4 Kapal Perang Baru Rusia Sedang Disiapkan untuk Mengantisipasi NATO

RUANGNEGERI.com – Rusia terus memperkuat armada Angkatan Lautnya. Selain sedang mempersiapkan kapal induk baru, negeri Beruang Merah tersebut juga memperkuat angkatan lautnya dengan empat jenis kapal lainnya.

Kapal induk yang sedang dikerjakan saat ini akan menggantikan Admiral Kudnetsov. Kapal induk Rusia yang sudah berusia tua dan saat ini sedang diperbaiki.

Melansir dari Navalnews.com (02/10/2020), bahwa selain kapal induk, empat jenis kapal perang lainnya dijadwalkan akan siap berlayar sekitar awal tahun 2021 hingga 2023.

Pertama, kapal penanggulangan ranjau laut. Kapal kelas Alexandrite ini diberi nama Georgy Kurbatof. Saat ini, Georgy Kurbatof masih berada di Galangan Kapal Sredne-Nevsky.

Tadinya kapal ini akan bergabung dengan AL Rusia di akhir 2016 silam. Namun, pada bulan Juni di tahun yang sama malah terbakar. Diperlukan waktu sekitar empat tahun untuk memperbaikinya.

Kapal di bawah bendera Proyek 12700 ini dijadwalkan mulai berlayar tahun 2021 mendatang.

Kedua, kapal selam penyerang kelas Akula, proyek 971. Kapal bernama Magadan K-331 ini adalah kapal selam serang bertenaga nuklir.

Sedianya akan mulai berlayar pada tahun 2023, namun dipercepat setahun. Sehingga pada awal 2022 nanti direncanakan sudah dapat beroperasi.

Magadan sebenarnya telah bergabung di Angkatan Laut Rusia sejak era Uni Soviet, tepatnya tahun 1990. Namun karena usia dan kerusakan yang terjadi, kapal ini masuk galangan untuk diperbaiki pada tahun 2012.

Setelah tujuh tahun dalam penantian, akhirnya perbaikan Magadan K-331 dimulai tahun 2019.

Menurut pakar militer, Dmitry Boltenkov, kapal jenis ini masih dapat digunakan. Mereka “tidak bersuara saat beroperasi dan memiliki kemampuan intai yang bagus.”

Magadan juga memiliki “lambung yang kokoh, dapat beroperasi selama beberapa dekade dan cukup akurat,” ujar Kapten Satu Igor Kurdin, mantan komandan kapal selam nuklir Rusia. Kapal selam serang ini akan mendapatkan perbaikan dan peningkatan jenis senjata.

Proyek 971 Magadan K-331 berperan cukup banyak selama periode awal operasinya. Pada tahun 1996, Magadan dapat mendeteksi kapal selam milik Amerika Serikat dan melacaknya dalam waktu lama.

Di tahun yang sama juga mampu mendeteksi kapal selam milik Angkatan Laut NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara), serta U-boat milik AS di pantai Yugoslavia.

Ketiga adalah Korvet kelas Graivoron Buyan-M. kapal ini dibangun untuk penguat armada di Laut Hitam.

Saat ini Graivoron sedang menjalani uji “pembangkit listrik, kemudi, alat komunikasi dan navigasi serta kelayakan laut,” merujuk pada kantor berita TASS Rusia.

Korvet ini adalah kapal kesembilan di proyek 21631. Dibangun di baprik Zelenodolsk, nama awalnya adalah AM Gorky. Pada tahun 2015 telah mendapat nama Graivoron, untuk menghormati nama kota di bagian barat Rusia, Belgorod.

Jika uji coba ini selesai dan terbukti layak operasi, Graivoron akan menjadi kapal rudal kecil yang difungsikan di Laut Hitam. Kapal ini dilengkapi dengan rudal jelajah serangan darat Kalibr-NK, Graivoron memiliki panjang 75 meter dengan bobot 949 ton.

Keempat, Rusia juga bersiap mengoperasikan kapalnya di laut Arktik, Kutub Utara. Saat ini, kapal pemecah es bertenaga nuklir telah selesai melakukan uji coba di Teluk Finlandia.

Arktika, nama kapal tersebut telah kembali ke dermaga perlengkapan Galangan Kapal Baltik. Uji coba telah berlangsung dari 23 Juni hingga 16 September 2020. Meliputi pengoperasian mekanisme mesin dan peralatan. Sistem bahan bakar dan manuvernya juga dicoba.

Kapal ini meninggalkan dermaga perlengkapan Galangan Kapal Baltik pada 22 September 2020 lalu. Berlayar menuju Murmansk. Selama pelayaran yang berlangsung 14 hari tersebut, pengoperasian pemecah es diuji coba.

Proyek 22220 Arktika (LK-60Ya) akan beroperasi di Laut Kutub Utara. Tepatnya di Laut Barents, Pechora dan Kara, Sungai Yenisei dan Teluk Ob. Arktika dapat memecah es dengan ketebalan 2,8 meter. Kapal dengan bobot kapal 33.540 ton ini memiliki panjang 173,3 meter, lebar 34 meter dan tinggi 52 meter.

Kapal ini mulai dibangun tahun 2013 lalu dengan dilengkapi sumber tenaga nuklir dua reactor RITM-200 dengan kapasitas 175 megawatt. Kecepatannya bisa mencapai kecepatan 22 knot dan mengangkut 75 orang anak buah kapal.

Arktika akan memimpin rombongan kapal Angkatan Laut Rusia untuk berpatroli di daerah es yang beku.

BACA JUGA: Konflik Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Begini Sikap Rusia dan Turki

Seberapa Kuat Angkatan Laut Rusia?

Secara keseluruhan, Rusia adalah negara dengan kekuatan militer terkuat kedua di dunia. Hanya satu tingkat di bawah AS. Sejauh ini, Angkatan Laut Rusia masih kalah jauh dari AS. Baik dari jumlah armada, tingkat teknologi maupun jumlah personel.

Angkatan Laut negara yang beribu kota di Moskow tersebut sempat merasakan ‘penderitaan’ yang sangat signifikan di saat Uni Soviet bubar. Kekurangan dana membuat penggantian suku cadang dan perawatan armada tersendat.

Industri perkapalan domestik juga menurun karena keterbatasan kemampuan menggunakan teknologi secara efisien.

Namun sejak tahun 2014, Rusia mulai bagkit dan membenahi Angkatan Laut miliknya. Dengan memperbaiki armada yang rusak dan ketinggalan zaman. Selain itu juga sudah mulai membuat kapal-kapal baru.

Hingga saat ini, Rusia memiliki 56 kapal selam, termasuk kapal selam bertenaga nuklir. 45 kapal patrol dan 1 kapal penghancur. Jumlah korvet adalah yang paling tinggi, 82 unit.

Saat ini, Rusia sedang merakit kapal induk baru sebagai pengganti kapal induk lamanya, Admiral Kuznetsov yang memang sudah berusia tua. Tidak tanggung-tanggung, saat ini tengah menyiapkan dua kapal sekaligus.

Sebagian besar perangkat militer Rusia memang warisan sejak zaman Uni Soviet. Beberapa di antaranya telah dimodernisasi dengan menambahkan senjata dan perlengkapan yang lebih canggih.

Penguatan armada Angkatan Laut Rusia ini merupakan bentuk antisipasi karena adanya pangkalan militer dari pasukan NATO di kawasan Eropa Timur. Selain itu juga untuk mengantisipasi bentrokan dengan Ukraina yang kini pemerintahnya lebih condong ke AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *