Saat AI Robot Bisa ‘Mengawasi dan Mendorong’ Kinerja Pegawai Kantor

RUANGNEGERI.com – Teknologi robot dengan kecerdasan buatan (Artificial Inteligence atau AI), saat ini sudah semakin banyak difungsikan dalam dunia kerja. Beberapa industri pun sudah mulai menggunakan fungsi robot untuk menggantikan beberapa jenis tugas pegawai.

Namun, perkembangannya kini sudah lebih jauh lagi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa robot tidak hanya bisa menggantikan tugas pegawai, melainkan juga bisa mengawasi serta mendorong kinerja pegawai untuk lebih berani mengambil keputusan.

Lebih dari itu, sejumlah penelitian menunjukkan peran robot yang berfungsi untuk memaksimalkan tugas dan kerja pegawai. Temuan menarik ini tentu mengundang pertanyaan, adakah alasan psikologis dibalik perubahan perilaku antara pegawai yang “diawasi” oleh robot dengan yang tidak.

Bagaimanakah penjelasan mengenai kondisi ini secara psikologis? Adakah hubungan antara keberadaan robot dengan kinerja pegawai dalam pengambilan keputusan?

Baca juga:

Pengaruh Robot AI terhadap Psikologis Pekerja

Keberadaan robot dalam dunia kerja sudah tidak asing lagi. Robot pun bahkan telah dapat difungsikan sebagai “pengawas.” Namun, hasil temuan dari para ilmuwan Universitas Southhampton, Inggris menunjukkan bahwa meski robot kini sudah dapat mendorong pengambilan keputusan pegawai, resiko yang dihadapi masih sangat tinggi.

Melansir dari Science Daily (11/12/2020), situasi pengambilan keputusan dari robot sering kali justru menyebabkan pegawai menghindar dari tanggung jawab kerjanya. Efektivitas kerja pun menjadi tidak dapat dirasakan. Namun di satu sisi, robot kini sudah dapat mendorong perilaku para pegawai agar menjadi “lebih berani” dalam mengambil keputusan.

Yaniv Hanoch, seorang Guru Besar dalam bidang Manajemen Resiko Universitas Southampton yang memimpin penelitian menjelaskan bahwa “tekanan teman dapat menyebabkan perilaku pengambilan risiko yang lebih tinggi.”

Dengan intensitas interaksi yang semakin tinggi antara manusia dan teknologi, baik online maupun fisik, ia menyatakan bahwa “sangat penting bagi kami untuk memahami lebih lanjut apakah mesin dapat memiliki dampak yang serupa,” tandasnya.

Hasil dari pengambilan keputusan berani ini diklaim dapat meningkatkan keuntungan yang lebih tinggi untuk perusahaan. Berdasarkan penelitian tersebut, diketahui pula bahwa ternyata peran robot dalam kehidupan manusia tidak lagi hanya untuk mengerjakan fungsi tertentu.

Selain itu, robot juga dapat berfungsi menjadi pengawas, dan mampu mendorong kinerja pegawai untuk lebih berani mengambil keputusan. Secara psikologis, perubahan perilaku pegawai yang menjadi lebih berani mengambil keputusan saat dalam pengawasan sangat normal terjadi.

Caranya adalah dengan meletakkan robot dengan sistem AI yang satu ruangan dengan para pekerja. Robot kemudian memberikan instruksi otomatis secara berkala. Hasilnya dapat membuat pekerja lebih efektif dalam bekerja meski belum signifikan.

Sebab, robot dengan sistem AI terus bekerja secara otomatis walau harus menghadapi kondisi yang beresiko sekalipun. Selain itu robot “pengawas” di sekitarnya yang memberikan instruksi langsung dapat menjadi sumber keyakinan para pegawai.

Keberadaan robot dengan sistem AI dalam dunia kerja telah memberikan pengaruh secara psikologis pada pekerja untuk bekerja lebih efektif dan efisien.

Meski begitu, Hanoch mewanti-wanti bahwa perkembangan teknologi AI dan interaksinya dengan manusia tetap harus menjadi perhatian serius ke depannya.

Baca juga:

Robot AI dalam Mendorong Pengambilan Keputusan

Keberadaan robot AI yang dapat mendorong manusia dalam pengambilan keputusan ini memiliki dampak yang sangat besar untuk kehidupan manusia. Apa aja dampaknya dan seberapa jauh implikasinya?

Menjadi bagian yang dapat mendorong manusia lebih berani mengambil keputusan, tentu robot AI ini bisa berdampak positif atau negatif, bergantung pada kondisinya. Jika dimanfaatkan dalam kondisi yang mungkin bisa berdampak mencelakakan dan membahayakan orang, maka robot AI ini pun akan mendorong penggunanya untuk semakin berani mengambil resiko.

Padahal, efeknya akan sangat beresiko dan membahayakan. Dalam dunia perjudian misalnya, jika robot AI dimanfaatkan untuk mendampingi setiap pengunjung, maka robot ini akan mendorong untuk terus bertaruh bahkan dalam situasi yang tidak menguntungkan sekalipun. Sehingga pada akhirnya hanya akan menguntungkan penjudi besar yang diuntungkan oleh sistem algoritma robot.

Di dunia militer, Amerika Serikat juga diberitakan telah mengembangkan teknologi drone yang serba otomatis. Sistem algoritma AI disusun untuk bisa menjangkau target dan menembakkan peluru secara mandiri. Jika tidak terkontrol, maka hal ini tentu saja sangat membahayakan manusia.

Itulah sebabnya, penggunaan robot AI yang dapat mendorong pengambilan keputusan ini lebih disarankan digunakan pada kondisi yang positif saja. Kondisi positif yang dimaksud misalnya adalah penggunaan robot AI untuk mengampanyekan perilaku positif masyarakat.

Selain itu juga difungsikan untuk mendorong pekerja industri padat karya agar para pegawainya bekerja dengan lebih efisien.

Peran Robot AI di Musim Covid-19

Semenjak pandemi Covid-19 terjadi, robot AI yang terus memberikan dorongan ini pun banyak dimanfaatkan. Pemanfaatan robot AI yang dapat memberikan instruksi secara berkala ini diperuntukkan agar masyarakat selalu berperilaku hidup sehat.

Seperti yang ditemukan di Jepang, sebuah robot AI ditempatkan di berbagai tempat umum. Robot-robot ini akan mendeteksi wajah yang tidak mengenakan masker, lalu memberikan instruksi agar mengenakan masker.

Robot “pengawas” itu diberi nama Robovie, yang dilengkapi dengan suara riang serta tampilan mengenakan masker juga. Penggunaan Robovie ini bisa menjadi salah satu contoh nyata pemanfaatan positif Robot AI untuk memberikan dorongan perilaku positif dalam menjaga kesehatan.

Tidak hanya itu saja, Robovie yang dikembangkan oleh Advanced Telecommunications Research Institute International ini juga akan memberikan instruksi agar selalu menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan selama di tempat umum.

Dengan perkembangan teknologi sistem AI yang semakin lengkap, keberadaan robot tentu saja banyak membantu pekerjaan manusia dalam berbagai bidang.

Oktaviana

Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, berpengalaman di bidang penulisan dan penelitian pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *