002) dalam bukunya Handbook of Parenting: Children and Parenting Volume 1, menjelaskan bahwa dalam perkembangan otak selama 3 tahun pertama anak.

Peran orang tua di sini sangatlah besar dalam mengoptimalkan potensi kecerdasan anak. Orang tua disarankan untuk mendorong perkembangan intelektual dan emosional anak tanpa memandang anak sebagai sebuah model yang melibatkan produk komersial.

Seringkali kita temui orang tua yang memaksakan anaknya untuk melakukan sesuatu atau menuntutnya untuk dapat melakukan ini itu tanpa memperhatikan bagaimana keadaannya. Padahal, hal ini akan memberikan dampak pada keadaan mental anak.

Anak dalam usia balita harus dibantu untuk mengembangkan intelektual dan emosionalnya, bukan hanya untuk belajar menghafal ini itu. Hal ini bukan berarti orang tua tidak boleh mendidik anak dengan pendidikan yang tinggi.

Orang tua sebaiknya menyisipkan materi pembelajaran sesuai dengan tahapan perkembangan dengan cara yang lebih menyenangkan.

Selain itu juga tidak perlu memaksa anak untuk masuk ke lembaga sekolah ini itu hanya karena tergiur pada iklan dan pembicaraan orang lain.

Biarkan otak anak berkembang sesuai dengan tahap kemampuan anak dengan mendampinginya menyeimbangkan otak kanan dan kiri.

BACA JUGA: Kecerdasan Naturalis Anak, Bagaimana Cara Mengoptimalkannya?

Integrasi Otak Kanan dan Kiri

Integrasi otak kanan dan kiri bisa dibilang sebagai sebuah perpaduan yang nyata antara otak kanan dan kiri. Dengan kolaborasi yang sempurna, otak akan menghasilkan pemikiran dan keadaan psikis yang mengagumkan.

Agar setiap anak dapat mengembangkan otak kanan dan kirinya dengan seimbang, maka orang tua perlu melakukan sesuatu yang mengintegrasi otak kanan dan kiri.

Daniel J. Siegel & Tina Payne Bryson (2011) dalam bukunya The Whole-Brain Child: 12 Revolutionary Strategies To Nurture Your Child’s Developing, menjelaskan mengenai langkah yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengintegrasi otak kanan dan kiri anak.

Caranya antara lain ialah dengan membantu anak bekerja menggunakan kedua sisi otak kanan dan kiri. Orang tua dapat membantu menghubungkan dan mengalihkan emosional anak. Selain itu, juga bisa membantu anak untuk menjinakkan emosinya yang besar.

Otak manusia memiliki dua sisi karena masing-masing sisi memiliki fungsi khusus. Seorang anak dapat mencapai tujuan dan melaksanakan tugas yang lebih rumit ketiak kedua sisi otaknya terintegrasi dengan baik.

Jika anak hanya memaksimalkan penggunaan satu otak, maka itu seperti sedang berenang dengan hanya menggunakan satu tangan.

Oleh karena itu, orang tua harus bisa membantu anak menyeimbangkan otak kanan dan kirinya.

BACA JUGA: Seberapa Penting IQ, EQ dan SQ di Usia Dini?

Memahami Perkembangan Otak Anak

Keadaan psikis anak sangat dipengaruhi oleh perkembangan otaknya. Apa yang masuk ke dalam otaknya akan berpengaruh besar pada keadaan mental anak. Peristiwa-peristiwa yang dialami oleh anak akan menciptakan kepribadian tertentu pada anak.

Daniel J. Siegel dan Tina Payne Bryson (2014) dalam bukunya No-drama Discipline: The Whole-Brain Way To Calm The Chaos and Nurture Your Child’s Developing Mind, mengatakan bahwa otak seorang anak seperti rumah yang sedang dibangun.

Otak lantai bawah terdiri dari batang otak dan wilayah limbik, yang bersama-sama membentuk bagian bawah otak. Daerah bawah ini ada di dalam tengkorak mulai dari setinggi pangkal hidung hingga bagian atas leher dan beberapa di antaranya, batang otak, berkembang dengan baik saat lahir.

Bagian otak bawah ini bertanggung jawab atas operasi saraf dan mental yang paling mendasar seperti emosi dan naluri.

Dalam perkembangannya, bagian otak kanan akan mendominasi selama tiga tahun pertama mereka. Anak-anak belum menguasai kemampuan untuk menggunakan logika dan kata-kata untuk mengekspresikan perasaan mereka.

Ketika seorang anak sudah mulai bertanya tentang sebab akibat sepanjang waktu, maka saat itu otak kiri anak sedang mulai bekerja dengan baik.

Jika otak kiri sudah mulai bekerja, maka anak akan berusaha menyampaikannya dengan bahasa yang mereka pahami. Saat itulah orang tua dapat memberikan stimulasi yang sesuai untuk perkembangan otak kirinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *